imsitumeang

Irak Setelah Ditinggal Amerika Serikat

In Uncategorized on f 30, 10 at 6:46 am

Bisakah Irak menjelma menjadi negeri yang aman, damai, rukun, dan demokratis setelah ditinggal pasukan Amerika Serikat? Pertanyaan yang mengemuka setelah Amerika Serikat berancang-ancang meninggalkan Irak.

Kita masih mengingat, lebih tujuh tahun silam Presiden Amerika Serikat George Walker Bush menerjunkan pasukan Amerika Serikat didukung sekutu-sekutunya kendati dikecam dunia. Tujuannya, menggempur Irak. Hanya 20 hari Baghdad, ibukota Irak, dikuasai. Rezim Saddam Hussein pun ditumbangkan.

Tidak ada satu pun alasan yang membenarkan invasi militer Amerika Serikat. Semula Amerika Serikat selalu menyatakan bahwa Irak harus dihukum karena memiliki senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD). Tetapi, alasan tersebut tuduhan yang tidak pernah bisa dibuktikan. Kita bisa menduga motif sebenarnya tidak hanya dilatari penggulingan Saddam tapi sekaligus menguasai sumberdaya minyak dan gas di sana.

Jadi, mengapa Bush menggulingkan Saddam bukan lagi pertanyaan yang belum terjawab. Tentu saja, Amerika Serikat ogah mengungkap alasan sebenarnya, hingga akhir bulan ketika mereka menarik 170.000 tentaranya dan menyisakan 50.000 personil. Sisanya ditarik akhir tahun 2011.

Keputusan Amerika Serikat menarik pasukannya sebagai perwujudan janji Presiden Barack Hussein Obama. Obama juga berjanji, sisa tentara Amerika Serikat tidak lagi pasukan tempur tetapi penjaga keamanan.

Bagi Amerika Serikat, pasukannya harus ditarik karena alasan perang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Padahal, perang di Irak menewaskan sekurang-kurangnya 4.400 tentara Amerika Serikat dan ribuan penduduk sipil Irak. Perang juga menghabiskan biaya kurang lebih Rp 27.000 triliun.

Lantas, apa yang diperoleh rakyat Irak? Hanya kehancuaran. Mereka saling membunuh. Ribuan orang tewas dan menderita karena kehilangan rumah, saudara, orangtua, istri, anak, dan kerabat lainnya. Infrastrukturnya hancur, gedung-gedungnya juga hancur. Sumber perekonomian mereka berantakan. Irak menjelma menjadi bangsa yang tercabik-cabik.

Demokrasi yang disebut-sebut Bush untuk negeri itu hingga kini tidak jelas bentuknya. Lima bulan sejak pemilu digelar bulan Maret 2010, hingga kini belum terbentuk pemerintah yang baru. Tarik menarik di antara elit dan partai masih saja terjadi.

Akan seperti apa nasib Irak, hingga kini belum jelas. Di sana terjadi pertarungan antarkelompok yang berlatar etnis dan agama. Kelompok Syiah dan Sunni bertarung untuk berkuasa, sementara etnis Kurdi berusaha mencari peranan. Kita berharap, sebagai negara yang memiliki hubungan budaya dan agama sejak lama, rakyat Irak meski susah payah tapi berhasil menyelesaikan keruwetannya dan menjadi bangsa baru yang diperhitungkan di masa depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: