imsitumeang

Isu Mafia Hanya Wacana

In Uncategorized on f 21, 11 at 10:16 am

Sering dibahas mafia hukum dan mafia pajak. Juga mafia pengadilan, pertambangan, kehutanan, perikanan, dan mafia narkotika. Banyak praktik mafia.

Persoalannya, keadaan menjadi absurd karena wacana bahaya mafia hanya menyebabkan kegaduhan dan kehebohan ketimbang menggalang upaya mengatasinya. Semuanya tak berdaya. Tidak hanya masyarakat yang mengeluh, juga kalangan pemerintah. Bisakah disimpulkan negara kalah melawan mafia?

Lazimnya mafia hanya marak jika pemerintah tidak lagi efektif dan efisien berkuasa, tatanan nilai dan moral masyarakat mengalami kedodoran. Praktiknya menjadi leluasa jika pemerintah sebagai pemegang otoritas tertinggi penyelenggaraan kenegaraan tidak bertindak tegas menegakkan aturan dan menindak pelanggar hukum.

Tidak penting membahas kapan mafia menjadi praktik yang marak di Indonesia, jauh lebih penting mengapa mereka berkiprah leluasa. Ironisnya, keprihatinan begitu hebat tetapi tidak jelas sosoknya. Di beberapa negara seperti Italia dan Amerika Serikat, mafia memang organisasi kejahatan yang rapi dan solid. Mafioso mewujudkan diri sebagai orang terhormat. Bahkan, mafioso sering diartikan sebagai “manusia terhormat”.

Jelas, mafioso bukan orang-orang kecil yang mencuri karena lapar. Mafioso adalah orang-orang cerdas tetapi rakus, yang berhasil mengorganisasi kejahatannya dan menyamarkannya. Seperti mafia Sisilia, masyarakat terkecoh karena mafioso menyelinap ke pemerintahan, parlemen, kepolisian, kejaksaan, bahkan menjadi pemuka agama.

Namun, sehebat-hebatnya budaya mafia di Italia dan Amerika Serikat tersebut, sindikat kejahatannya bisa diberantas karena penegakan hukum yang konsekuen dan konsisten. Penegakan hukum yang tidak tegas atau tidak konsekuen dan konsisten di Indonesia hanya memberi keleluasaan kepada mafioso. Hukum diperjualbelikan tanpa mempedulikan prinsip keadilan.

Kita memprihatinkan mafia di Indonesia praktiknya sudah merebak. Tidak hanya masyarakat, kalangan pemerintah juga mewacanakan bahaya mereka. Mengapa pemerintah tidak tegas melawan mafia hukum, pajak, pengadilan, pertambangan, kehutanan, perikanan, dan mafia narkotika.

Sejauh ini, pengungkapan banyak praktik mafia hanya wacana. Bahkan, hanya berputar-putar di tempat. Tanpa terobosan. Akibanya, orang-orang berspekulasi, jangan-jangan pemerintah takut melawan mafia. Jika pemerintah takut atau tidak berdaya melawan mafia, hanya tersisa sedikit waktu menuju kehancuran dan kekacauan bernegara.

Contohnya, tanggal 17 Januari 2011 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan instruksi guna mengungkap kasus Gayus HP Tambunan, tetapi belum ada hasil signifikannya. Padahal, instruksi presiden menyangkut kewibawaan pemimpin nasional yang memperoleh 62% mandat Pemilu 2009.

Isu Gayus pun meredup. Instruksi tanpa aksi menjadi alasan untuk mendelegitimasi pemerintah! Negeri ini kembali hiruk-pikuk berbagai kasus yang baru, termasuk kekerasan bernuansa agama. Isu-isu silih berganti tetapi tanpa solusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: