imsitumeang

Trowulan Menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

In Uncategorized on f 10, 14 at 11:02 am

Trowulan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 260/M/2013 tentang Penetapan Satuan Ruang Geografis Trowulan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional tertanggal 30 Desember 2013. Penetapan ini harus segera disosialisasikan ke masyarakat, termasuk oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Trowulan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional yang meliputi 49 desa, empat kecamatan, dan dua kabupaten yakni Mojokerto dan Jombang. Empat kecamatan adalah Trowulan dan Sooko di Mojokerto serta Mojoagung dan Mojowarno di Jombang. Luas wilayah kawasan 92,6 kilometer persegi yang batasnya di utara adalah Sungai Ngonto, di selatan hutan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jombang, batas di barat Sungai Gunting, dan batas di timur Sungai Brangkal.

Keputusan tidak berlaku ke belakang dan hanya berlaku ke depan sesuai asas penerapan hukum di Indonesia, sehingga tidak menggugat bangunan-bangunan yang ada seperti hotel, pom, dan sebagainya. Keputusan tersebut harus ditindaklanjuti dengan kajian kegiatan pembangunan di Trowulan untuk menjaga kelestarian situs-situs dalam kawasan. Jadi, semua kegiatan pembangunan di Trowulan harus berwawasan pelestarian.

Selanjutnya dilakukan heritage mapping. Setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menetapkannya sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun harus segera menyusun tata ruang Trowulan dan menetapkannya sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Trowulan dipastikan termasuk usulan 14 benda dan tempat bersejarah yang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional. Direkomendasikan akhir tahun 2013 berdasarkan bahasan tim ahli cagar budaya nasional yang dibentuk Pemerintah awal tahun 2013 sebagai amanat undang-undang. Tim akan menyeleksi benda dan tempat bersejarah lainnya.

Trowulan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional karena satu-satunya kota yang berdiri dari abad ke-1 ke abad ke-15 di Indonesia. Guru besar arkeologi Universitas Indonesia (UI) yang juga tim ahli cagar budaya nasional Mundardjito Otti mengakui bahwa pihaknya belum pernah menemukan bukti kota yang selengkap di Trowulan. Misalnya, di Trowulan ditemukan kanal, candi, dan kolam. Salah satu ciri kota ialah luas wilayahnya dan dilengkapi berbagai macam fasilitas umum.

Trowulan merupakan nama bekas kota Kerajaan Majapahit yang menjadi cikal bakal nusantara. Filosofi kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat zaman itu juga menginspirasi para pendiri negara-bangsa Indonesia. Misalnya, Bhinneka Tunggal Ika disebut dalam kitab Sutasoma. Pelajaran penting lainnya ialah toleransi beragama karena di Trowulan ditemukan makam Islam, padahal waktu itu zaman kerajaan Hindu-Budha. Di Trowulan juga ditemukan mata uang Cina dan Jawa yang berlaku saat itu.

Kita juga bisa memetik hikmah betapa karya seni dan budaya zaman itu yang tinggi. Seniman-senimannya jago banget memanipulasi tanah liat menjadi apapun. Orang Majapahit mampu mengolah tanah menjadi barang dan jasa. Peninggalan kejayaan Majapahit belum selesai dieksvakasi. Masih banyak peninggalan yang belum terungkap dan diharapkan sedikit demi sedikit ada titik terang tentang eksistensi Kerajaan Majapahit.

Berbagai nilai penting yang ditemukan di Trowulan itu yang menyebabkannya layak ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, terutama bagi ilmu pengetahuan, kebudayaan, sejarah, dan bangsa-negara Indonesia. Jika kita tidak menganggap betapa penting berbagai nilai itu, maka kita tidak akan peduli.

Kepala BPCB Trowulan Aris Soviyani, mengatakan Trowulan sangat layak ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional. Belum adanya penetapan itu cukup mempersulit instansi terkait untuk melakukan pelestarian dan pengawasan. Yang bisa dilakukan adalah menjaga situs-situs yang ditemukan terpisah-pisah.

Penyusunan tata ruang Trowulan dan penetapannya sebagai KSN amat diperlukan untuk mengatur kegiatan pembangunan yang dibolehkan dan dilarang dalam kawasan itu. Karena menjadi kawasan cagar budaya nasional, maka pengaturan tata ruang dan KSN-nya juga nasional. Setelah disusun tata ruangnya dan ditetapkan sebagai KSN, Pemerintah Kabupaten Mojokerto wajib menyesuaikan tata ruang wilayahnya dengan yang disusun Kementerian PU.

Selama ini tata ruang Trowulan mengikuti tata ruang wilayah Mojokerto. Tata ruang selain kawasan itu diatur Pemerintah Kabupaten Mojokerto, sedangkan pengaturan pelestarian dan pengawasan situs dilakukan BPCB Trowulan. Status Trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional mempunyai konsekuensi hukum yang luas, termasuk larangan kegiatan pembangunan yang berdampak negatif terhadap keberadaan situs.

Bangunan yang sudah ada dan yang akan dibangun harus dikaji dampaknya, apakah negatif atau positif. Selama ini pemerintah daerah setempat tidak mengkajinya dan kurang berkordinasi dengan BPCB Trowulan. Kalau dibiarkan, kita akan kehilangan bukti sejarah. Pengelolaan kawasan diupayakan bisa berdampak ekonomi kepada masyarakat sebagaimana rencana induk (masterplan) pengembangan kawasan Trowulan yang sudah dibuat dan dalam proses realisasi mulai tahun ini.

Masyarakat tidak perlu resah dengan aturan itu dan jangan menganggapnya malah mempersempit ruang gerak seperti yang disuarakan sejumlah warga Mojokerto yang menamakan dirinya Forum Lapangan Kerja. Masyarakat tetap bisa beraktivitas asalkan tidak mengganggu situs-situs yang ditemukan. Khusus perajian batu bata tradisional, BPCB Trowulan akan melakukan pendekatan yang terus menerus karena sejumlah ancaman bakal terjadi seperti penggalian tanah untuk bahan baku industri batu bata tradisional yang sudah berlangsung lama.

Ancaman lainnya ialah pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja (MSB) yang lokasinya tidak jauh dari kawasan situs yang sempat mendapat perlawanan pemerhati budaya dan sejarah, termasuk Save Trowulan. Penyelamatan kawasan situs dari upaya industrialisasi oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan pemaksaan kehendak oleh oknumnya telah melanggar peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang tentang Industri, Undang-Undang tentang Cagar Budaya, Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Pulau Jawa-Bali, serta Peraturan Menteri Kebudayaan dan Kebudayaan tentang Rencana Strategis Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010-2014.

Pengembangan situs-situs peninggalan Majapahit di Trowulan harus dilanjutkan. Masterplan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika kunjungan kerjanya ke Trowulan tanggal 3 Januari 2014. Proyek pengembangan kawasan yang mengacu kepada rencana induk itu pada intinya bertujuan agar situs-situs yang ada dapat terintegrasi dengan pengembangan potensi masyarakat di sekitarnya. Pemerintah pusat melalui Kemdikbud telah menyiapkan dana Rp 35,6 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014. Tahun-tahun sebelumnya pemerintah pusat juga mencairkan dana miliaran rupiah untuk perawatan, perbaikan, dan pengembangan sejumlah sel atau sektor beberapa situs di Trowulan.

Situs peninggalan kerajaan Majapahit ini awalnya bernama Museum Purbakala yang terletak di Dukuh Tegalan, Trowulan. Kemudian, namanya berubah menjadi Pusat Informasi Majapahit. Pada tahun 1979 dimulailah pembangunan Museum Majapahit yang terletak di Dukuh Segaran ini dan selesai tahun 1985. Setelah pemindahan seluruh artefak selesai, pada tahun 1987 museum ini resmi ditempati. Nama Museum Majapahit berlaku sekitar lima tahun lalu. Museum Majapahit di bawah pengelolaan BPCB Trowulan. Presiden meninjau situs rekonstruksi kampung Majapahit.

Pengembangan situs Trowulan telah dilakukan sejak tahun 2012. Proyek pengembangan situs ini akan rampung tahun 2017. Konsep pelestariannya terdiri atas perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Bulan Oktober 2013, arkeolog, budayawan, pakar, pemerintah, dan sejumlah pihak berkumpul untuk membahas pengembangan kampung Majapahit di Trowulan. Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto menyebutkan total rumah yang akan dibantu untuk pembangunan kampung Majapahit adalah 296 rumah.

Rinciannya, Desa Bejijong 200 rumah, Desa Sentonorejo 50 rumah, dan Desa Jatipasar 46 rumah. Biaya restorasi setiap rumah mencapai Rp 20-25 juta. Masing-masing rumah akan dibantu dana sharing antara Pemerintah Propinsi Jawa Timur Rp20 juta dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto Rp5 juta. Desa-desa dalam kawasan Taman Majapahit dirancang menyerupai suasana kampung Majapahit. Nantinya wilayah yang termasuk cagar budaya nasional akan ditata sehingga menjadi kota yang penuh sakral dan ritus.

Kerajaan Majapahit dibangun dengan tata kota yang telah memikirkan sistem pemerintahan, yakni manajemen dan struktur pemerintahan yang sudah berkembang zaman itu, yang memiliki jalan, ruang, irigasi, pemukiman, dan lain-lain dalam total hamparan 11 x 9 km, serta tinggalan monumental berupa candi dan kanal. Penguasaan sistem navigasi menunjukkan tingginya peradaban saat itu untuk menyatukan wilayah “Nusantara”. Budaya maritimnya memiliki pengaruh yang besar dan kuat di dunia.

Untuk melindungi situs Majapahit, Pemerintah harus segera mendaftarkannya menjadi warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Save Trowulan sebagai gerakan penyelamatan kawasan bekas Kerajaan Majapahit itu terbentuk karena Trowulan termasuk situs yang terancam di dunia menurut World Monument Fund (WMF), sebuah organisasi internasional di bidang pelestarian warisan budaya.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mesti serius melestarikan kawasan Majapahit di Trowulan. Kedua pihak harus memastikan proses restorasinya tanpa hambatan. Pembangunan bertujuan untuk menjadikan situs majapahit sebagai pusat informasi, edukasi, dan inspirasi atas kebesaran Indonesia di masa lalu. Daerah-daerah lain pun diharapkan bisa mengikuti langkah Jawa Timur. Kita bergembira jika Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengku Buwono X mempersiapkan Kota Yogyakarta sebagai Jogja Heritage City.

Majapahit merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di dunia. Kerajaan Majapahit menjadi inspirasi tersendiri bagi Indonesia. Di abad ke-14 Majapahit sudah berjaya, di abad 21 mestinya Indonesia lebih berjaya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: