imsitumeang

Selamat buat GanTeng!

In Uncategorized on f 26, 13 at 10:30 am

Pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Ery Nuradi (GanTeng) memenangkan pemilihan umum gubernur-wakil gubernur Sumatera Utara setelah memperoleh 1.604.337 suara (33,00 persen). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara yang mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Sumatera Utara Tahun 2013.

Pasangan lainnya, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan), memperoleh 1.027.433 suara (21,23 persen), Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) 1.183.187 suara (24,34 persen), Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (Charly) 452.096 suara (9,30 persen), Amri Tambunan-RE Nainggolan (Amri-RE) 594 414 suara (22,23 persen). Persentase perolehan suara GanTeng melebihi ambang batas, maka KPU Sumatera Utara memastikan pemilukada hanya sekali putaran.

Selamat buat GanTeng! Kalian memenangi pemilukada versi hitungan manual KPU Sumatera Utara dan hitungan cepat (quick count) lembaga-lembaga survei. Pemilukada pun relatif aman dan damai. Gejolak atau gangguan di beberapa lokasi hanya perkara biasa. Tapi pemilukada terbilang gagal. Rendahnya partisipasi dan banyaknya pelanggaran merupakan alasan yang memengaruhi perolehan suara masing-masing pasangan.

Jumlah golput lebih 50 persen. Artinya, jumlah warga yang terdaftar namun tidak menggunakan hak pilihnya melebihi perolehan suara semua pasangan peserta pemilukada. Siapa sesungguhnya sang pemenang? Pemenangnya: ‘golput’ atau golongan putih, sebutan bagi kelompok masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya karena berbagai alasan. Pemenang Pemilukada Sumatera Utara tahun 2009 juga golput kendati Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) yang terpilih, juga Pemilukada Medan kendati Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin yang terpilih.

Mirip pemilukada-pemilukada di beberapa wilayah, apakah itu pemilu legislatif (tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi) atau pemilu eksekutif (tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi), jumlah golput di Pemilukada Sumatera Utara tergolong banyak. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya tanggal 7 Maret 2013 berjumlah 776.920 jiwa. Angka ini hanya 36,62 persen dari 2.121.551 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sisanya, 63,38 persen golput.

Sumatera Utara bukan wilayah satu-satunya yang banyak golputnya. Pemilukada Jawa Barat sekitar 60 persen. Tapi untuk skala kota, Medan, misalnya, hanya 36 persen. Terlalu rendah. Hitungan cepat lembaga-lembaga survei mendata jumlah golput mencapai 50 persen atau lebih. Bayangkan!

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama KPU Sumatera Utara dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara jangan menganggap enteng persoalan ini . Pemutahiran data DPT tidak valid karena sulit mendeteksi perubahan jumlah penduduk (kelahiran, kematian, atau migrasi) bukan jawaban yang pas. Apalagi KPU Sumatera Utara menetapkan 10,3 juta pemilih dalam DPT, 1,7 juta di antaranya “bukan manusia”. Angka riilnya adalah 8,5 juta pemilih.

Demokrasi yang sebenar-benarnya adalah memotivasi masyarakat, utamanya pemilih, untuk memberikan suaranya. Partisipasi pemilih yang rendah karena dua penyebab, kesatu, sosialisasi yang kurang, baik penyelenggara pemilukada (KPU dan Bawaslu) maupun pemerintah provinsi, sehingga warga tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar dalam DPT; kedua, masyarakat yang apatis atau warga sengaja tidak menggunakan hak pilihnya kendati berkesempatan untuk menggunakannya.

Jika alasannya kurang sosialisasi, maka pemilukada di masa mendatang harus giat dimasyarakatkan. Tapi, jika alasannya masyarakat yang apatis, pekerjaan yang berat untuk memulihkan kesadaran masyarakat. Apalagi masyarakat kadung menganggap siapapun yang terpilih terbukti tidak sanggup memperbaiki pemerintahan dan pembangunan di wilayah Sumatera Utara.

Yang mengkhawatirkan ialah kelompok masyarakat yang berkesempatan untuk menggunakan hak pilihnya namun enggan memilih. Bagi mereka, memilih dan tidak memilih sama saja. Apatisme mereka bisa saja karena puas atas perkembangan selama ini atau, sebaliknya, karena putus asa. Berkali-kali pemilukada namun tidak bermanfaat untuk kebaikan wilayah ini. Masyarakat jenuh memilih, sejak presiden-wakil presiden, anggota legislatif pusat/daerah, gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, walikota-wakil walikota, hingga kepala desa (kades).

Tidak terpungkiri karena kita melihat, mendengar, dan merasakan sendiri, bahwa tidak terjadi peningkatan yang berarti dalam pembangunan dan pemerintahan. Meskipun begitu, seharusnya masyarakat jangan apatis dan tidak berpartisipasi dalam pemilukada. Bagaimanapun masyarakat harus tetap optimistis bahwa harapan masih tersisa jika mereka mau mengubahnya bersama-sama.

Yang lebih mengkhawatirkan justru golput karena warga tidak berkesempatan untuk menggunakan hak pilihnya, baik karena disengaja atau tidak disengaja oleh penyelenggara pemilukada maupun pemerintah provinsi. Penyelenggara pemilukada kongkalikong dengan petahana (incumbent) untuk menghilangkan hak pilih warga yang potensial memilih seteru atau pesaingnya atau tidak mendaftarkan pemilih potensial pasangan calon tertentu seperti modus kasus Pemilukada Jawa Timur tahun 2008 yang merugikan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) dan Pemilukada Jawa Barat tahun 2013 yang merugikan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Rieke-Teten).

Mirip gugatan perkara hasil Pemilukada Jawa Barat, Pemilukada Sumatera Utara juga rentan menjadi sengketa karena pelanggaran terstruktur, sistematis, dan massif di kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Makanya, ESJA dan GusMan mendaftarkan gugatan Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang berwenang atau mempunyai kekuasaan untuk mengadili, memeriksa, mempertimbangkan, dan memutus perkara perselisihan hasil pemilukada.

ESJA dan GusMan melaporkan kecurangan pemilukada yang melibatkan birokrat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara; Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara, serta Bupati/Walikota se-Sumatera Utara dan birokrat pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pelanggaran sistematis, terstruktur, dan massif yang serius dan signifikan mempengaruhi perolehan suara masing-masing pasangan sehingga mencederai konstitusi, demokrasi, dan hak warga. Penyalahgunaan kekuasaan oleh Gatot Pujo Nugroho selaku Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara melalui program dan fasilitas berkedok bantuan sosial (bansos), bantuan desa (bandes), beras untuk masyarakat miskin (raskin), serta bantuan lainnya seperti bantuan guru honorer dan bantuan alat pertanian. ESJA meminta MK mendiskualifikasi pasangan GanTeng dan menyatakan mereka yang di urutan kedua sebagai pemenang atau menyelenggarakan pemilukada ulang tanpa pasangan GanTeng.

Pola pelanggaran pemilukada memang berkembang. Pelanggarannya ialah mobilisasi dan ketidaknetralan birokrat, penyalahgunaan jabatan dan fasilitas/anggaran negara oleh calon incumbent, dan money politic yang marak. Biasanya MK memutus pelanggaran sistematis, terstruktur, dan massif dengan pemungutan suara ulang dan/atau penghitungan suara ulang dalam putusan akhir atau didahului putusan sela. Tidak hanya itu, MK menilai beragam pelanggaran tahapan pemilukada berdasarkan prinsip free and fair.

Masyarakat Sumatera Utara harus siap menerima putusan MK yang memerintahkan pemungutan suara ulang dan/atau penghitungan suara ulang di kabupaten/kota dan/atau bagian tertentu lainnya di wilayah pemungutan suara dalam perkara a quo serta majelis hakim membatalkan putusan KPU Sumatera Utara tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilukada Sumatera Utara. Selama ini putusan MK tentang penyelenggaraan pemilukada cenderung mengabulkan permohonan yang tidak terkait hasil penghitungan suara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: