imsitumeang

Tips Terhindar Jeratan UU ITE

In Uncategorized on f 12, 09 at 2:27 am

Blogger mulai dibayang-bayangi tuntutan hukum melalui kata dan kalimat yang dianggap pencemaran nama (defamation) atau fitnah (lisan dan tulis) seperti dialami Prita Mulyasari versus OMNI International Hospital. Prita adalah mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional, Serpong, Tangerang, yang ditahan Kejaksaan Negeri Tangerang atas tuduhan pencemaran nama melalui e-mail (surat elektronik), yang dilaporkan rumah sakit tersebut.

Ia terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan didenda Rp 1 miliar berdasarkan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE). Hampir tiga pekan, sejak 13 Mei 2009 ia meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang.

Sebelumnya, Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang juga tersangka pencemaran nama atas laporan Alvin Lie, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Amanat Nasional (PAN). Iwan juga dijerat hukuman maksimal enam tahun penjara dan didenda Rp 1 miliar karena tulisan blog pribadinya yang dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Mewanti-wantinya, kita harus mencermati tiga persoalan tersebut, yaitu dampak pencemaran nama; langkah-langkah menghadapi tuntunan; serta upaya hukum yang tepat menyelesaikan kasus. Kendati banyak dipersoalkan secara objektif dan subjektif, pencemaran nama bisa menjatuhkan reputasi seseorang, mengakibatkan kebencian dan mengundang penghinaan terhadap korban, serta menurunkan kepercayaan masyarakat kepada korban. Tuntutan pencemaran nama dihadapi dengan penggunaan hak jawab sebagai koreksi serta pengajuan gugatan hukum ke pengadilan sebagai langkah terakhir. Menyelesaikan kasus pencemaran nama dilakukan melalui pemanfaatan batas-batas kebebasan pers serta kebebasan dan perlindungan terhadap masyarakat.

Terlepas dari keabsurdan undang-undang tersebut, sebagai blogger kita sebaiknya memiliki kiat-kiat terhindar—tidak sepenuhnya, hanya meminimalisir—tuntutan hukumnya. Berikut tips-tips Ari Juliano, pakar hukum sekaligus blogger, yang dipaparkan saat acara Obrolan Langsat yang membahas UU ITE.

* Jangan cuma mencari perhatian melalui judul tulisan yang terlampau provokatif untuk mengincar traffic dan sensasi. Kita tentu saja berbahagia kalau blog kita dikunjungi banyak orang, tapi teknik seperti ini bisa menjadi bumerang.

* Memfokuskan tulisan kepada masalah, bukan pihak per pihak (institusi, orang). Seringkali, pandangan subyektif menggiring kita menuliskan kebencian terhadap institusi atau orang tertentu. Padahal, untuk mendukung obyektivitas kita harus mencermati masalah secara menyeluruh atau komprehensif, bukan pihak per pihak di sekitar masalah tersebut.

* Memberi solusi sebagai penyelesaian masalah, jangan cuma mengkritik. Mengkritik boleh saja, tetapi terdapat perbedaan antara kritik yang membangun dan kritik yang menjatuhkan. Kritik yang menjatuhkan rentan terjerat pasal-pasal UU ITE jika ditujukan menjelek-jelekan pihak tertentu. Untuk melengkapi kritik agar lebih bisa diterima, kita menyelesaikan tulisan dengan memberi solusi.

* Jangan enggan atau malu meminta maaf kalau terjerat kasus penghinaan yang terbukti salah. Jangan angkuh dan arogan atau meremehkan kasus. Tentunya, semua kembali ke diri kita masing-masing. Kadang-kadang berhasil kok. Dengan meminta maaf kepada institusi dan/atau orang yang merasa terhina, bisa saja mereka mengurungkan niatnya membawa kasus tersebut ke pengadilan.

* Blogger harus bersiap menerima kritik dan saran pembaca. Freedom of speech disertai freedom of response. Jadi, respon yang diterima tetap ditanggapi dewasa dan lapang dada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: