imsitumeang

Konsentrasi Membangun Terganggu

In Uncategorized on f 29, 10 at 4:30 am

Semakin banyak teriakan, protes, atau keluhan, kapan kita bisa berkonsentrasi melaksanakan agenda pembangunan? Konsentrasi kita terus terganggu setelah kegaduhan oleh tarik-menarik kepentingan politik.

Teriakan, protes, atau keluhan yang menggugat semakin banyak belakangan ini seiring hiruk-pikuk yang menghebohkan, seperti kasus Gayus Tambunan dan mafia hukum, rekening gendut jenderal polisi, dana aspirasi partai politik dan parlemen, hingga pergantian kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri), ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jaksa agung, panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), hingga reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Wacana demi wacana ternyata menyita ruang publik disertai resonansi yang tinggi. Silang pendapat atau saling bersilat lidah mengisi ruang publik. Terkesan, wacana dan silang pendapat mengalahkan deru mesin pembangunan. Ya, wacana tentang pembangunan dikalahkan, bahkan melemah, di tengah ingar-bingar kegaduhan perpolitikan yang menjauh dari kepentingan rakyat sehari-hari.

Manuver elite cenderung tidak menjawab tuntutan kebutuhan rakyat, tetapi sering melenceng oleh tarik-menarik kepentingan politik. Sekalipun beberapa persoalan tertentu berhasil diterang-benderangkan, berkat tuntutan publik, kita tidak serta merta menjadikannya sebagai prioritas penyelesaian.

Celakanya, perhatian dan fokus kita untuk melanjutkan pembangunan justru kian kedodoran. Sensitivitas tidak menguat terhadap isu-isu krusial, seperti kemiskinan, pengangguran, ekologi, pendidikan, korupsi, dan infrastruktur. Persoalan kita berputar-putar di situ-situ saja.

Sangat terkesan, kaum elite dan rakyat memilih jalan sendiri-sendiri. Kaum elite di pemerintahan dan parlemen asyik dengan urusannya, sementara rakyat bergulat dengan persoalan sehari-harinya. Posisi rakyat tidak hanya tertekan akibat perilaku kaum elit di pemerintahan dan parlemen, lebih-lebih yang korup, tetapi mereka harus menghadapi kekuatan pasar dan perubahan zaman, termasuk dampak perubahan iklim.

Semacam diskoneksitas yang mengancam sinergi, sinkronisasi, dan koordinasi yang dituntut untuk menjaga keutuhan serta kemajuan bangsa dan negara. Sungguh dikhawatirkan jika rakyat dibiarkan bergulat dengan persoalannya sendiri, sementara kaum elit di pemerintahan dan parlemen kehilangan konsentrasi melaksanakan agenda pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan dan kecerdasan sebagaimana diamanatkan konstitusi. Setiap proses pembangunan tidak hanya membutuhkan perhatian dan fokus, tetapi juga sinergi, sinkronisasi, dan koordinasi.

Jangan-jangan kaum elite dan rakyat memilih jalan sendiri-sendiri karena karena tidak ada lagi sinergi, sinkronisasi, dan koordinasi. Lebih jauh ada yang berspekulasi, rakyat bergulat dengan persoalan sehari-harinya karena eksekutif dan legislatif tidak menunjukkan kinerja yang memuaskan.

Jika asumsinya begitu, ingar-bingar kegaduhan perpolitikan terkait kevakuman dalam bidang pembangunan. Selama energi konsentrasi kaum elite dan rakyat diarahkan ke agenda pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan dan kecerdasan, ingar-bingar kegaduhan perpolitikan dengan sendirinya akan terdesak jauh ke belakang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: