imsitumeang

Hari Kemerdekaan Tanpa Makna

In Uncategorized on f 29, 10 at 5:46 am

Usia negara yang bertambah tidak menjamin pencapaian kemakmuran, kesejahteraan, dan kedaulatan. Justru, sebaliknya. Usia negara bertambah, tapi kemakmuran, kesejahteraan, dan kedaulatan makin melemah. Saat memperingati hari kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia (RI), kita mengkhawatirkan perkembangannya.

Tujuan founding fathers jelas dan tegas, yakni membentuk negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pertanyaannya, apakah sasaran tersebut tercapai saat kita memperingati hari kemerdekaan? Pertanyaan retoris yang tentu saja tidak membutuhkan jawaban, karena semua warga Indonesia memastikan jawabannya: belum!

Tujuan Indonesia merdeka belum tercapai, bahkan masih jauh. Yang terjadi adalah paradoks. Usia negara bertambah, tapi perkembangannya makin melemah. Sungguh mengkhawatirkan. Setiap hari, kita menyaksikan degradasi kualitas hidup rakyat di berbagai bidang.

Di bidang ekonomi, rakyat tidak makin sejahtera, sebaliknya justru makin sengsara. Pemerintah mencatat angka-angka ekonomi yang menggembirakan, tapi kenyataannya rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, akibat daya beli yang terus merosot, sedangkan harga-harga terus melambung. Kasus bunuh diri akibat kesulitan ekonomi banyak bermunculan.

Di bidang sosial, keresahan sosial yang terpendam bagaikan bisul yang menunggu pecah. Sepatutnya, potensi ini diantisipasi, akibat makin banyak anak bangsa yang pengangguran. Negara gagal menciptakan lapangan pekerjaan.

Pasar bebas yang digembar-gemborkan sebagai anugerah, berbalik menjadi bencana, karena negara tidak berperan mengawasi pelaku-pelakunya. Produk asing yang membanjiri pasar domestik seperti kelaziman. Ketahanan ekonomi makin rapuh.

Di bidang politik, penyalahgunaan kekuasaan makin parah, setelah memarak politik barter. Sementara, skandal-skandal yang merugikan rakyat begitu gampang menghilang.

Ketidakpatutan tata pemerintahan pun terjadi. Belum pernah terjadi sebelumnya, seorang jaksa agung digugat keabsahannya oleh seorang terdakwa tanpa bisa berbuat apa pun. Belum pernah pula terjadi sebelumnya, seorang kepala Polri menghilang tanpa kejelasan di setiap event kenegaraan.

Bahkan, antara warga dan umat beragama tertentu bertengkar. Umat beragama itu tidak bisa seenaknya mendirikan rumah ibadah tanpa menjelaskan maksud tujuannya kepada komunitas di sekitarnya. Padahal, rumah ibadah agama tersebut telah berdiri di lokasi yang tidak berjauhan.

Negara yang seharusnya melindungi hak konstitusional warga juga menjelaskan tuntutan keseimbangan kewajiban konstitusional warga. Bukan malah lari dari tanggung jawab dan membiarkan kekerasan antara warga dan umat beragama tertentu.

Indonesia adalah negara yang wilayah, penduduk, dan keragaman sosial-budaya-hayati-nonhayati yang terbesar di dunia. Dengan potensi yang luar biasa itu, mengapa kita kehilangan makna sebagai bangsa merdeka?

Kuncinya adalah kepemimpinan. Karenanya, seluruh komponen bangsa ditantang untuk melahirkan pemimpin sejati yang membangkitkan seluruh potensi bangsa yang luar biasa untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka. Bukan pemimpin yang membiarkan Indonesia menjadi negara yang gagal. Dirgahayu RI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: