imsitumeang

Archive for Maret, 2017|Monthly archive page

Pesawat R80 Dirakit di Kertajati

In Uncategorized on f 30, 17 at 11:24 am

Pesawat R80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) akan diselesaikan perakitannya di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Lokasinya di kawasan industri Aerocity Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat. Bandara Kertajati semacam industrial park.

Kabar gembira disampaikan Komisaris RAI Ilham Akbar Habibie di Perpustakaan Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (30/3/2017). “Semuanya akan dirakit menjadi utuh di Kertajati,” tuturnya. Perakitan di Kertajati dilakukan untuk mempermudah pesawat saat uji terbang. Beberapa komponennya dipasok PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Sayangnya, pembuatan pesawat R80 masih belum memiliki payung hukum Peraturan Presiden (Perpres). Dikeluarkannya Perpres bisa memberikan kepastian kepada investor untuk mendanai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

Pesawat R80 bersama pesawat N245 dan lima kawasan industri (Serang, Dumai, Tanjung Kuning, Gresik) termasuk daftar PSN sebagai proyek usulan Kementerian Perindustrian (Kemperin). Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Telekomunikasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, menjelaskannya di kantor Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (10/2/2017). Pemerintah menetapkan pesawat R80 dan pesawat N245 ke daftar PSN setelah rapat koordinasi.

Proyek pesawat N245 berkapasitas 50 penumpang digarap PTDI dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Sedangkan, proyek pesawat R80 berkapasitas 80 penumpang rancangan Bacharuddin Jusuf Habibie digarap PT RAI, perusahaan yang didirikan Habibie bersama putranya, Ilham. Mereka membuat prototype-nya. Pengembangan kedua pesawat diperkirakan menelan dana US$ 180 juta – 200 juta per unit.

Biaya pengembangannya tidak semahal jika memulainnya dari nol. Dengan memasukkan pengembangan pesawat N245 dan R80 ke dalam PSN, akan banyak pihak bisa terlibat tidak hanya dalam pembuatan pesawat R80, juga industri lainnya. Sehingga, bisa meminimalisir risiko pengembangannya.

Kendati begitu, PT RAI tetap menggarap proyek pesawat R80. Tahun ini PT RAI akan merampungkan pembuatan prototype-nya. Setelah prototype dirampungkan, pesawat R80 akan melakukan penerbangan perdana tahun 2021. Setelah uji terbang, berikutnya hanya mengurus sertifikasi. Lalu, diproduksi massal tahun 2022.

Pesawat N245 adalah pengembangan CN235 yang diproduksi PT DI. Jadi, N245 yang memiliki ramp door barang diubah untuk penumpang. Untuk barang di bagasi.

Apa respon Habibie? Dia merasa wajar jika pemerintah memasukkan pesawat R80 ke dalam PSN. Habibie tidak bisa membayangkan upaya menghubungkan antarwilayah di Indonesia tanpa pesawat. “Kita telah membuktikan,” ujarnya seusai menghadiri Presidential Lecture di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Habibie menambahkan, proyek pesawat R80 adalah ide yang dicetuskan Presiden Soekarno. Sehingga, pengembangannya sebagai PSN adalah wajar. “Bukan idenya Pak Habibie, idenya Bung Karno.” Pesawat menjadi produk sepanjang masa yang dibutuhkan Indonesia.

Lantas, berapa biaya proyek pesawat R80? Totalnya sekitar US$ 1 miliar atau kurang lebih Rp 13,3 triliun (US$ 1 = Rp 13.300). Sumber dananya dari kas perusahaan, investor, dan pemerintah.

Sejumlah maskapai, baik dari dalam maupun luar negeri, tertarik memesan 155 unit pesawat R80 melalui letter of intent (LOI). Maskapai yang tertarik antara lain, PT National Aviation Management (NAM) Air sebagai anak perusahaan Sriwijaya Air, PT Trigana Air, PT Kalstars Aviation, dan PT Aviastars. 100 unit dipesan NAM Air, 20 unit PT Trigana Air, 25 unit PT Kalstars Aviation, dan 10 unit PT Aviastars.

Pesawat R80 menjadi ‘bayi bungsu’ Habibie. Dia juga mendesain pesawat N250. Pesawat berbaling-baling tersebut dinamai Regio Prop 80 atau cukup disebut R80.

Sebagai pengembangan pesawat N250 buatan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang kelak bernama PT DI, pesawat R80 mirip pesawat N250. Tentunya engine lebih modern. Seperti pendahulunya, pesawat R80 mengusung mesin turbo berbaling-baling (turbo propeller) yang lebih efisien, karena operating cost 50 persen lebih murah tapi kecepatannya 20 persen lebih lamban ketimbang mesin jet (turbo jet). Kalau pesawat R80 selesai, Habibie akan membuat pesawat yang kapasitasnya 100 atau 160 seater.

Jika disimulasikan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, pesawat bermesin jet menempuh waktu 1,5 jam, sedangkan pesawat bermesin turbo berbaling-baling membutuhkan waktu dua jam. Tapi harganya setengah. Jadi, makin tinggi harga avtur, pesawat R80 makin unggul. Saat ini semua maskapai sangat terbebani harga avtur. Mereka pusing tujuh keliling. Kenapa? Karena konsumsi avtur mencapai lebih 50% ongkos operasi. Pesawat R80 bisa memenangi persaingan dengan pesawat sejenis seperti buatan ATR (Aerei da Trasporto Regionale) Perancis dan ‎buatan MA (Modern Ark) Cina.

Pesawat R80 tepat sebagai pesawat di rute-rute perintis. Indonesia yang terdiri atas banyak pulau dan jarak antara satu kota ke kota lainnya cukup dekat. Pesawat R80 didesain untuk jarak tempuh yang kurang 600 km atau jarak pendek. Sehingga, pesawat R80 sangat irit bahan bakar. Maskapai seperti Citilink dan Wings Air yang memilih rute-rute pendek menggunakan pesawat bermesin baling-baling seperti ATR. Produk ini dijamin bisa merajut negara kepulauan sebagai wilayah kesatuan yang utuh.

Kita optimistis industri penerbangan bakal terus bertumbuh karena Indonesia belum mencapai potensi puncaknya. Biasanya, jumlah pengguna pesawat di suatu negara adalah tiga kali lipat jumlah populasinya. Dengan populasi Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa, potensi industri penerbangan bisa mencapai 750 juta penumpang per tahun. Tapi Indonesia masih 71 juta. Kita memiliki market.

Iklan

Jokowi ke Barus

In Uncategorized on f 24, 17 at 10:37 am

Senang bercampur bangga, Presiden Joko Widodo kembali menjejakkan kakinya di Sibolga dan Tapanuli Tengah, sejak Kamis (23/3/2017) malam. Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus.

Jokowi, panggilan populer Joko Widodo, bertolak menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kepulauan Riau.

Presiden ketujuh dan istrinya, Iriana, ke Barus dari Batam, Kamis, menggunakan pesawat kepresidenan RJ-85 milik Sekretariat Negara. Setiba di Tapanuli Tengah, Jokowi dan rombongan bermalam.

Keesokan, Jumat (24/3), Jokowi kunjungan kerja di Kecamata Barus. Di sana, pria kelahiran Surakarta (Jawa Tengah), 21Juni 1961, ini meresmikan tugu nol kilometer masuknya Islam ke Nusantara.

Peresmiam dilakukan di tengah acara Silaturahmi Nasional Jami’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). Silatnas JBMI terselenggara tanggal 24-25 Maret 2017.

Sebelumnya, perwakilan JBMI menemui Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (15/3/2017). Ketua Umum JBMI Albiner Sitompul menyebut tema silatnas di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, tahun ini “Indonesia Martangiang” atau Indonesia Berdoa. Tema Indonesia Martangiang sebagai harapan agar terhadap perbedaan kita tetap memelihara kebersamaan menuju Indonesia Gemilang.

Ditemani Akbar Tandjung, Jokowi sempat mengunjungi SMA Negeri 1 (Plus) Matauli, Jumat (24/3/2017). Tiba di SMA Negeri 1 (Plus) Matauli, Presiden disambut Akbar dan istrinya, Krisnina Maharani alias Nina Akbar Tandjung. Presiden dan istri sempat berkeliling melihat sekolah dan berfoto bersama siswa berprestasi serta guru-guru.

Akbar termasuk pendiri, pembina, dan pelindung SMA Negeri 1 (Plus) Matauli. Dia mendirikannya bersama Jenderal Purnawirawan Feisal Tanjung, Masdulhak Simatupang, Rinto Harahap, Zarlons Zaghlul Pasaribu, Mesri Pasaribu, dan Chuzairin Pasaribu.

SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan adalah sekolah negeri yang pengelolaannya bekerjasama dengan Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli), berdasarkan perjanjian kerjasama antara Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara dan Yayasan Maju Tapian Nauli tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Sekolah Menengah Umum Nomor 835/I05/A/94.1/03/PKS/III/1994.

Turut mendampingi Presiden berkunjung ke sekolah adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Setelah meninjau SMA Negeri 1 Matauli, Pandan, Jokowi bertolak ke Kawasan Objek Wisata Religi Pemakaman Mahligai, Barus. Jokowi menuju lokasi menggunakan helikopter VVIP Super Puma miliki TNI AU.

Setelah melihat kawasan objek wisata religi, Jokowi ke Lapangan Merdeka, Barus. Di lokasi itu, Jokowi menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sebelum menunaikan shalat Jumat di Kecamatan Barus, Presiden meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus.

Barus atau juga dikenal dengan nama Fansur, abad ke-1-17 M adalah kota emporium yang menjadi pusat peradaban. Sejarah tersebut menjadikan Barus sebagai kota tertua di Indonesia. Pelayar-pelayar seperti Marcopollo pernah menjejakkan kakinya di Barus. Pedagang-pedagang Persia dan bahkan seluruh penjuru dunia juga ke kota ini di masa kejayaannya.

Di masa itu, kegiatan di kota kebanyakan berdagang. Komoditi paling dominan adalah rempah-rempah, komoditi paling dicari di zaman itu. Sedangkan barang dagangan dibawa penduduk lokal turun dari gunung untuk dijual ke pedagang luar negeri.

Komuditi kota ini yang paling terkenal hingga kini adalah kapur barus. Disebut-sebut, mayat Raja Fir’aun diawetkan menggunakan bahan rempah-rempah bernama kapur barus.

Kedatangan pedagang-pedagang Persia sekaligus membawa pengaruh agama Islam ke Nusantara untuk pertama kalinya. Berikutnya, kedatangan pedagang-pedagang Eropa juga sekaligus membawa pengaruh agama Kristen ke Nusantara. Tetapi, agama Islam yang mendominasi.

Peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti kuburan berukuran raksasa, batu nisan bertuliskan tulisan Persia kuno, dan artefak-artefak lainnya masih banyak ditemui di kota ini.

Barus masa kini tidak semasyur masa dulu. Sekarang, pemandangan di kota ini tak lebih seperti kota yang terlupakan, sebuah kota kuno, bahkan kota mati, yang jauh tertinggal dari daerah-daerah di sekitarnya seperti Kota Sibolga dan Kota Padangsidempuan.

Lautnya tidak sedalam dulu. Sangkin dangkalnya, kapal berukuran besar tak bisa bersandar di pelabuhan kota ini. Jangankan itu, bekas-bekas pelabuhannya pun tidak terlihat. Demikian pula, rempah-rempah yang dulu sangat diunggulkan sudah tak ada. Kegiatan perdagangan di kota ini mati suri.

Keunggulan kota ini yang bisa dioptimalkan adalah wisata sejarah, wisata bahari, dan wisata alam. Selain itu, perikanan, pertanian, dan perkebunan juga bisa dikembangkan.

Indonesia, sepertinya, baru menyadari keistimewaan kota ini. Di masa Jokowi, dia merespon cepat harapan perwakilan JBMI.

Dua kali tercatat Jokowi ke Sibolga dan Tapanuli Tengah. Tanggal 20 Agustus 2016, Jokowi meresmikan dimulainya perluasan Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga. Jokowi menyatakan, perluasan Pelabuhan Sambas diperkirakan rampung akhir 2017. Dia memerintahkan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan agar mengembangkannya tiga kali lipat. Dia juga menyingung pengembangan Bandara Dr Ferdinan Lumbantobing, Pinangsori. Ke depan, dia berharap Kota Sibolga menjadi lokasi pengembangan industri perikanan seperti cold storage dan pengalengan ikan.

Diharapkan, kedatangan Jokowi dan peresmian tugu titik nol masuknya Islam di Nusantara ini bisa berdampak positif yang signifikan bagi perkembangan sektor wisata di Barus, khususnya, serta Sibolga dan Tapanuli Tengah. Jadi, membangun kota Barus yang tertidur lama.

Barus sebagai titik nol masuknya Islam di Nusantara memiliki nilai jual, mengingat jumlah umat Islam yang sangat besar di Republik ini Wisata sejarah berikut pengembangan ilmu penelitian di Barus sangat dibutuhkan sekarang ini, mengingat lemahnya pengenalan dan literasi kita tentang sejarah dan peradaban bangsa Indonesia, terkhusus sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara. Banyak orang meyakini kota Barus menyimpan banyak misteri, rahasia, dan fakta sejarah.

Selamat datang! Kami mengucapkan “selamat datang” kepada Jokowi di Kota Bertuah Kota Barus Tercinta, kota yang dipenuhi timbunan sejarah peradaban Islam di Nusantara.