imsitumeang

Keselamatan Pemudik Lebaran

In Uncategorized on f 30, 15 at 6:44 am

Di tengah perekonomian yang lesu, prosesi mudik bakal tetap semarak. Kementerian Perhubungan (Kemhub) memprediksi penumpang angkutan lebaran tahun 2015 berjumlah 20.002.724 orang yang pulang kampung atau bertumbuh 1,96% ketimbang tahun 2014 yang berjumlah 19.618.530 orang.

Rinciannya, jumlah penumpang yang menggunakan moda jalan 4.918.964 orang (tahun 2014: 5.231.389) atau bertumbuh -5,97%, penyeberangan 3.747.762 orang (tahun 2014: 3.618.245) atau bertumbuh 3,58%, kereta api 5.531.868 orang (tahun 2014: 5.096.472) atau bertumbuh 8,54%, laut 1.677.515 orang (tahun 2014: 1.628.655) atau bertumbuh 3,00%, dan udara 4.126.615 orang (tahun 2014: 4.043.769) atau bertumbuh 2,05%. Jumlah penumpang melonjak. Cuma moda jalan yang menurun.

Namun, jumlah penumpang yang menggunakan moda mobil pribadi dan sepeda motor justru bertambah. Pemerintah memprediksi jumlah penumpang yang menggunakan moda mobil pribadi 1.686.369 orang (tahun 2014: 1.593.918) atau bertumbuh 5,80%, sedangkan sepeda motor 2.022.343 orang (tahun 2014: 1.876.460) atau bertumbuh 7,77%.

Mudik menjadi momentum menggairahkan perekonomian karena terjadi mekanisme konsumsi. Bukankah konsumsi yang menggerakkan perekonomian kita? Untuk Lebaran kali ini, Bank Indonesia memprediksi kebutuhan uang tunai mencapai Rp 125 triliun.

Mudik memang ajang silaturahim sekaligus berbagi rezeki. Bukan dalam arti sempit berbagi rezeki kepada sanak saudara, melainkan berbagi rezeki dalam arti luas, yaitu menggeliatkan perekonomian di daerah.

Uang yang mengalir ke daerah, bergerak bersama pemudik. Mudik menjadi proses mengalir dana dan sumberdaya materi lainnya dari kota ke desa. Kesempatan bagi daerah untuk memperoleh pemasukan nonpendapatan asli daerah (PAD). Perantau bekerja di kota, menabung, dan membelanjakannya saat Lebaran.

Tak hanya cerita manis di balik drama mudik. Dari tahun ke tahun, mudik masih saja menyisakan kisah pilu. Kecelakaan membayangi mudik. Tahun lalu, 515 orang meninggal dalam perjalanan, akumulasi dari H-7 ke H+3.

Menangani arus mudik tentu saja pekerjaan yang berat. Tapi, arus mudik merupakan kegiatan rutin, acara tahunan. Pemerintah semestinya mampu mengantisipasinya. Persiapan harus matang karena moda transportasi yang menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor tercatat mengalami kecelakaan yang banyak. Sarana dan prasarana selama mudik harus lengkap.

Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan menjadi parameter utama. Mengapa? Karena lalu lintas dan angkutan jalan berperan strategis mendukung integrasi nasional sebagai upaya memajukan kesejahteraan umum. Apalagi, pemerintah wajib menjamin penyediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang antarkabupaten/kota antarprovinsi serta lintas negara. Pemerintah provinsi wajib menjamin jasa angkutan orang dan/atau barang antarkota dalam wilayah provinsi, sedangkan pemerintah kabupaten/kota wajib menjamin dalam wilayah kabupaten/kota.

Selain menjamin, pemerintah (dan/atau pemerintah daerah) bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum. Pemerintah (dan/atau pemerintah daerah) wajib menjamin penyediaan jasa angkutan umum yang penyediaan jasa angkutan umum tersebut ialah badan hukum seperti badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), perseroan terbatas (PT), dan koperasi.

Oleh karena itu, kita mendukung pemberikan subsidi untuk angkutan umum guna memenuhi kebutuhan angkutan yang aman, nyaman, dan murah. Angkutan penumpang umum trayek tertentu yang bertarif kelas ekonomi disubsidi berdasarkan faktor finansial dan faktor keterhubungan. Subsidi angkutan umum diberikan berdasarkan selisih antara biaya pengoperasian yang dikeluarkan dengan pendapatan operasional yang diperoleh perusahaan angkutan umum, atau biaya pengoperasian yang dikeluarkan oleh perusahaan angkutan umum apabila pendapatan diambil oleh pihak lain yang ditunjuk oleh pemberi subsidi.

Miris membaca dan menonton kabar ratusan orang meninggal di jalan saban mudik Lebaran.

Pemerintahan Joko Widodo – Muhammad Jusuf Kalla memang berupaya untuk mempercepat persiapan sarana dan prasarana mudik. Tol Cikopo-Palimanan mengurai benang kusut kemacetan di jalur pantura, yang selama ini selalu terjadi. Masih banyak yang harus dilakukan untuk membenahi pelayanan terhadap pemudik. Musim mudik tidak hanya , termasuk masalah infrastruktur jalan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 260 Tahun 2015 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015 (1436H), pemerintah membentuk Tim Koordinasi ini yang dikordinasikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, yang terdiri atas tim koordinasi tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Pemerintah juga membentuk Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015 (1436H) di Gedung Kemhub, Jakarta, yang bertugas tanggal 2 Juli 2015 (H-15) pukul 00.00 WIB hingga tanggal 27 Juli 2015 (H+9) pukul 24.00 WIB. Jadi, masa operasi lebih lama ketimbang tahun sebelumnya yang H-7 sampai H+7 agar pengendalian arus mudik dan arus balik Lebaran menjadi baik.

Penyediaan angkutan mudik gratis akan menekan kecelakaan. Namun, upaya itu belum signifikan karena banyak pemudik menggunakan sepeda motor, bahkan diprediksi bertambah.

Selain itu, kerja keras seluruh instansi dibutuhkan terutama polisi lalu lintas yang mengatur arus mudik dan arus balik Lebaran. Begitu pula, Kemhub harus mengecek kesiapan jalan dan angkutan umum, manajemen operasional lalu lintas dan pengendalian lalu lintas, serta kendaraan bermotor dan pengemudinya. Jajaran Kemhub jangan hanya memantau dari kantor melalui layar monitor tapi ikut ke lapangan.

Kebijakan lainnya yang mendukung operasi angkutan Lebaran yaitu melarang angkutan berat untuk beroperasi sejak H-5 hingga H +3, kecuali pengangkut bahan pangan, ternak, bahan bakar minyak (BBM), dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Semua pihak yang terkait harus meningkatkan keselamatan, keamanan, pelayanan, dan penegakan hukum agar penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini bisa baik. Kemhub selaku koordinator pelaksana angkutan Lebaran bersama instansi lainnya mengoptimalkan koordinasi dan sinergitas lintas sektoral. Negara memang harus memastikan pemudik selamat di perjalanan, bukan kecelakaan yang mencabut nyawa mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: