imsitumeang

Indonesia Negara Otopilot

In Uncategorized on f 28, 12 at 7:55 am

Di lokasi strategis Jakarta terpajang spanduk-spanduk bertuliskan “Indonesia Negeri Autopilot”. Istilah autopilot (otopilot) dalam konteks perkembangan sebuah negeri bernama Indonesia bukan bermaksud puja-puji tapi sindiran. Sasarannya jelas: pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Memang begitu faktanya. Enak betul menjadi pemerintah. Sepertinya tak repot-repot mengatur negara. Ibarat pesawat yang terbang otopilot, Indonesia hidup otomatis tanpa pemerintahan. Negeri otopilot bermakna sebuah negeri yang rakyatnya bergerak tanpa bimbingan atau berjuang tanpa arahan.

Contohnya ekonomi yang bertumbuh 6,3% tahun 2011. Pemerintah tidur-tidur saja pun persentase pertumbuhan teraih dengan sendirinya. Tanpa perbaikan infrastruktur yang signifikan, toh Indonesia tetap bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi 8% tercapai jika Indonesia memiliki pilot alias pemimpin.

Contoh lainnya, pemerintah membiarkan pertumbuhan ekonomi itu mengurangi kemiskinan dengan sendirinya. Alhasil kemiskinan cuma berkurang 0,13%, jauh jika dibandingkan dengan patokan pemerintah, yakni 1% tiap tahun.

Pemerintah juga tak berupaya menegakkan hukum ketika terjadi konflik tanah. Tak mengherankan bila jumlah konflik agraria memesat, yaitu dari 22 kasus dan 5 orang korban tewas tahun 2010 ke 120 kasus dan 18 orang korban tewas tahun 2011.

Begitulah, pesawat otopilot yang terbang terlalu lama tidak selalu mulus landing dan take off. Di udara juga bisa terjatuh karena kehabisan bahan bakar, misalnya. Negara yang terlampau sering tanpa pemerintahan pun terjatuh karena rakyat habis kesabaran.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil alih kemudi negara untuk mengantarkan rakyat ke tujuan, yakni negara yang adil dan sejahtera.

Tanggapan miring pemerintah lantas terlontar karena menilai istilah itu menimbulkan mispersepsi di tengah rakyat bahwa Indonesia bak bergerak atau berjuang tanpa kontribusi pemerintah. Tak satupun negara tanpa pemimpin. Dan, pemimpin Indonesia bekerja demi kepentingan rakyatnya.

Misalnya, Financial Reform Institute (FRI) menyebut tulisan spanduk itu sensasi dan provokasi mereka berpikiran picik dan kebelet berkuasa. FRI menunjukkan fakta indeks kemiskinan menurun dari 2,08 persen di bulan Maret 2011 ke 2,05 persen di bulan September 2011, indeks ekonomi 6,5 persen tahun 2011 atau tertinggi di ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations), dan indeks inflasi 3,7 persen atau terendah di kawasan Asia Pasifik. Banyak lembaga internasional memprediksinya bertahan.

Jangan lupa, prestasi Indonesia yang meraih kembali peringkat Fitch’s Rating dan Moody’s Rating setelah menunggu selama 14 tahun. Pemeringkatan itu setara investment grade atau negara yang layak menjadi lokasi berinvestasi. Keduanya menyatakan ekonomi Indonesia sanggup bertahan terhadap guncangan sebagaimana tahun 2008.

Menurut pemerintah, fakta ekonomi tersebut membuktikan bahwa menyebut Indonesia negeri otopilot merupakan pemutarbalikan. Tujuannya buruk, yakni memperlemah citra Indonesia. Pemerintahan Soeharto menghabiskan waktu 30 tahun untuk meraihnya, sementara pemerintahan Yudhoyono hanya 7 tahun.

Boleh saja penilaian Moody dan Fitch menjadi senjata pemerintah untuk menjawab tudingan bahwa negeri ini bukan otopilot. Tapi jangan lengah, sebab tantangan yang dihadapi tetap berat. Ingat, penurunan peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia versi Bank Dunia tahun 2011 menjadi 129 dari 183 negara di dunia merupakan penurunan dibanding tahun 2010, yakni di posisi 126.

Yudhoyono dan jajarannya jangan lupa diri, merasa sukses di bidang ekonomi. Yakinlah, investor tidak akan berebutan untuk menggelontorkan dananya ke wilayah Indonesia selagi di Tanah Air masih berkeliaran mafia (anggaran, hukum), koruptor atau pencoleng uang dan aset negara, keamanan tak kondusif, upah tenaga kerja yang kurang, dan belum lengkapnya sektor pendukung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: