imsitumeang

Sukses Kunjungan Ahmadinejad ke Lebanon

In Uncategorized on f 18, 10 at 10:23 am

Luar Biasa! Media massa asing meliput kunjungan resmi dua hari Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad ke Lebanon, sejak hari Rabu (13/10/2010). Ia ke sana setelah diundang sejawatnya, Presiden Lebanon Michel Sleiman.

Ketibaannya dieluk-eluk massa, baik masyarakat maupun pejabat tinggi Beirut. Media massa dunia tak ketinggalan. Mereka menyiarkan lawatan Ahmadinejad disertai berita sambutan rakyat Lebanon.

Berdiri tegak di atas kendaraan terbuka, ia melewati jalan 5 kilometer dari Bandar Udara Internasional Rafik Hariri ke Istana Kepresidenan Baabda yang dijejali laki-laki, perempuan, tua, dan muda, termasuk anak-anak. Mereka mengusung poster Imam Ayatullah Ruhullah Khomeini, Imam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Ahmadinejad, bendera Iran dan Lebanon, seraya berteriak “selamat datang”.

Ahmadinejad disambut sorak-sorai warga Beirut di pinggir jalan. Di antaranya banyak yang menunggu berjam-jam agar melihat pemimpin berumur 53 tahun itu. Sesuai tradisi Lebanon, mereka menabur bunga dan beras sebagai penghormatan dan pemuliaan tamu. Rombongan beberapa kali terhenti, karena massa meluapkan kegembiraannya.

Di Beirut selatan, markas kelompok Hizbullah yang dipimpin Hassan Nasrallah, Ahmadinejad juga dielu-eluk massa. Sebagian pendapat warga yang dikutip berikut mengungkap kecintaannya. “Dia orang yang hebat dan menyenangkan,” Zynab Sharara, seorang gadis pelajar berumur 16 tahun, mengaku. “Dia dicintai rakyat di sini karena dukungan yang diberikannya kepada kami selama perang 2006.”

Ali Moussa (39) mengatakan, kunjungan Ahmadinejad merupakan salah satu hari terpenting dalam sejarah Lebanon. “Dia simbol perlawanan kami terhadap musuh, Israel,” Moussa menyatakannya, seperti dilansir Sydney Morning Herald, hari Kamis (14/10/2010). “Dia mempermalukan dunia Arab yang meninggalkan Lebanon selama perang bulan Juli 2006.”

“Dia orang yang akan membantu merebut kembali tanah Palestina untuk rakyat Arab. Dia pahlawan dan dia layak mendapat penyambutan ini. Saya berdoa untuk orang ini,” ia melanjutkan.

Sementara itu, berbagai kelompok atau partai dan tokoh agama mengeluarkan statement terpisah. Mereka memuji kebijakan Iran dan menekankan urgensitas peningkatan kerjasama bilateral Tehran-Beirut di segala bidang.

Berbagai liputan media massa asing menyebut luar biasa sambutan rakyat Lebanon, seperti Kantor Berita Agence France-Presse (AFP). Lain lagi laporan Kantor Berita Deutsche Presse-Agentur GmbH (DPA) saat rombongan Ahmadinejad melintasi jalan dari bandara udara ke istana kepresidenan, bahwa sebuah lagu disiarkan melalui pengeras suara dan ribuan balon dilepas. Laporan senada juga ditulis Associated Press (AP).

Televisi Al Jazeera menyebut sambutan rakyat Lebanon sangat meriah. Televisi yang meliput rute-rute Ahmadinejad ini menyatakan lawatan tersebut sangat sensitif dan kunjungan pertama kali Ahmadinejad ke Lebanon sejak menjabat presiden lima tahun ini. Media massa Rusia juga meliputnya.

Tapi, tidak semua orang menyambut kedatangan Ahmadinejad. Sebuah surat terbuka yang ditandatangani 250 politikus, dokter, guru, dan wartawan menudingnya mencampuri urusan Lebanon. “Anda mengulangi apa yang telah dilakukan oleh orang lain sebelum Anda dengan mengintervensi urusan dalam negeri kami,” demikian isinya.

Ahmadinejad disambut Sleiman di Istana Kepresidenan Baabda. Setelah bertemu Sleiman, ia berdialog dengan Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan pejabat tinggi lainnya.

Agenda lain lawatannya adalah menggalang kerjasama di bidang ekonomi, penandatanganan nota kesepahaman perdagangan, perindustrian, keenergian, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Ia juga mengunjungi wilayah selatan Lebanon yang dikuasai Hizbullah, yaitu desa-desa Bint Jbeil dan Maroun al-Ras, lokasi kebrutalan zionis Israel selama perang musim panas tahun 2006.

Surat kabar berbahasa Arab di London, Inggris, Al-Quds al-Arabi, memberitakan bahwa Ahmadinejad berniat mendekati perbatasan sambil “melemparkan batu-batu ke prajurit Israel dari pagar”. Tapi, ia tidak melakukannya.

Imbas lawatan Ahmadinejad menghantui petinggi Israel, terutama pejabat militer dan keamanan, dua pekan terakhir. Mereka berulangkali menyatakan kekhawatirannya. “Lawatan Ahmadinejad ke Lebanon, khususnya kunjungannya ke kawasan selatan, merupakan kemenangan Presiden Iran. Dan, Hizbullah menjadi pihak yang paling penting dalam kunjungan Ahmadinejad,” Koran Haaretz edisi Ahad (17/10/2010) menulisnya seperti dikutip Islamic Republic News Agency (IRNA).

Koran ini mengkhawatirkan peran baru Lebanon sebagai poros muqawama terhadap Israel di kawasan Timur Tengah. Israel kian gerah akibat kepopuleran Iran di perbatasan utara Palestina pendudukan, yang dalam kamus politik internasional dikenal sebagai pangkalan bom atom dan gudang senjata pembunuh massal.

Zionis Israel sebelumnya melancarkan perang propaganda yang mengesankan kunjungan Ahmadinejad sebagai lawatan berbahaya. Tapi bagi Lebanon, kunjungan itu diyakini mempererat hubungan kedua negara dan memperkokoh persatuan di dalam negeri Lebanon.

Pemerintah Israel gencar membujuk pejabat-pejabat Lebanon agar membatalkan kunjungan Ahmadinejad. Mereka menyebutnya sebagai provokasi. Menjelang kedatangan Ahmadinejad, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (6/10/2010), Israel menambah jumlah pasukannya di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon.

Pejabat-pejabat Israel juga mengkhawatir Ahmadinejad menggunakan kunjungan resminya untuk merundingkan penjualan senjata Iran ke Lebanon. Pemerintah Israel menggunakan berbagai saluran diplomatik, termasuk melobi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy untuk membujuk Hariri dan Sleiman.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menekankan kesiapan Tehran mendukung Beirut. “Iran siap memberikan dukungan ekonomi yang tidak terbatas dan bahkan dukungan militer untuk pemerintah dan rakyat Lebanon.” Sebelumnya, Sleiman meminta Iran mempersenjatai militer Lebanon dan melengkapi peralatannya.

Presiden Suriah Bashar al-Assad, salah satu sekutu Ahmadinejad, juga diberitakan prihatin, karena kunjungan itu berpotensi menimbulkan ketegangan di kawasan tersebut. Dia dikabarkan meminta Ahmadinejad menunda kunjungannya.

Ahmadinejad menelepon Raja Abdullah dari Arab Saudi, hari Selasa (12/10/2010) sebelum bertolak. Pada kesempatan itu, Abdullah menyinggung kunjungan tersebut. “Kini masalah ketenangan, stabilitas, dan ketiadaan friksi di Lebanon merupakan hal yang sangat penting dan kita melangkah ke arah sana.”

Tapi, Sekjen Gerakan Hizbullah Lebanon Sayid Hasan Nasrullah dan Ketua Gerakan Kebebasan Patriotik Michel Aoun menggambarkan lawatan Ahmadinejad sebagai kunjungan bersejarah. Pernyataan yang dikeluarkan hari Sabtu (16/10/2010) setelah mereka membicarakan perkembangan nasional dan regional dan menyatakan kesuksesan kunjungan Ahmadinejad.

Hari Jumat (15/10/2010), Hizbullah dan Gerakan Amal mengucapkan terimakasih kepada Ahmadinejad dan menyebut acaranya sebagai tanda ikatan yang erat antara kedua negara.

Sangat beralasan jika ketibaannya dieluk-eluk massa. Ahmadinejad sangat populer di mata bangsa Lebanon karena dianggap simbol muqawama. Ia blak-blakan mengkritik kekejaman zionis Israel kepada Lebanon dan Palestina serta menyerukan negara-negara regional bersatu melawannya dan memuji Lebanon sebagai sekolah muqawama menghadapi kekuatan arogan.

Banyak analis mempercayai lawatan Ahmadinejad mengonsolidasi posisi perlawanan kepada Israel. Karena, sebagaimana penekanan pakar militer dan politik, saat ini zionis Israel tidak memiliki kekuatan untuk menjamin keamanan yang dijanjikannya di Palestina pendudukan. Belum lagi, betapa Amerika Serikat (AS) masih dililit krisis ekonomi serta perang Irak dan Afghanistan.

Rezim penjajah ini tengah menyaksikan saat-saat kehancurannya dan muqawama rakyat semakin kuat. Kenyataan hari Kamis (14/10/2010) di Desa Bint Jbeil, ribuan warga mendengarkan pesan Revolusi Islam Iran yang dilisankan Ahmadinejad. Pesannya mengulangi ucapan Khomeini bahwa ‘Israel harus lenyap dari muka bumi’ dan ‘Israel bakal musnah’.

Pesan ini menunjukkan betapa zionis Israel selain kalah dari sisi militer, juga dari sisi politik dan pandangan masyarakat Timur Tengah bahwa mereka tidak lagi berani mengaku-aku sebagai terkuat di kawasan. Saat yang sama, media-media massa Barat setelah menayangkan live pidato Ahmadinejad segera menyorot wajah-wajah militer zionis Israel yang kuyu. Pertanyaannya, apakah peti mati zionis Israel telah disiapkan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: