imsitumeang

Pariwisata yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan

In Uncategorized on f 27, 16 at 7:44 am

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir bulan Desember 2016 diproyeksikan akan melampaui target 12 juta. Bulan November diestimasikan 1,3 juta, dan bulan Desember 1,5 juta. Bulan Oktober, November, dan Desember 2016 adalah peak seasons yang pertumbuhannya meninggi hingga dua digit.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merilis dalam jumpa pers akhir tahun 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (21/12/2016), bahwa kebijakan pengembangan kepariwisataan on the track sehingga target pariwisata optimistis akan tercapai, yaitu kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (produk domestik bruto/PDB) nasional 11%, menghasilkan devisa Rp 172 triliun, menyerap tenaga kerja 11,8 juta (langsung, tidak langsung, dan ikutan); serta kunjungan wisman berjumlah 12 juta dan wisatawan nusantara (wisnus) 260 juta. Maka, capaian kinerja pariwisata tahun 2016 semakin menguatkan optimisme kita untuk meraih sejumlah target tahun 2017 hingga 2019.

Pemerintah menetapkan sejumlah target pariwisata tahun 2017, yakni kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional 13%, menghasilkan devisa Rp 200  triliun, menyerap tenaga kerja 12 juta; kunjungan wisman berjumlah 15 juta dan wisnus 265 juta; serta indek daya saing destinasi prioritas kepariwisataan Indonesia yang mengacu ke standar global Travel and Tourism Competitive Index  (TTCI) World Economic Forum (WEF) dan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) di ranking 40. Posisi saat ini di ranking 50 dunia.

Sedangkan sejumlah target pariwisata 2019, yakni kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional 15%; menghasilkan devisa Rp 280  triliun, menyerap tenaga kerja 12,6 juta; kunjungan wisman berjumlah 20 juta, wisnus 275 juta; serta indek daya saing di ranking 30 dunia.

Pemerintah berharap pertumbuhan sektor pariwisata dipercepat atau diakselerasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam program pembangunan lima tahun ke depan, pemerintah fokus pada sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata, dan pemerintah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena pertumbuhannya positif dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Kemenpar memiliki tiga program prioritas yang diimplementasikan tahun 2017, yakni digital tourism, homestay (pondok wisata), dan konektivitas udara. Untuk meningkatkan kunjungan wisman yang signifikan, digital tourism menjadi strategi yang harus dilakukan dalam merebut pasar global, khususnya 12 pasar fokus yang tersebar di 26 negara.

Dalam program digital tourism, diluncurkan Indonesia Tourism Exchange (ITX) sebagai digital market place platform dalam pasar digital yang mempertemukan buyers dan sellers, Jadi, travel agent, akomodasi, dan atraksi sebagai ekosistem pariwisata bertransaksi dalam pasar digital tersebut. Kemenpar berharap tahun 2017 pasar digital bisa beroperasi 100% dan semua industri pariwisata go digital.

Selain itu, diluncurkan War Room M-17 di Gedung Sapta Pesona sebagai pusat pemantauan yang berbasis digital. Dalam War Room M-17, tersedia 16 layar touch screen untuk memantau empat aktivitas utama, yakni pergerakan angka-angka pemasaran mancanegara dan pemasaran nusantara, tampilan big data yang berisi keluhan, kritikan, saran, dan testimoni, baik negatif maupun positif. Pusat pemantauan ini menampilkan real-time update pergerakan wisman dan wisnus, termasuk strategi menghadapi kompetitor, yakni Malaysia sebagai common enemy dan Thailand sebagai musuh profesional pariwisata Indonesia. Selain itu, tampilan indikator positif-negatif indek daya saing.

Dalam program homestay sebagai ‘desa wisata’ dimulai tahun 2017 untuk mendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas kepariwisataan Indonesia sebagai ‘Bali Baru’, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Kepulauan Maluku).

Kemenpar menyelenggarakan sayembara desain homestay. Karya pemenang sayembara dijadikan model homestay di 10 destinasi prioritas. Pemilihan model homestay itu sebagai upaya mengembalikan arsitektur tradisional daerah tersebut. Tahun 2017 ditargetkan pembangunan 20.000 unit homestay; tahun 2018, 30.000 unit homestay; dan tahun 2019, 50.000 unit homestay. Sebagai quick wins, tahun 2017 dibangun 1.000 unit homestay di 10 destinasi prioritas, di antaranya Mandalika dan Borobudur masing-masing 110 unit homestay. Quick wins tersebut diharapkan memiliki berdaya ungkit (key leverage) dalam upaya Kemenpar memperbaiki busines process produk utama (core business), karena hasilnya dapat terlihat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Program konektivitas udara sangat startegis karena 75% kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara. Kapasitas kursi pesawat (seat capacity) yang cukup menjadi kunci mencapai sejumlah target tahun 2017 hingga 2019. Kapasitas kursi pesawat maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini yang berjumlah 19,5 juta hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman tahun 2016. Untuk memenuhi target kunjungan 15 juta wisman tahun 2017, dibutuhkan tambahan 4 juta kursi; target 18 juta wisman tahun 2018, dibutuhkan tambahan 3,5 juta kursi, sedangkan target 20 juta wisman tahun 2019, dibutuhkan tambahan 3 juta kursi atau menjadi 10,5 juta kursi pesawat.

Tambahan 4 juta kursi untuk memenuhi target kunjungan 15 juta wisman tahun 2017, Kemenpar memiliki strategi: 3A (Airlines—Airport & Air Navigation—Authorities). Kemenpar menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understading/MoU) dengan maskapai penerbangan Indonesia dan asing, yaitu PT Angkasa Pura I & II dan AirNav Indonesia dalam upaya menambah direct flight (penerbangan langsung) berjadwal melalui pembukaan rute baru, extra flight, maupun flight baru serta  pemberian incentive airport charge dan pengalokasian prioritas slot di sejumlah bandar udara di Indonesia, serta promosi bersama dalam mewujudkan partnership action program untuk mendukung pemenuhan target tahun 2019.

Daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global saat ini memang mengalami perbaikan, dari ranking 70 ke 50 dunia. Kita berusaha menuju ke ranking 30 dunia tahun 2019. Untuk mencapai ranking 30 dunia, kita harus memperbaiki kelemahan pariwisata seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur telekomunikasi informasi-komunikasi (ICT), health and hygiene, dan aksesibilitas, khususnya konektivitas udara, kapasitas kursi pesawat, dan penerbangan langsung berjadwal. Laporan TTCI WEF tahun lalu menyebutkan sejumlah indikator kelemahan pariwisata Indonesia.

Sejumlah indikator dalam laporan TTCI WEF itu dijadikan sebagai indeks daya saing dalam Anugerah Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Kepariwisataan Indonesia, antara lain  policy support (prioritas pariwisata, keterbukaan regional, daya saing harga, environment sustainability); tourism enabler (lingkungan, keamanan, kesehatan, dan kebersihan, tenaga kerja, teknologi informasi-komunikasi/ICT); infrastructure (infrastruktur di pelabuhan udara, pelabuhan laut, dan darat, termasuk infrastruktur layanan pariwisata); dan natural & cultural resources (sumber daya alam dan sumber daya budaya). UNWTO menetapkan pembangunan kepariwisataan adalah pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan (sustainable and responsible tourism).

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan survei terhadap 10 destinasi prioritas yang menghasilkan sejumlah rekomendasi, yaitu mengembangkan iconic moment spot fotografi untuk pengabadian momen unik di daerah wisata; memperbanyak festival berwujud signature event mengikutsertakan wisatawan dalam meningkatkan repeat visit; mengembangkan wisata malam; menyediakan sentra usaha kecil menengah (UKM) dalam memproduksi souvenir (cenderamata), mengembangkan informasi aktivitas di daerah wisata, memperbaiki infrastruktur bandar udara, dan menyiapkan ICT.

Selanjutnya, ditetapkan lima pemenang yang dipilih dari 10 destinasi prioritas yang diserahkan di ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, tanggal 8 Desember 2016. Penerima penghargaan kategori Indeks Destinasi Tertinggi Kesatu adalah Borobudur; Indeks Destinasi Tertinggi Kedua adalah Wakatobi; Indeks Destinasi Tertinggi Ketiga adalah Tanjung Kelayang; sedangkan kategori Destinasi yang Menjanjikan adalah Tanjung Kelayang; dan Destinasi Terfavorit adalah Labuan Bajo. Pemberian penghargaan indeks daya saing sebagai upaya mendorong terwujudnya 10 destinasi prioritas sebagai ‘Bali Baru’ yang berkelas dunia (world class destination).

Keberhasilan Indonesia meraih 12 penghargaan World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016 makin menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata halal kelas dunia. Indonesia ingin mencapai target 5 juta wisman muslim serta meningkatkan indeks daya saing kepariwisataan Global Muslim Travel Index (GMTI) yang saat ini di ranking 4 menjadi ranking 1 tahun 2019. Pada WHTA 2015, Indonesia pertama kalinya ikut dan meraih tiga award; sedangkan pada WHTA 2016, menyabet 12 award dari 16 kategori yang dilombakan.

Kemenangan ini mendongkrak level 3C (confidence, credible, dan calibration) Indonesia menuju standar global di antaranya memenuhi target 5 juta wisman muslim tahun 2019. Indonesia saat ini tengah mengejar ketertinggalannya dari negara kompetitor seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang tahun 2015 meraih kunjungan wisman muslim masing-masing 6,1 juta, 4,8 juta, dan 3,6 juta, sedangkan Indonesia 2,2 juta wisman muslim. GMTI Malaysia saat ini di ranking 1, mengalahkan Thailand dan Singapura.

Kemenangan di ajang WHTA 2016 justru awal mula membangun ekosistem baru wisata halal yang akan memberikan kontribusi besar dalam pencapaian target 20 juta wisman tahun 2019. Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) menjelaskan, para pemenang WHTA 2016 adalah para pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Kemenpar bersama TP3H selama bulan April-Agustus 2016. Prestasi tahun 2016 ini harus dipertahankan. Tahun 2017, kita ingin sapu bersih semua kategori.

Pengumuman WHTA 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), tanggal 24 Oktober – 25 November 2016, dilansir melalui website resmi http://itwabudhabi.com/halal-awards/2016-winners.html tanggal 7 Desember 2016 pukul 21.30 WIB. Penghargaan yang diterima Indonesia adalah World’s Best Airline for Halal Travellers (Garuda Indonesia); World’s Best Airport for Halal Travellers (Sultan Iskandar Muda Internasional Airport, Aceh); World’s Best Family Friendly Hotel (The Rhadana Kuta, Bali); World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel (The Trans Luxury Bandung, Jawa Barat); World’s Best Halal Beach Resort (Novotel Lombok Resort and Villas, Nusa Tenggara Barat); World’s Best Halal Tour Operator (ERO Tours Sumatera Barat); World’s Best Halal Travel Website (www.wonderfullomboksumbawa.com); World’s Best Halal Honeymoon Destination (Sembalun Valley Region, Nusa Tenggara Barat); World’s Best Hajj & Umrah Operator (ESQ Tours and Travel); World’s Best Halal Destination (Sumatera Barat); World’s Best Halal Culinary (Sumatera Barat); dan World’s Best Halal Cultural Destination (Aceh).

Kita memang harus mengkalibrasi (calibration) atau mengukur setiap program/kegiatan pariwisata agar sesuai standar dunia. Kemenangan demi kemenangan ini akan meningkatkan confidence dan credibility bangsa Indonesia di mata dunia. Karena di era cultural industry atau creative industry—era setelah agriculture, manufacture, dan information-communication technology versi Alfin Toffler dalam “The Thirth Wave”—Indonesia berpotensi sebagai pemenang. Pariwisata termasuk creative industry, dan di pariwisata Indonesia bisa menjadi pemenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: