imsitumeang

Ledakan Tabung Gas yang Meneror

In Uncategorized on f 2, 10 at 10:19 am

LEDAKAN tabung gas meneror akhir-akhir ini. Alih-alih membawa kemaslahatan, tabung gas menjadi sumber bencana dan kematian. Ledakan demi ledakan tabung gas terjadi di tengah-tengah kita.

Dari waktu ke waktu, insiden terjadi terus menerus. Tak hanya menghancurkan harta benda, korban jiwa raga pun bertambah.

Sejak program konversi minyak tanah digulirkan Pemerintah tahun 2007, dari tahun ke tahun bertambah jumlah insiden dan korban ledakan gas. Tahun 2008, 2 orang tewas, 27 orang luka-luka, dan 19 rumah rusak dan terbakar. Tahun 2009, korban bertambah menjadi 12 jiwa. Tahun 2010, tepatnya medio tahun, terjadi 19 ledakan tabung gas dan jumlah korban juga bertambah, 15 orang tewas, 39 orang luka-luka, dan 55 rumah rusak dan terbakar.

Ledakan demi ledakan itu membuktikan betapa terjadi pembiaran oleh Pemerintah, tanpa diantisipasi. Padahal, puluhan juta tabung gas ukuran 3 kg dan 12 kg didistribusikan dan disosialisasikan. Produksi yang cacat dan keamanan yang rendah, pengoplosan dan pemalsuan, serta sebab-sebab lainnya dibiarkan terjadi. Jelas, rumah tangga kita terancam bahaya.

Ironisnya, semua ledakan direspons dengan sikap business as usual oleh Pemerintah atau menganggap semuanya biasa-biasa saja, tak ada yang menggelisahkan (urgency of crisis). Sungguh banyak warga yang menjadi korban, tapi tidak menggerakkan Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah cepat berupa pencegahan dan penindakan.

Justru menonjol ialah saling lempar tanggung jawab di antara kementerian/lembaga dan petinggi Pemerintah. Tidak diperjelas siapa pihak yang bertanggung jawab.

Kalau pembiaran diteruskan, hanya persoalan waktu saja kita akan menyaksikan ledakan demi ledakan tabung gas berpindah dari satu rumah ke rumah lain, dari satu daerah ke daerah lain. Korban jiwa dan kerugian harta benda pun menjadi keniscayaan.

Berapa korban jiwa lagi yang bisa menggerakkan Pemerintah untuk cepat mencegah dan menindaknya?

Ledakan demi ledakan tabung gas adalah kelalaian Pemerintah. Karenanya, semestinya Pemerintah bertanggung jawab. Caranya, menyantuni korban, mengganti kerugian, dan mengongkosi pengobatan korban.

Pemerintah jangan memanfaatkan posisi konsumen yang lemah. Saatnya posisi konsumen dikuatkan. Class action atas kebijakan Pemerintah yang tidak propublik harus diajukan. Dijadikan budaya.

Class action bertujuan untuk menggugat Pemerintah yang membiarkan insiden-insiden yang merugikan konsumen sebagai warganegara.

  1. saya paling takut dg tabung gas.. tp mo gmn lg, masak harus jln trs­čśŽ
    meski ngeri…

    mampir yuk : http://djiesaka.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: