imsitumeang

Archive for Desember, 2011|Monthly archive page

“Tanah Konflik” untuk Pembangunan?

In Uncategorized on f 27, 11 at 11:00 am

Pembebasan tanah (land acquistion) menjadi momok kronis. Banyak proyek pembangunan terhenti atau terbengkalai (mangkrak) karena terganjal pembebasan tanah yang tak kunjung selesai. Saking rumitnya, pembebasan tanah kerap memakan korban, baik harta maupun raga. Kasus di beberapa daerah menandakan betapa buruk penyelesaiannya.

Nyatanya, pembebasan tanah kerap mengganggu dan menghambat pembangunan infrastruktur. Masalah klasiknya ialah banyak spekulan tanah yang bermain, harga tanah yang meningkat di luar logika, banyak tanah yang berstatus girik, penentuan dasar harga tanah yang tak sama antara pemerintah daerah dan konsultan, serta penolakan masyarakat karena terdapat fasilitas umum maupun pribadi.

Walhasil, banyak proyek pembangunan infrastruktur yang mangkrak. Eksesnya terhadap minimnya infrastruktur yang menyebabkan Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang tidak menarik di antara negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Pembebasan tanah dan minimnya infrastruktur adalah penyebab asing enggan berinvestasi langsung ke Indonesia, ditambah terbatasnya kawasan industri di Indonesia. Jadi, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadikan kegiatan lebih mudah, murah, efektif, dan efisien. Infrastruktur menjadi kunci kemajuan Indonesia.

Syukurnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanggal 16 Desember 2011 mengesahkan Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Undang-undang itu jelas membuka banyak harapan. Contohnya, memberikan kepastian hukum baik bagi masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.

Masyarakat sebagai pemilik tanah yang dibebaskan akan memperoleh kompensasi yang wajar. Pengusaha bisa menghitung keuntungan dan kerugian bisnisnya yang feasible dan reasonsible. Begitu pun pemerintah bisa segera merealisasikan program/kegiatan serta anggarannya. Pembebasan tanah ditangani tim independen yang menilai berdasarkan sejumlah kriteria yang transparan, akuntabel, dan kredibel.

Fakta membuktikan banyak pembangunan infrastruktur, entah jalan tol, jalan raya, jembatan, jalur rel, bandara, pelabuhan, waduk, irigasi, pasar, dan fasilitas publik lainnya mangkrak gara-gara masalah klasik tersebut. Padahal, infrastruktur bermakna strategis bagi kepentingan umum. Contohnya, pembangunan irigasi untuk lahan pertanian dan pasar di permukiman

Pembahasan undang-undang pembebasan tanah tidak mulus. Pro-kontra amat keras. Problemnya ialah definisi “kepentingan umum”. Jika definisi kepentingan umum kabur maka terbuka peluang bagi “perselingkuhan” pihak swasta (termasuk swasta asing) dan pemerintah yang berkepentingan atas tanah sebagai alat produksi.

Kasus tukar guling gedung sekolah menjadi gedung supermarket merupakan perampasan tanah masyarakat. Alasannya  demi kepentingan umum tetapi realitasnya demi kepentingan bisnis. Kasus pembongkaran pasar adalah contoh lain perampokan tanah oleh pemerintah dan kapitalis properti.

Pro-kontra juga amat keras karena pemerintah memaksa harga tanah rendah. Argumennya pembangunan untuk kepentingan umum. Masyarakat menganggap, pembebasan tanah untuk proyek infrastruktur merupakan bisnis yang menggiurkan. Untungnya bisa lebih 100 persen.

Jika harga tanah tetap rendah berarti pemilik tanah terpaksa berkorban demi kepentingan umum tetapi calo dan mafia tanah untung. Terjadi ketimpangan antara pihak yang untung dan pihak yang rugi.

Dalih bahwa pengesahan undang-undang ini memacu laju investasi sesungguhnya pengakuan jujur, karena memang untuk memancing investor (asing) makanya undang-undang disahkan. Investor enggan terbentur masalah pembebasan tanah yang (menurut mereka) menganggu produktivitas. Dan, pemerintah pun menuruti tuntutan investor.

Bertolak belakang dengan tuntutan petani yang bertahun-tahun mendesak reformasi agraria, pemerintah tak sedikit pun menggubrisnya. Program pembaruan agraria nasional yang merencanakan pembagian 8,1 juta hektar tanah kepada rakyat, yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seakan tiada bekas. Bandingkan dengan konflik tanah yang skalanya terus menerus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam perspektif itu posisi Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Bagaimanapun, masyarakat masih trauma karena jargon pembangunan untuk kepentingan umum tetapi menyengsarakan mereka. Sengketa atau konflik tanah tidak hanya di Mesuji. Masih ingat kasus Alas Tlogo dan kasus pembebasan tanah lainnya?

Karena itu, kontroversi seputar undang-undang itu hanya bisa terminimalisir oleh regulasi yang memihak rakyat, bukan pemodal. Regulasi yang menjamin terciptanya rasa keadilan dan kesejahteraan yang makin sulit terwujud.

Iklan

Kelas Menengah yang Bertumbuh

In Uncategorized on f 27, 11 at 10:55 am

Kompas, 19 Desember 2011, memberitakan kelas menengah yang bertumbuh di Indonesia akibat pertumbuhan ekonomi yang positif sejak tahun 2000. Konsumsinya menyumbang 70 persen dari pertumbuhan ekonomi. Tapi sejumlah pihak, termasuk pemerintah, tidak mengantisipasi potensinya.

Ekonomi Indonesia sempat mengalami pertumbuhan minus 13,13 persen setelah krisis tahun 1998. Tapi sejak tahun 2000, pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen yang, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, menumbuhkan sekitar 9 juta kelas menengah baru setiap tahun.

Bank Dunia menyebutkan, 56,5 persen dari 237 juta populasi Indonesia terkategori kelas menengah yang membelanjakan uangnya 2-20 dollar AS (sekitar Rp 18.000-180.000) per hari. Jadi, sekitar 134 juta kelas menengah Indonesia.

Disebutkan, jumlah kelas menengah Indonesia bertambah 45 juta orang dari jumlah tahun 2003. Sementara, dari 134 juta kelas menengah versi Bank Dunia, sekitar 14 juta orang membelanjakan uangnya 6-20 dollar AS (Rp 54.000-180.000) per hari.

Bank Dunia juga mencatat, kelas menengah Indonesia membelanjakan uangnya fantastis. Belanja pakaian dan alas kaki tahun 2010 mencapai Rp 113,4 triliun, belanja barang rumah tangga dan jasa Rp 194,4 triliun, belanja di luar negeri Rp 59 triliun, dan biaya transportasi Rp 238,6 triliun.

Di antara jumlah tersebut, kelas menengah-menengah yang berpenghasilan 6-10 dollar AS per hari dan kelas menengah-atas yang berpenghasilan 10-20 dollar AS per hari mengalami pertumbuhan terbesar dibandingkan kelas menengah-bawah yang berpenghasilan 2-6 dollar AS.

Lembaga riset Inggris, Euromonitor, menyebutkan, tahun 2020 sekitar 60 persen penduduk Indonesia berpendapatan Rp 7,5 juta per bulan atau 10.000 dollar AS per tahun. Jadi, 8-9 juta warga Indonesia yang menjadi kelas menengah.

Belanja mereka menyumbang pertumbuhan ekonomi domestik (PDB). Artinya, konsumsi berkontribusi sangat besar dalam struktur perekonomian Indonesia, yakni sekitar 70 persen. Fenomena mereka berdampak multiplier. Misalnya, peningkatan permintaan tidak saja jasa penerbangan dan telekomunikasi, tapi juga otomotif.

Pengguna jasa penerbangan meningkat. Angka kepadatan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta per akhir bilan November 2011 menyebutkan, Januari-Oktober 2011 tercatat 41 juta penumpang memenuhi terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jumlah di atas kapasitas bandara yang hanya 18 juta penumpang.

Pengguna telepon seluler di Indonesia melebihi jumlah penduduk, yakni sekitar 280 juta pelanggan. Tahun 2010, sekitar 4 juta di antara mereka pengguna telepon pintar yang akan meningkat menjadi 16,3 juta pelanggan tahun 2014.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam KOMPAS100 CEO Forum bertema “Perekonomian Indonesia 2012” kerjasama Harian Kompas dan PT BNI Tbk di Jakarta, Senin (12/12), mengakui terjadi peningkatan penjualan otomotif, baik kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

Penjualan kendaraan roda empat tahun 2011 mencapai 880.000 unit, meningkat dari 764.710 unit tahun 2010. Penjualan sepeda motor tahun 2011 mencapai 8,1 juta unit, meningkat dari 7,372 juta unit tahun 2010. Penjualan optimistis meningkat tahun-tahun mendatang jika momentum pertumbuhan ekonomi terjaga.

Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia masih mungkin. Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi sekitar 6,7 persen tahun 2012. Asumsi makro antara lain menyebutkan, setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen menciptakan 450.000 lapangan kerja baru. Jadi, sekitar 30 juta orang bakal memperoleh pekerjaan.

Kenaikan penghasilan pegawai negeri sipil dan kartawan swasta terlihat dari simpanan masyarakat di perbankan yang melonjak. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tanggal 24 November 2011 menyebutkan, simpanan bank umum bulan Oktober 2011 mencapai Rp 2.625 triliun, menaik Rp 38,18 triliun dibandingkan bulan September 2011. Jumlah rekening juga mengalami pertumbuhan dari 100,324 juta rekening bulan September 2011 menjadi 100,681 juta rekening bulan Oktober 2011.

Kenaikan simpanan yang terbesar. Nominalnya di atas Rp 5 miliar, yakni Rp 23,22 triliun. Per akhir bulan Oktober 2011, total simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 1.081 triliun atau 41,21 persen dari seluruh simpanan di bank.

Pertumbuhan kelas menengah menjadi backbone (tulang punggung) pertumbuhan ekonomi Indonesia masa super-cycle tahun 2025-2030. Berkat mereka, Indonesia menjadi perekonomian terbesar keenam. Kelas menengah terus mengalami pertumbuhan hingga periode tersebut.

Super-cycle merupakan periode perekonomian dunia mengalami pertumbuhan yang cepat sebagai dampak kombinasi beberapa faktor, misalnya teknologi dan sumberdaya alam. Dalam periode tersebut, Eric menyebutkan, ekonomi Indonesia bisa di bawah Amerika Serikat, India, Brasil, dan Jepang.

Kita seharusnya memanfaatkan momentum pertumbuhan kelas menengah sebagai potensi untuk merangsang investasi. Penulis buku laris Asia Hemisfer Baru Dunia, Kishore Mahbubani, menyebutkan, Indonesia sebagai negara yang pertumbuhannya bersama kebangkitan ekonomi Asia.

Hanya saja, berbagai pihak, termasuk pemerintah, tidak mengantisipasi pertumbuhan kelas menengah. Hatta mengemukakan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan investasi di dalam negeri agar industri manufaktur di dalam negeri bergerak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Yang terjadi, impor buahan-buahan dan sayuran Indonesia mencapai Rp 17,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri. Ironisnya, Indonesia juga mengimpor produk ikan dan garam. Belakangan, ratusan perusahaan waralaba asing mengincar pasar Indonesia.

Negara Maritim Hanya Utopi?

In Uncategorized on f 19, 11 at 10:29 am

Tahun 2025, 14 tahun lagi, Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maritim yang maju, mandiri, dan kuat di dunia. Sayangnya, target yang dicanangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad tidak berlanjut. Penggantinya, Sharif Tjitjip Sutardjo, justru fokus mengembangkan industrialisasi perikanan di Tanah Air mulai tahun 2012. Pilot project-nya di 5 kawasan perikanan tangkap dan 5 kawasan perikanan budidaya.

Minapolitan ala Fadel sejatinya menuju industrialisasi perikanan ala Sharif. Namun rencana kerja Sharif jangan melawan rencana strategis pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2010-2014, yang memuat visi, misi, dan grand strategy “Indonesia menjadi negara maritim”. Targetnya: revolusi biru! Yakni perubahan berpikir dari daratan ke maritim yang berkonsep pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi kelautan dan perikanan melalui program nasional minapolitan yang intensif, efisien, efektif, dan integral.

Indonesia bukan tidak memenuhi syarat mewujudkan minapolitan. Kita menuju “Indonesia menjadi negara maritim” setelah Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957 diikuti Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1982. Berkat deklarasi dan konvensi, luas wilayah Indonesia bertotal 5,9 juta kilometer persegi, yaitu 3,2 juga kilometer persegi wilayah laut teritorial dan 2,7 juta kilometer persegi wilayah laut zona ekonomi eksklusif. Luas wilayah daratannya hanya 1,9 juta kilometer persegi. Daratan tersebut termasuk perairan seperti danau, situ, sungai, muara.

Fakta luas wilayah tersebut modal untuk mewujudkan target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Dalam rencana tersebut, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maritim yang maju, mandiri, dan kuat di dunia tahun 2025. Sayangnya, target tersebut tidak diikuti implementasi. Kita hanya memiliki road map sebagai strategi untuk menuju Indonesia menjadi negara maritim tapi tanpa implementasi.

Pemerintah masih membuka kran impor ikan untuk industri pengolahan ikan yang kesulitan bahan baku yang justru makin memarjinalkan nelayan dan pembudidaya, juga pelaku industri pengolahan ikan. Sembari meningkatkan produksi perikanan, pemerintah sebaiknya membenahi sistem logistik dan distribusi ikan untuk ketersediaan bahan baku industri pengolahan ikan dari fishing area yang menjadi sentra produksi perikanan ke sentra usaha pengolahan di Jawa dan Bali serta mengarahkan investasi usaha pengolahan ikan ke daerah yang dekat sentra produksi perikanan.

Pengembangan minapolitan menjadi pusat pertumbuhan daerah, regional, dan nasional yang mengoptimalkan keunggulan komparatif dan kompetitif ternyata mensyaratkan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergitas pusat-daerah menyangkut komitmen pembiayaan, personil, dan fasilitas, pemilihan komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, kestrategisan lokasi yang merujuk komoditas unggulan; kesesuaian lokasi dengan rencana strategis, rencana tata ruang wilayah, dan rencana program investasi daerah; ketersediaan unit produksi, pengolahan, pemasaran, dan unit lainnya; permodalan, penyuluhan dan pelatihan, serta ketersediaan data dan informasi potensi.

Krisis bahan baku semestinya tidak terjadi jika pemerintah benar-benar mengelola potensi kelautan dan perikanan di seluruh wilayah Indonesia. Impor ikan hanya mungkin jika keadaannya sungguh darurat tapi membarenginya dengan kegiatan program nasional minapolitan. Pengembangan minapolitan melalui penyediaan kapal dan pengusahaan budidaya di seluruh kabupaten/kota yang berpotensi perikanan, pengolahan hasil perikanan tangkap dan perikanan budidaya, serta pemasaran hasilnya.

Konsep karakter negara bahari jangan hanya wacana. Jangan bermimpi mengikuti jejak kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kebijaksanaan Pemerintah membuktikannya: impor ikan dan garam. Ironis! Anehnya, pencurian ikan justru meningkat signifikan dari tahun ke tahun. KKP mendata, selama tahun 2005-2011 tertangkap 1.162 kapal ikan asing di perairan Indonesia. Negara rugi US$ 10-23 juta atau Rp 90-2000 miliar per tahun.

Industri perikanan berperan sebagai leading sector. Industrialisasi perikanan menyangkut pemanfaatan optimal sumberdaya kelautan dan perikanan yang berarti meningkatkan produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan atau semakin besar nilai tambah kegiatan ekonomi dan meluaskan ruang lingkup kegiatan nelayan dan pembudidaya ikan atau semakin luas lapangan kerja mengimbangi pertambahan jumlah penduduk.

Industrialisasi perikanan bisa gagal tanpa memahami revolusi biru. Tapi industrialiasi perikanan bukan obat mujarab (a panacea) mengatasi keterbelakangan. Tidak ada faktor produksi, atau kebijaksanaan, atau sektor yang sanggup sendirian mengatasi ketertinggalan kelautan dan perikanan. Indonesia menjadi negara maritim adalah muara tujuan pembangunan. Jika tidak, semuanya hanya utopia yang mirip target di bidang lain. Ujung-ujungnya, kita hanya gigit jari.

Filosofi Bola Barcelona Nan Atraktif

In Uncategorized on f 13, 11 at 6:29 am

El clasico ibarat laganya semua laga sepakbola. Atensi dan apresiasi pecinta sepakbola menjelang laga Barcelona versus Real Madrid meningkat di belahan dunia. Laga bergengsi itu kembali digelar di Santiago Bernabeu, Minggu (11/12) pagi WIB. Lebih diunggulkan karena statistik pertandingan sebelum laga dan sebagai tuan rumah, jutaan mata, baik Cules maupun Merengues, menyaksikan kegagalan Los Galacticos menghentikan Los Fantasticos. Tidak terdengar Hala Madrid, yang berkumandang malah teriakan Visca El Barca!

Los Azulgranas biasanya berpakem 4-3-3. Artinya, 4 pemain belakang, 3 gelandang, dan 3 penyerang. Beberapa kali mencoba 3-4-3 tetapi menghadapi Real Madrid semestinya Guardiola memilih 4-3-3 mengantisipasi serangan baliknya yang cepat dan bisa mematikan. Ternyata permainan Barcelona berpola 3-4-3, banyak pemain tengah agar sering menguasai bola dan menyerang. Keberanian melawan seteru abadi yang mengandalkan counter attack itu pun berbuah manis.

Gol Alexis Sanchez setelah umpan brilian kandidat peraih Ballon d’Or tiga kali berturut-turut, Lionel El Pulga Messi, yang beraksi sendirian di wilayah pertahanan lawan; tendangan deflected Xavi Hernandez di luar kotak penalti yang membentur bek Marcelo dan berbelok arahnya sehingga kiper sekaligus kapten Iker Casillas tidak bisa menjangkaunya, dan heading Cesc Fabregas menerima umpan crossing bek Dani Alves memperpanjang dominasi sang juara bertahan La Liga. Barcelona sempat terhentak oleh striker El Real Karim Benzema yang melesatkan gol tercepat dalam sejarah el clasico menyusul blunder kiper Victor Valdes ketika 23 detik setelah kick off babak kesatu.

Kesimpulannya, gaya permainan El Barca Es Mas Que Un Club masih di atas level El Real. Barcelona mempermalu Real Madrid karena kelihaian lini tengahnya, taktik brilian Guardiola, dan mental juara penggawa Barca. Kepada La Sexta usai pertandingan, Xavi yang penampilannya ke-600 berseragam The Catalans meyakini, bahwa “Kami jauh lebih superior hari ini. Kami bermain berani. Kami tidak bisa meraih kemenangan tanpa bermain sempurna di setiap lini,” ucapnya. Presiden El Barca Sandro Rosell juga lugas menyatakan, bahwa Barca tidak sulit berduel dengan tim sehebat El Real.

Rivalitas klasik yang mendarah daging di antara Barcelona dan Real Madrid, The Special One menitahkan pasukan Si Putih mengalahkan pasukan Si Biru-Merah. Marca memberitakan 10 titahnya, yakni tidak kebobolan terutama di interval 45 menit babak kesatu, Madridista bakal membuat Santiago Bernabeu layaknya neraka, jangan merisaukan wasit tetapi mewaspadai kartu, memanfaatkan bola-bola udara sebagai kelemahan Barca, jangan kehilangan ball possession, tidak membuka ruang di lini belakang, memerhatikan intensitas, tekanan, kecepatan, dan ritme; mengantisipasi ekstra keras mobilitas pemain Barca, full konsentrasi dan koordinasi pergerakan antarpemain, serta karena mempertaruhkan harga diri maka jangan cemas bermain.

Kiranya 10 titah El Speciale da Una bertujuan untuk melumpuhkan tiki-taka ala Barca. Di jagat sepak bola, tiki-taka adalah gaya bermain yang mengandalkan bola menyusuri tanah atau sesekali di atas kepala, passing (umpan) panjang pendek yang akurat ke semua arah, fokus memerhatian gerakan bola, melakukan gerakan tanpa bola, dan mengalirkan bola ke semua area; passing segitiga atau melingkar, baik ke kaki maupun ke dada dan kepala; serta menguasai bola sebanyak mungkin dan menjebol gawang lawan sebanyak-banyaknya. Setiap menjelang pertandaingan, entrenador Guardiola selalu mengajak pasukannya membuktikan bahwa Barca merupakan tim terhebat di dunia. Barca pun menjelma sebagai team to beat yang dihindari lawan.

Buku The Linguistics of Football mencatat, istilah tiki-taka mengemuka ketika Andres Montes, wartawan televisi La Sexta, mengucapkan “Estamos tocando tiki-taka tiki-taka” atau “Kami bermain tiki-taka tiki-taka”, ketika mengomentari laga tim Spanyol kontra tim Tunisia di Piala Dunia 2006. A style of possession football originating from Spain is tiki-taka. Simple football and possession football = total football = tiki-taka. Jadi, esensi tiki-takanya sama dengan total fooball: “Pemain bertahan dan penyerang memiliki porsi yang sama.” Tak ada transisi saat menyerang atau sebaliknya.

Barcelona mulai mengusung filosofi ini dekade 70-an sejak kepelatihan Rinus Michels dan Johan Cruyff sebagai pemainnya. Setelah melatih dekade 80-an, Cruyff mematangkannya dan banyak pelatih yang terus menerus menjadikannya sebagai ciri khas Barca, termasuk Guardiola yang berusaha menyempurkannya. Frank Rijkaard juga mempraktikkannya kendati tidak kentara.

Tiki-taka versi Guardiola lebih cepat dan pressure-nya lebih ketat ketika kehilangan bola dan mendominasi ball possession. Ditopang punggawa lulusan La Masia yang memiliki bakat, skill, dan stamina semisal Xavi, Andres Iniesta, dan Messi, pemain-pemain Barca kerap menggiring bola selama atau sejauh mungkin tanpa khawatir terkuras tenaganya dan kehilangan bola. Pengecualian bagi Messi, justru ia sering mencetak gol dan memberi assist. Tiki-taka plus kejeniusan pemain-pemainnya menjadikan Barca sebagai tim terbaik di dunia.

Mereka memiliki filosofi bermain yang menjadikannya sebagai tim atraktif yang disegani dan dihormati. Bandingkan dengan pendekatan Mourinho yang pragmatis, tim tidak harus bermain indah atau berformasi catenaccio meredam ritme tiki-taka karena yang terpenting ialah skornya. Resep yang ampuh saat ia menukangi Inter Milan, bukan Real Madrid. Pemain legendaris Real Madrid, Alfredo Di Stefano, menyebutnya sepakbola “tanpa kepribadian”. Jika terbukti Barca memenangi kembali laga bergensi tersebut, tidak terlalu mengejutkan.

Dalam lima laga terakhir di La Liga, Messi cs mencatat empat kali menang dan hanya sekali seri. Skor fantastisnya 6-2 di Santiago Bernabeu tanggal 3 Mei 2009. Ketika pertemuan terakhir di kandang El Real Madrid, kedua tim imbang, 1-1. Sedangkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, El Real hanya menang sekali, yakni final Copa Del Rey tanggal 21 April 2011 setelah gol tunggal Cristiano Ronaldo memasuki injury time. Sejak itu El real tak berkutik setiap bertemu Barca, yakni dua kali seri di semifinal Liga Champions 2010-2011 dan dua kali kalah di Piala Super Spanyol 2011.