imsitumeang

Yudhoyono yang Gemar Gosip dan Show

In Uncategorized on f 25, 11 at 4:33 am

Dalam sistem presidensiil, presiden berhak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Mengangkat si A atau si Z dan memberhentikan si B atau si Y, merupakan hak prerogatif presiden. Hak prerogatif tersebut lumrah bagi presiden.

Konstitusi menganut sistem presidensiil. Karenanya, bukan persoalan jika presiden menggunakan metode apa pun dalam menunaikan amanat konstitusi. Kita menghormati keputusannya.

Presiden memiliki kebebasan memilih metode untuk mengangkat dan memberhentikan menterinya, mestinya, juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia boleh menggunakan telepon ala Pak Harto, menunjuk tim penilai, atau fit and proper test seperti saat memilih menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Lalu, mengapa urusan biasa itu menjadi gaduh dan genting? Saban kali isu reshuffle mencuat, bersamaan publik menyaksikan tontonan betapa luar biasa urusan rombak-merombak kabinet itu.

Partai politik memasang kuda-kuda. Berbagai kalangan menganalisis dan menebak-nebak siapa menteri yang bakal lengser dari kabinet dan siapa menteri yang bakal masuk ke kabinet.

Gosip daftar calon yang lengser atau masuk pun beredar, dari yang serius ke yang canda. Celakanya, Yudhoyono tangkas menanggapi gosip itu. Ia memastikan nama yang beredar bukan darinya. Yudhoyono menjelaskannya berkali-kali.

Yudhoyono khawatir orang-orang bakal mengamuk karena namanya masuk daftar gosip tapi ternyata tidak menjadi menteri. Karenanya, di berbagai kesempatan, baik di Cikeas maupun di Istana, ia mengelak daftar gosip yang sebenarnya tidak penting itu.

Sembari menangkal gosip, Yudhoyono membeberkan apa dan bagaimana maksud reshuffle. Juru bicara presiden dan staf khusus pun turut menjelaskan mekanisme Presiden. Mereka pun mengumumkan tanggal reshuffle kepada publik.

Bukan main sibuknya mereka menebar berita bahwa Yudhoyono sangat serius merencanakan reshuffle. Liputan media massa dari pagi ke malam, dan sebaliknya. Sampai-sampai Presiden berkantor di rumah pribadinya, demi mematangkan reshuffle. Makanya, mengherankan jika Presiden sangat risau perihal gosip daftar calon menteri.

Bukankah tak ada asap ‘show’ kalau tidak ada api ‘reshuffle’? Hingga kapan kita tersandera pentas goshow alias gosip dan show reshuffle yang lebai? Semakin lama kita menyaksikan tontonan remeh-temeh itu, semakin gaduh suasananya, terlalu banyak spekulasi, yang ujung-ujungnya hanya ketidakpastian.

Padahal, menumpuk pekerjaan rumah yang mesti selesai. Infrastruktur yang tidak membaik, negeri jiran yang terus-menerus mencaplok wilayah perbatasan, dan korupsi yang merajalela adalah contoh yang sangat membutuhkan penyelesaian.

Jangan karena pening menyelesaikan pekerjaan rumah yang bertumpuk, Anda ‘menghibur’ rakyat dengan pentas goshow reshuffle. Apalagi, setelah drama hiruk pikuk selama tiga pekan berakhir antiklimaks, yaitu susunan kabinet yang tak mampu menyapu kabut gelap di langit Republik Indonesia.

Ringkasnya, Yudhoyono gagal menunjukkan arah yang meyakinkan publik bahwa di akhir masa pemerintahannya nanti dia akan menghasilkan kinerja yang mengesankan rakyat. Perombakan kabinet lebih seru seremoninya ketimbang substansinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: