imsitumeang

Hasil Quick Count, SBY-Boediono Menang

In Uncategorized on f 9, 09 at 7:05 am

Hasil quick count pemilihan umum presiden/wakil presiden (pilpres) tahun 2009 yang dilakukan beberapa lembaga memenangkan pasangan SBY-Boediono. Berdasarkan hasil hitung cepat mereka, pasangan calon nomor 2 ini memenangi pemilu kali ini dalam satu putaran.

LSI (Lembaga Survei Indonesia) mencatat Mega-Prabowo 26,56%, SBY-Boediono 60,85%, JK-Wiranto 12,59%. LSI (Lingkaran Survei Indonesia) mencatat Mega-Prabowo 27,36%, SBY-Boediono 60,15%, JK-Wiranto 12,49%. LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan, Ekonomi, dan Sosial) mencatat Mega-Prabowo 27,40%, SBY-Boediono 60,28%, JK-Wiranto 12,32%.

Selanjutnya, Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) mencatat Mega-Prabowo 28,16%, SBY-Boediono 57,95%, JK-Wiranto 13,89%; CIRUS  mencatat Mega-Prabowo 27,49%, SBY-Boediono 60,20%, JK-Wiranto 12,31%; dan LRI (Lembaga Riset Informasi) mencatat Mega-Prabowo 27,02%, SBY-Boediono 61,11%, dan JK-Wiranto 11,87%.

Secara nasional, quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat SBY-Boediono memperoleh dukungan suara 60,70% sedangkan di 33 provinsi di atas 20%. Tertinggi di DKI Jakarta (70,14%) dan terkecil di Sulawesi Selatan (33%).

Total suara yang disurvei berbeda-beda. Misalnya, total suara Puskaptis 299.954 pemilih. Sampel provinsi 33, sampel kabupaten/kota 150, sampel kecamatan 100, dan sampel desa 1.000.

Metode pengambilan data dengan mencatat jumlah suara sah di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (8/7), pukul 13.00-17.00 WIB. Jumlah TPS adalah 2.000. TPS-TPS dipilih acak menurut metodologi  statistik dengan ambang batas kesalahan perkiraan +/-1% dari tingkat kepercayaan.

Walau angka golongan putih (golput) pilpres diprediksi menurun dibanding pemilu anggota legislatif (pileg) (DPR/DPD/DPRD), namun masih tinggi. Bahkan telak mengalahkan JK-Wiranto dan tipis mengalahkan Mega-Prabowo. Quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat, angka golput pilpres 27,42% dan pileg 35%.

Angka golput diambil dari jumlah pemilih DPT ditambah jumlah pemilih non-DPT atau tak terdaftar tapi menggunakan KTP. DPT ditambah pemilih tidak terdaftar dikurangi pemilih yang menggunakan hak suaranya, baik yang sah maupun tidak sah.

Kemenangan SBY-Boediono sudah diprediksi. Yang menarik justru perolehan suara JK-Wiranto. Hasil quick count, JK-Wiranto hanya mendapat antara 12-13%. JK-Wiranto masih di bawah perolehan suara Mega-Prabowo yang mendulang suara 26-28%. JK-Wiranto kalah telak.

Jumlah ini kecil jika dibanding perolehan suara Partai Golkar di Pileg yang mencapai 14,45%, ditambah suara Partai Hanura yang mendapat 3,77%. Apalagi elektabilitas JK-Wiranto menjelang pilpres disebut-sebut terus menaik. Bahkan, tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah mendukungnya. Selain itu, iklan-iklan JK-Wiranto yang komunikatif juga cukup mengenalkan mereka.

Selain itu, dukungan tokoh-tokoh organisasi massa (ormas) Islam ternyata tidak diikuti pengikut-pengikutnya. Padahal dulu JK mengomentari petinggi partai politik dan ormas Islam yang mendukung SBY-Boediono.

“Ada orang yang bertanya kepada saya, ‘Bagaimana Pak, di seberang sana banyak partai Islam?’ Boleh parkir di tempat lain, tapi penumpangnya kan boleh di tempat lain. Yang memilih kan bukan busnya, tapi penumpangnya,” ujar JK seusai menerima beberapa ormas kepemudaan Islam di Posko JK-Wiranto, Jl Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta, Minggu (17/5).

Pilpres 2009 mungkin akhir karir politik JK dan Wiranto. Keduanya pernah berlaga dua kali. Untuk mengikuti Pilpres 2014, keduanya terlalu tua. JK akan berusia 72 tahun dan Wiranto 67 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: