imsitumeang

Rakyat Penentu Putaran Pemilu

In Uncategorized on f 30, 09 at 4:56 am

KAMPANYE Pemilu Presiden/Wakil Presiden tidak hanya diwarnai perang urat saraf. Teror politik pun dilancarkan. Salah satu bentuknya adalah mewacanakan pemilu presiden/wakil presiden satu putaran saja dengan raihan suara 50% plus satu. Satu putaran atau dua putaran? Satu kali pusing atau dua kali pusing?

Iklan yang berbeda dengan iklan-iklan lain yang terlalu bermain dengan semiotika politik, mirip iklan shampoo. Direktur Eksekutif Lembaga Studi Demokras (LSD) Denny Januar Ali (JA) di Jakarta, Rabu (3/6), mengumumkan dirinya yang memimpin gerakan sosial “Pilpres Satu Putaran Saja”. LSD mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Boediono) menjelang pencontrengan tanggal 8 Juli 2009.

Disebut teror politik karena wacana dikembangkan tanpa berbasis konstitusi. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan, pemenang pemilu presiden/wakil presiden tidak semata ditentukan perolehan suara. Tapi, ada ketentuan lainnya, yaitu persebaran suara.

Pasal 6 ayat (3) UUD 1945 menjelaskan ketentuan putaran pemilu presiden/wakil presiden. Yaitu, memperoleh suara lebih 50% dari total suara dengan minimal 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Sekarang 33 provinsi. Untuk memenangi satu putaran, pasangan calon harus meraih suara 50% plus satu dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 16 provinsi.

Sekalipun pasangan calon meraih 70% suara seperti dilansir survei pesanan, kalau sebaran suaranya tidak lebih setengah jumlah provinsi dan mendapat 20% suara, akan diikuti putaran kedua.

Ambisi memenangi pemilu presiden/wakil presiden hanya satu putaran patut diwaspadai. Ambisi yang serupa dengan kebiasaan Orde Baru yang menetapkan perolehan suara Pemilu DPR/DPD/DPRD jauh-jauh hari sebelum digelar. Kemudian, segala cara dihalalkan untuk mencapai target tersebut.

Wacana satu putaran sama sekali tidak mencerdaskan rakyat yang berhak memilih. Apalagi disertai alasan yang menjungkirbalikkan akal sehat, yaitu legitimasi keterpilihan dan penghematan anggaran belanja.

Benar, satu putaran menghemat biaya. Tetapi, mengaitkannya dengan biaya adalah pemikiran yang salah. Bukankah setiap perhelatan demokrasi membutuhkan biaya? Berapa pun biayanya harus dipikul bersama-sama dengan senang asalkan bertujuan memenuhi hak rakyat secara jujur dan adil. Jumlahnya telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2009.

Kalau enggal mengeluarkan biaya, kenapa kita memilih sistem demokrasi? Mengapa tidak sistem otoriter dengan presiden seumur hidup saja? Legitimasi keterpilihan juga tidak berkaitan dengan jumlah putaran. Sekalipun satu putaran, jika prosesnya dibumbui kecurangan maka legitimasinya lemah. Pun sebaliknya. Sekalipun dua putaran, jika ditempuh secara jujur dan adil, legitimasinya kuat.

Tahapan pemilu presiden/wakil presiden yang dilewati menyimpan masih persoalan terutama menyangkut daftar pemilih tetap (DPT). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan, DPT bermasalah di 15 provinsi. Sayangnya, hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memverifikasi DPT bermasalah tersebut.

Potensi kecurangan juga dalam masa kampanye. Tim sukses atau tim kerja setiap pasangan calon yang siluman alias tidak terdaftar di KPU, padahal mereka mengelola dana yang sumbernya siluman dan jumlahnya juga siluman. Wacana satu putaran saja disuarakan tim sukses siluman tersebut.

Satu putaran atau dua putaran, satu kali pusing atau dua kali pusing, serahkan saja kepada rakyat pemilih. Biarkan mereka sebagai sang penentu, hakikat kedaulatan rakyat yang konstitusional.

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: