imsitumeang

Melewati Tahun 2012

In Uncategorized on f 3, 13 at 9:46 am

Dalam hitungan jam, tahun 2012 segera terlewati. Tahun yang sebenarnya harapan agar pemerintah menjadikannya sebagai periode emas pemerintahan untuk bekerja keras atau all out memperbaiki segala aspek kehidupan publik.

Tahun 2012 ‘netral’ karena di pertengahan periode. Saat emas bagi pemangku kebijakan agar sungguh-sungguh berdedikasi untuk kepentingan hajat rakyat.

Tahun tersebut belum kritis menjelang akhir kekuasaan. Karenanya, tahun 2012 semestinya belum terecoki kegaduhan yang tidak penting.

Namun, kita menyaksikan justru sebaliknya. Tahun 2012 bukan menjadi periode emas pemerintahan untuk berlomba-lomba melakukan perubahan.

Tahun demi tahun berganti, tetapi tabiat pemangku kebijakan menghindari risiko masih saja mendominasi. Para pemimpin ragu, bahkan takut, mengambil langkah yang tidak populer tapi bermanfaat untuk jangka panjang.

Kegemaran mereka untuk mematut-matut dirinya demi pencitraan masih pilihan utama. Tidak mengherankan bila akibatnya pun kian lama.

Kebijakan menghemat energi agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat subsidi bahan bakar minyak (BBM), misalnya, hanya gaduh dalam wacana. Dalam praktik, kita masih terjebak krisis energi dan krisis fiskal.

Pemerintah bangga mengumumkan bahwa Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil ketika gejolak ekonomi global belum reda. Namun, mereka membangga-banggakan 6,3% pertumbuhan ekonomi nasional yang sebetulnya di bawah potensi optimal. Ekonomi Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan 8% yang berarti pemerintah tidak benar-benar bekerja keras untuk mewujudkannya.

Seraya membangga-banggakan pertumbuhan ekonomi, pemerintah menyembunyikan kesenjangan. Tolok ukurnya mencapai 0,41 tahun 2012. Angka tersebut membuktikan situasi yang kian gawat.

Persoalan lainnya, sebulan terakhir saban tahun penyerapan anggaran pemerintah tiba-tiba bisa melesat cepat. Padahal, biasanya lambat di awal tahun. Menakjubkan lantaran tren tersebut terus berulang.

Tahun 2012 segendang sepenarian. Penyerapan belanja modal yang masih berkisar 70,2% pertengahan bulan Desember dari total Rp123,5 triliun alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2012 bakal dikebut hingga minimal berkisar 80% akhir bulan Desember.

Berarti hanya 10 hari terjadi peningkatan serapan setidaknya 1% setiap hari. Kementerian Keuangan bahkan berani memperkirakan realisasi belanja modal masih mungkin meningkat sekitar 1,5% setiap hari.

Menakjubkan sekaligus memiriskan karena pemangku kebijakan di negeri ini ogah belajar. Metode ‘sistem kebut’ masih dianggap lumrah sehingga tetap dilakukan.

Padahal, penyerapan anggaran yang tergesa-gesa atau serampangan rawan penyelewenangan karena akuntabilitas yang lemah. Buktinya frekuensi kegiatan sejumlah institusi digenjot untuk menghabiskan anggaran. Amat mungkin pengawasan yang lemah juga acap dimanfaatkan untuk menangguk untung.

Di tengah kegetiran itu kita menyambut tahun 2013. Namun, kita tetap berharap bahwa kesempatan masih terbuka untuk bekerja keras memperbaiki segala aspek kehidupan publik. Masih banyak orang baik, cerdas, tulus, dan berani bersikap di tengah kepungan kedunguan pejabat publik di Republik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: