imsitumeang

Jokowi Menjaga Kepercayaan Rakyat

In Uncategorized on f 31, 15 at 7:44 am

KETIDAKPASTIAN perekonomian global saat ini belum meruntuhkan derajat keyakinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketika berbagai kalangan menjerit karena terteror nilai tukar rupiah terhadap sejumlah valuta utama dunia, Presiden tetap menunjukkan kepercayaan dirinya. Presiden menggelorakan semangat membangun. Kita patut mengapresiasi gayanya, karena Jokowi melakoni apa yang seharusnya dicitrakan pemimpin dalam situasi negara beserta rakyatnya nyaris terperangkap.

Kalau salah penyikapan, ketidakpastian global bisa membunuh harapan. Banyak orang kehilangan kepercayaan dirinya karena nilai tukar rupiah yang melemah. Akibat perlambatan perekonomian di berbagai kawasan, perekonomian di Tanah Air pun lesu. Bahkan, dari hari ke hari, kelesuan perekonomian semakin menjadi-jadi. Pukulan demi pukulan bertubi-tubi.

Tidak sedikit pula yang merasa takut karena asumsi-asumsi Pemerintah tanpa landasan yang komprehensif. Misalnya, asumsi nilai tukar rupiah menembus level Rp14.000 per dolar Amerika Serikat, stabilitas negara justru terguncang karena kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya yang anjlok ke titik terendah. Di pasar-pasar, harga berbagai kebutuhan pokok masih tinggi kendati berbagai langkah dikerjakan. Pukulan itu menurunkan ekspor, jatuhnya harga komoditas menurunkan penerimaan pajak, serta ancaman pemutusan hubungan kerja.

Semua bergerak hampir bersamaan, serupa efek domino. Karena itu, tidak mungkin pemerintah selalu mengambil posisi bahwa segalanya masih aman, seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak cukup memadai bila para pemangku kebijakan hanya mencari ‘kawan’.

Dalam situasi yang serba tidak enak seperti itu, kepercayaan diri yang dipertontonkan Presiden Jokowi kepada rakyatnya amat dibutuhkan. Keyakinan dan keteguhan Presiden menyikapi situasi sulit saat ini diharapkan bisa bertransmisi kepada masyarakat. Tentu saja masyarakat diharapkan tetap menunjukkan kepercayaan dirinya kendati terteror nilai tukar rupiah.

Ketika Presiden menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan November 2014, dia menyadari bahwa kebijakannya menciptakan ketidaknyamanan rakyat. Presiden mengakuinya. Kini, ketika perekonomian global berselimut ketidakpastian, pemerintah pun menghadapi situasi yang sama. Artinya, pemerintah dan rakyat bersama-sama sedang menghadapi masa-masa sulit.

Namun, Presiden mengajak rakyat untuk berusaha keluar dari perangkap ketidakpastian. Dia menunjukkan kepada rakyat bahwa pembangunan nasional terus berlangsung kendati perekonomian dunia dibayangi krisis. Dia mengajak rakyat untuk merespons ketidakpastian global dengan strategi counter-cyclical atau membalik tren perlambatan ekonomi dengan keberanian merealisasikan semua proyek yang diprogramkan.

Penerapan strategi itu ditunjukkan Presiden. Pekan lalu Presiden meresmikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah. Setelah di Batang, menyusul peresmian pembangunan pembangkit listrik di Cirebon. Dan, menunjukkan kepercayaan dirinya tanpa merevisi proyek kelistrikan 35.000 megawatt ketika masyarakat memunculkan keragu-raguannya terhadap target pembangunan itu. Proyek ini tetap ditargetkan rampung dalam lima tahun. Kalau ditemukan hambatan, tugas para menteri mencari solusinya. Proyek kelistrikan yang terkesan ambisius itu adalah upaya pemerintah membayar utang kepada rakyat sekaligus memenuhi elektrifikasi.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga dihujani kritik. Tetapi Presiden menegaskan tidak membatalkannya karena dibiayai investor asing. Pemerintah Jepang dan Cina sedang menyiapkan proposal sebelum Presiden memutuskan pemenang tender proyek ini. Proyek lainnya yang direalisasikan adalah jalan trans-Sumatera yang membentang dari Lampung ke Aceh. Sedangkan jalan trans Papua ditargetkan selesai tahun 2018.

Memang, tidak semua orang mampu memelihara kepercayaan dirinya. Namun, seorang pemimpin telah menunjukkan keteguhannya sebagai citra bahwa bangsa ini aman-aman saja kendati terjadi perang nilai tukar. Presiden berupaya untuk menjaga kepercayaan dirinya di hadapan rakyat. Lakon seperti itu yang dibutuhkan.

Sejarah membuktikan, sejak kelahirannya hingga kini, Republik ini tak luput dari beragam ujian. Namun, bangsa ini selalu bisa lulus ujian yang berat sekalipun. Penyebabnya, negeri ini diwarisi para pendiri bangsa politik harapan, bukan politik kecemasan.

Indonesia berdiri di atas fondasi merdeka, bersatu, berdaulat, serta adil dan makmur. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa selama kita tidak kehilangan harapan, selama itu pula kita menggenggam identitas sebagai bangsa.

Saat ini negara harus benar-benar memenuhi janjinya. Mereka mesti melipatgandakan kerja keras dan kerja cerdasnya untuk menemukan solusi agar perekonomian tidak kian terhuyung. Caranya, memperbanyak kreativitas pembuatan resep untuk menciptakan katalis pertumbuhan ekonomi.

Kita menaruh hormat karena berbagai kalangan di Republik ini tidak ikut-ikutan panik atau bertindak sendiri-sendiri, sehingga situasi tenang tetap terjaga. Kepanikan dan kecemasan berlebihan justru menambah runyam. Ihwal beginilah yang menjadi modal sosial politik untuk mengatasi kesulitan ini. Tinggal bagaimana pemerintah dan rakyat bahu-membahu menyalakan harapan yang sempat fluktuatif. Pemerintah memotivasi dan menginspirasi, sedangkan rakyat terlibat dalam beragam aktivitasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: