imsitumeang

Realisasi Anggaran Belanja Negara yang Seret

In Uncategorized on f 18, 11 at 10:29 am

Penyerapan anggaran belanja negara masih seret. Penyerapan hanya sekitar 36% kendati periode tahun anggarannya memasuki bulan keenam. Misalnya, 10 kementerian/lembaga (K/L) kuartal I tahun 2011 mencatat penyerapan yang rendah atau rata-rata 3,5%. Padahal, 10 kementerian tersebut mendapat belanja modal terbesar, yaitu Rp 111,6 triliun atau 82% total anggaran belanja modal dalam APBN 2011 yang mencapai Rp 138 triliun.

Ke-10 kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pertahanan, Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perdagangan.

Kinerja tersebut termasuk lamban dibanding performa tahun anggaran silam. Beberapa alasannya, antara lain kabinet yang masih baru, sistem anggaran yang baru, dan pemegang kuasa anggaran yang juga baru. Faktor sesungguhnya yang menyebabkan keterlambatan penyerapan anggaran belanja modal adalah tender dan pelaksanaannya terutama jika proyek fisik. Demikian penilaian Kementerian Keuangan.

Seharusnya, penyerapan anggaran bukan masalah. Karena, setelah tahun anggaran dimulai, sistem dan mekanisme penganggaran otomatis bekerja karena anggaran berdasarkan program yang bakal dilaksanakan. Bukan sebaliknya, anggaran mencari program.

Kelambanan penyerapan anggaran membuktikan kapasitas kabinet yang minim. Mengatasinya, kabinet memerlukan spirit get things done. Persoalannya, spirit itu sangat kurang dimiliki kabinet sekarang. Padahal, kapasitas kabinet yang terbatas dapat diatasi berkat spirit get things done. Kini, hampir delapan bulan kabinet terbentuk tetapi kinerjanya belum signifikan. Hanya wacana. Program kabinet sebelumnya pun tidak segera dieksekusi, malah kembali diwacanakan tanpa selesai. Padahal, atasan menteri-menteri kabinet adalah presiden yang sama.

Program “heroik” Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, debottlenecking alias membuka “sumbatan” atau masalah perekonomian, justru tak lagi terdengar. Rapat kerja kabinet antara menteri dan gubernur di Istana Cipanas, Jawa Barat, serta rapat kerja kabinet plus gubernur yang diperluas di Tampaksiring, Bali, juga tak jelas implementasinya. Padahal, acara demi acara tersebut melahirkan agenda yang ambisius.

Tugas pemimpin antara lain menetapkan tujuan, kemudian menjaganya agar terlaksana sesuai target. Tantangan kepemimpinan presiden dan wakil presiden sebagai kepala pemerintahan ialah menerobos kebuntuan dibantu anggota kabinet yang mengimplementasikan programnya, get things done. Membuka “sumbatan” perekonomian terutama proyek fisik yang dibiayai anggaran belanja negara.

Kita memprihatinkan kelambanan penyerapan anggaran belanja negara yang masih seret. Kendati digenjot semester berikutnya, kita merasa cemas, terutama menyangkut kualitas, kredibilitas, dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Apalagi, anggaran belanja negara meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun 2004 hanya sekitar Rp 400 triliun, kini Rp 1.126 triliun, atau bertambah hampir tiga kali lipat. Korelasinya adalah apakah lonjakan anggaran belanja negara mengurangi pengangguran dan kemiskinan? Bagaimana pengalokasian dan penggunaan uang sebanyak itu?

Anggaran belanja negara tahun 2011 dilengkapi indikator kinerja mulai dari penyediaan 3,2 juta tenaga kerja hingga ke penurunan kemiskinan antara 11,5-12,5%. Mereka yang seharusnya menjadi target utama realisasi anggaran belanja negara.

Kita berharap, anggaran belanja negara menjadi salah satu instrumen mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekaligus mengurangi kesenjangan sosial. Jika tidak, realisasi anggaran belanja negara tahun 2011 bukan perkembangan riil di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: