imsitumeang

Sikap Politik Partai Politik

In Uncategorized on f 3, 12 at 12:53 pm

Drama politik kita tidak banyak berubah. Penuh kepura-puraan dan akal-akalan, gampang berubah sikap, tetapi takut kehilangan muka. Sikap politik mirip bunglon.

Itulah cerminan sikap koalisi partai politik pendukung Pemerintah. Melalui fraksi-fraksinya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sikap mereka terhadap penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pun berubah-ubah. Di saat-saat awal mendukung penaikan harga BBM, tetapi di saat-saat akhir menolaknya.

Sikap “menolak” itu hakikatnya tidak sungguh-sungguh. Fraksi-fraksi Partai Golkar (PG), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beretorika atas nama kepentingan rakyat memang menolak penaikan harga BBM bersubsidi. Tetapi, sikap itu verbalisme karena substansial mereka menyetujui usulan Pemerintah untuk menambah materi ayat 6 Pasal 7 Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun 2012 (APBN-P 2012).

Pasal 7 ayat 6 undang-undang itu menyatakan bahwa harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Materi inilah yang dipertahankan fraksi-fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, dan Partai Hanura sejak Pemerintah menggulirkan usulan penaikan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah meminta DPR untuk mengubahnya agar Pemerintah memiliki kewenangan menyesuaikan harga BBM bersubsidi bila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia crude oil price/ICP) naik atau turun atau berubah dari asumsi APBN-P 2012 yang US$ 105 per barel.

Agar sikap mereka terkesan penolakannya, setiap anggota koalisi mematok persentase tertentu sebagai ambang perubahan harga BBM bersubsidi bisa menaik.

Fraksi-fraksi PG mengusulkan 15% (atau ICP di US$ 120,75 per barel) dalam 6 bulan dan PAN mengusulkan 15% dalam 30 hari. Fraksi-fraksi PKS mengusulkan 20% (ICP di US$ 126 per barel) dalam 90 hari, PKB mengusulkan 17,5% (ICP di US$ 123,38 per barel) dalam 30 hari, dan PPP mengusulkan 10% (ICP di US$ 115,5 per barel) dalam 30 hari. Persentase penaikannya berbeda-beda tetapi substansi sama bahwa partai politik pendukung Pemerintah, yaitu PG, PAN, PKS, PKB, dan PPP menyetujui penaikan harga BBM bersubsidi. Bandingkan semua persentase itu dengan PD yang jelas-jelas pro-kenaikan harga BBM bersubsidi yang mengusulkan 5% dalam 30 hari.

Rata-rata ICP atau harga minyak mentah selama 2 bulan awal tahun ini mencapai US$ 119 per barel. Tren harga minyak memang terus menaik. Jadi, partai-partai politik anggota koalisi sebenarnya buying time, menunda-nunda saja, supaya terkesan memihak kepentingan rakyat. Padahal, sikap politik mereka mirip bunglon yang penuh kepura-puraan dan akal-akalan, gampang berubah sikap.

Begitulah, masalah penaikan harga BBM bersubsidi menjadi pelajaran berharga bagi rakyat untuk menyimpulkan bahwa partai-partai politik anggota koalisi, semua partai politik yang pro-Pemerintah, hanya takut kehilangan muka. Drama politik kita tidak banyak berubah.

Pelajaran berharga lainnya, sekretariat gabungan partai politik pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kian mempertontonkan dirinya tak solid. PKS tegas menolak penaikan harga BBM bersubsidi, sedangkan sikap PG dan PPP menggantung. Hanya PD yang mendukung. Adapun PAN dan PKB, kendati sikapnya tidak cepat terketahui publik, arahnya mendukung kebijakan itu.

Pemerintah sendiri ternyata tidak mempunyai pilihan lain kecuali menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif dan cenderung melonjak. Alasannya, jika harga BBM bersubsidi bertahan, anggaran pendapatan dan belanja negara bakal bisa jebol. Itulah sebabnya, dalam APBN-P 2012 Pemerintah mengajukan penaikan Rp 1.500 harga premium.

Sikap politik mirip bunglon itu semakin mencolok karena persentase dan waktu penaikan harga BBM bersubsidi bisa mulur-mungkret setelah fraksi-fraksi partai politik bernegosiasi lewat lobi-lobi. Jadi, persentase penaikan harga BBM bersubsidi itu tidak teranalisis matang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: