imsitumeang

Kandang Teroris

In Uncategorized on f 5, 09 at 1:09 am

Suka atau benci, Indonesia adalah kandang teroris. Negeri yang luas, pengamanan yang lembek, dan rakyat yang miskin tapi bermental kompromistis adalah syarat tumbuh suburnya aktivis terorisme.

Setelah ‘universitas terorisme’ di Afghanistan hancur lebur, banyak anggota jaringan—sebagian muridnya dari Indonesia—balik kandang. Bahkan, teroris dari negara tetangga, Malaysia, seperti Noordin M Top yang ahli bom juga ke Indonesia karena ia merasa di sini nyaman.

Indonesia sebagai kandang teroris juga terbukti dari rangkaian ledakan bom sejak tahun 2000. Selama sembilan tahun terakhir tercatat 26 kali ledakan bom di Tanah Air. Yang terbaru adalah dua ledakan di Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton. Di Hotel JW Marriot kali kedua setelah ledakan bom tanggal 5 Agustus 2003.

Beberapa kali pula polisi membekuk anggota jaringan teroris yang tengah mempersiapkan ledakan bom di beberapa lokasi seperti Jawa Tengah. Rangkaian fakta tersebut basis analisis perihal siapa pelaku ledakan bom.

Mengenai kemungkinan motif lain, termasuk yang menyangkut pemilihan presiden/wakil presiden, seperti dugaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, biarkan diungkap polisi.

Pertanyaan yang mengganggu adalah mengapa kepolisian kita belum berhasil membekuk Noordin M Top? Bagaimana koordinasi intelijen tentara dan intelijen polisi? Mengapa desk teror yang dibentuk setelah ledakan bom yang pertama tidak bekerja, terbukti belakangan kembali diaktifkan? Kita gampang sekali mengaku kecolongan bila ledakan bom terulang.

Kalau kepolisian yang ditugaskan seperti Detasmen Khusus 88, pertanyaannya adalah apakah negara mengalokasikan anggaran yang memadai mendanai operasi yang tidak mengenal batas? Jangan-jangan karena dua tahun terakhir tidak terjadi ledakan bom, anggaran mereka pun dikurangi. Pertanyaan lain, mengapa bahan-bahan peledak gampang diperoleh teroris?

Teroris nyaman di Indonesia karena mereka dilindungi sebagian kecil komponen masyarakat kita. Mereka tidak menganggapbnya berbahaya sehingga tidak melaporkan kepada petugas.

Dan, yang memudahkan pergerakan teroris adalah keamburadulan administrasi kependudukan. Alhasil, seorang teroris bisa memiliki nama dan domisili berbeda di banyak daerah dalam kartu tanda penduduk yang mudah diurus.

Pencatatan identitas pengguna telepon seluler yang asal-asalan juga mempersulit pelacakan. Dan masih banyak lagi peluang di negeri ini yang menyamankan aktivitas teroris.

Bahwa bom yang meledak di JW Marriott dan The Ritz-Carlton, dua simbol kapitalisme Amerika Serikat, bisa mengarahkan opini orang bahwa inilah perang global kaum teroris terhadap Washington. Tetapi bagi Indonesia, ledakan bom di Tanah Air, tanpa menghiraukan lokasinya, adalah guncangan terhadap kredibilitas kita.

Pukulan telak sekaligus memalukan. Teroris kembali beraksi tanpa kita bisa memastikan lokasi dan waktunya. Tetapi, banyak yang meyakini bahwa terorisme selalu berdekatan dengan konspirasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: