imsitumeang

Penghargaan Nobel Sains dan Kecenderungannya

In Uncategorized on f 18, 10 at 3:31 am

Pertumbuhan tinggi ekonomi negara-negara berkembang dipengaruhi faktor sains atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Ya, sains dan teknologi menjadi faktor kunci.

Tapi, selama perkembangannya, sains dan teknologi kerap dikaitkan dengan tujuan pragmatis. Akibatnya, sains dasar menjadi kehilangan posisi alias dipandang sebelah mata. Padahal, penelitian sains dasar sangat dibutuhkan, khususnya membuka perbatasan atau frontier yang baru mengenai alam raya dan rahasianya.

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (Kungliga Vetenskapsakademien) yang bertujuan mempromosikan ilmu, khususnya ilmu alam dan matematika, saban tahun memberikan Penghargaan Nobel. Organisasi independen yang didirikan Raja Fredrik I tahun 1739 ini tidak melulu mempertimbangkan sains dasar sebagai alasan penganugerahan Penghargaan Nobel.

Makanya, astronomi dan matematika tidak termasuk kategori, sebaliknya dipilih fisika dan kimia. Komite-komite akademi ini juga dewan pemilih bagi Penghargaan Nobel dalam bidang ilmu ekonomi.

Fisika dan Kimia, betapapun mengandung sains dasar, cepat atau lambat akan diikuti aplikasi praktis yang kelak diterapkan dalam industri. Tapi, ada astronom yang memperoleh Penghargaan Nobel Fisika, yakni S Chandrasekhar, sebagai penemu hukum evolusi bintang.

Kita juga merasak dan melihat pertimbangan praktis saat penganugerahan Penghargaan Nobel tahun 2010. Untuk fisika, Penghargaan Nobel diterima Andre Geim dan Konstantin Novoselov, keduanya kelahiran Rusia, karena karyanya di bidang grafin (graphene) diperkirakan menggantikan silikon sebagai material dasar elektronik.

Grafin adalah satu bentuk karbon seukuran atom. Kendati secara teoretis dikaji sebelum tahun 2004, tahun itulah Geim dan Novoselov menemukan teknik mengisolasi lembaran material yang stabil ini.

Untuk kimia, Penghargaan Nobel diraih trio Richard Heck (Amerika Serikat) serta Ei-ichi Negishi dan Akira Suzuki (Jepang). Karya mereka dikaji empat dekade silam tetapi hingga kini diakui sebagai peralatan tercanggih. Disebut sebagai palladium-catalyzed cross couplings, kimiawan bisa menyambung-nyambung atom karbon. Langkah penentu membentuk molekul kompleks.

Kita mengagumi karya-karya peraih Penghargaan Nobel sains. Karya-karya yang mengilhami, visioner, disertai pandangan bahwa riset mereka bermanfaat kelak bagi umat manusia.

Semestinya, Penghargaan Nobel sains mengilhami ilmuwan Indonesia. Kalaupun Penghargaan Nobel masih jauh, karena sarana dan prasarana penelitian yang belum memadai, setidaknya dipastikan ada sasaran antara yang kelak dicapai. Kita menyadari semuanya membutuhkan ketekunan dan kecerdasan yang luar biasa.

Kita menggugah ilmuwan Indonesia untuk berorientasi Penghargaan Nobel, betapapun pola kehidupan kini mengarah ke materialistik dan instant yang tidak kondusif bagi penelitian. Syukurnya, kita bergembira mengingat banyak anak-anak negeri ini yang meraih medali (emas, perak, perunggu, gelar honorable mention) olimpiade sains (matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi).

Sang juara-juara ini ditawari beasiswa kuliah di universitas-universitas prestisius di dalam dan luar negeri. Kita berharap, generasi mereka kelak menggondol Penghargaan Nobel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: