imsitumeang

Archive for Oktober, 2017|Monthly archive page

Selamat Bekerja Anies-Sandi!

In Uncategorized on f 31, 17 at 9:35 am

Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, setelah mengucapkan sumpah di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies dan Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota. Gubernur yang digantikan, Djarot Syaiful Hidayat, absen di Istana Negara dan Balai Kota, karena bersama keluarganya liburan ke Labuan Badjo, Nusa Tenggara Timur, tepat di hari pelantikan. Serah terima jabatan gubernur dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur, Saefullah, kepada Anies.

Saat pelantikan Anies-Sandi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, partai pengusung mereka, mampu mencuri perhatian. Saat prosesi salam-salaman untuk mengucapkan selamat, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menarik Prabowo yang berdiri jauh di belakang agar bisa cepat menyalami Anies-Sandi.

Anies dan Sandi tiba di kompleks Istana Kepresidenan pukul 15.00 WIB. Sempat tergelincir saat menaiki tangga Istana Merdeka, Anies dan Sandi memulai prosesi pelantikan setelah Presiden Joko Widodo menyerahkan surat pelantikan. Mereka pun menuju Istana Negara yang dihadiri 300-an undangan.

Anies-Sandi memenangkan kancah pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta setelah berlaga dalam dua putaran. Di putaran kedua, Anies-Sandi mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Perolehan suara mereka 57,96 persen, Ahok-Djarot hanya 42,04 persen suara.

Anies sebagai gubernur menerima gaji pokok Rp 3 juta per bulan, sedangkan Sandi sebagai wakil gubernur akan menerima gaji pokok Rp 2,4 juta per bulan. Lalu, tunjangan jabatan gubernur Rp 5,4 juta per bulan dan tunjangan jabatan wakil gubernur Rp 4,32 juta per bulan. Jadi, gaji pokok plus tunjangan jabatan gubernur hanya Rp 8,4 juta per bulan dan wakil gubernur hanya Rp 6,72 juta per bulan. Gaji hanya senilai itu?

Eits, jangan salah! Mereka juga menerima tunjangan operasional 0,13 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta, yakni Rp 35 triliun sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Berapa tunjangan operasional mereka? Antara Rp 4-4,5 miliar per bulan. Jadi, tunjangan operasional mereka melebihi gaji pokok plus tunjangan jabatan.

Berpa gaji Ahok? Dia pernah mem-posting slip gaji Ahok selaku wakil gubernur dan gubernurnya Joko Widodo alias Jokowi. Slip gaji Februari 2013 atau tiga tahun lalu yang diterima Jokowi setelah dikurangi pajak adalah Rp 3.448.500, sedangkan Ahok menerima Rp 2.810.100.

Selain gaji, mereka menerima tunjangan jabatan setelah dikurangi pajak. Gubernur menerima Rp 5.130.000 dan wakil gubernur menerima Rp 4.104.000.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) pernah menjabarkan gaji dan tunjangan tahun 2012. Mengejutkan! Gaji Gubernur DKI Jakarta 10 kali lipat gaji Presiden.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pemasukan kepala daerah dan wakilnya dari gaji, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya.

Rincian pendapatan Gubernur DKI Jakarta versi Fitra menyebutkan gaji pokok gubernur Rp 3.000.000 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Bagi Pejabat Negara Tertentu, tunjangan jabatan Rp 5.400.000 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 59 Tahun 2003 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara. Total gaji dan tujangan jabatan Rp 8.400.000 per bulan.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2012, anggaran gaji gubernur dan wakil gubernur setahun Rp 17,6 miliar, gaji gubernur sebulan Rp 743.400.000 dan gaji wakil gubernur sebulan Rp 741.700.000. Jika PAD DKI Jakarta tahun 2011 Rp 11,825 trilun maka tunjangan operasional gubernur (0,15 persen PAD) atau Rp 17, 737 miliar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, jika penerimaan pajak provinsi di atas Rp 7,5 triliun, maka gubernur berhak mendapat insentif 10 kali gaji pokok dan tunjangan.

Tercatat penerimaan pajak DKI Jakarta Rp 14, 8 triliun.
Maka insentif gubernur adalah 10 x gaji dan tunjangan Rp 84.000.000 pertahun. Total insentif gubernur selama lima tahun menjabat Rp 420.000.000.

Jadi, pendapatan Gubernur DKI Jakarta per tahun adalah gaji + tunjangan + insentif pajak Rp 184.800.000. Total selama lima tahun Rp 924.000.000.

Tunjangan operasional Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, jika PAD DKI Jakarta tahun 2011 Rp 17,8 trilun maka tunjangan operasional maksimal 0,15 persen PAD Rp 26,7 miliar. Dianggarkan dalam APBD DKI Jakarta tahun 2012 Rp 17,6 miliar.

Iklan