imsitumeang

Pelajaran Jebolnya Tanggul

In Uncategorized on f 30, 09 at 2:30 am

TAJUK RENCANA
Kompas, Senin, 30 Maret 2009

Bejauh ini korban tewas tanggul Situ Gintung berjumlah 99 orang dan 102 orang masih belum ditemukan. Ratusan warga masih tinggal di pengungsian.

Laporan itu tidak lagi sekadar angka. Lewat laporan media televisi maupun cetak, angka korban tampil sebagai tragedi yang nyata, hidup, serta membangkitkan dukacita kita semua. Spontan muncul setia kawan yang juga terwujud dalam beragam aksi berupa berbagai bantuan.

Lokasi bencana yang dekat ibu kota negara membuat rasa duka dan setia kawan lebih intensif. Lokasi sentral dan laporan intensif media berhari-hari juga membangkitkan rasa ingin tahu publik lebih mendalam dan komprehensif.

Muncullah momentum yang bisa kreatif dan produktif dari bencana itu, di antaranya ingin tahu kita tentang duduknya perkara. Dimulai dengan seberapa jauh pemerintah dan pejabat yang berwenang secara keahlian dan profesional memiliki perhatian, pengetahuan, dan langkah preventif untuk mencegah dan mengintervensi potensi jebolnya tanggul.

Terbetik berita, perihal bahaya dan rawannya tanggul telah dilaporkan kepada pejabat bersangkutan. Bukan kambing hitam dan tanggung jawab pihak tertentu yang kita gugat dengan jebolnya tanggul yang makan korban begitu besar, tetapi pengalaman dan pelajaranlah yang kita ambil.

Oleh jebolnya tanggul Situ Gintung, serentak kita ingatkan akan hadirnya tanggul lain di Tanah Air. Bagaimana kondisi tanggul itu dari segi keamanan dan kelancaran fungsinya. Seberapa jauh pengawasan dilakukan secara periodik dan secara efektif pula. Juga seberapa jauh kontrol lebih efektif dan perbaikan yang perlu segera dilakukan.

Benar kata orang, umumnya kita lemah dalam pengawasan dan pemeliharaan. Bukan saja reformasi birokrasi yang kita perlukan untuk memperkuat budaya pemeliharaan dan pengawasan itu. Sikap dan kebijakan kemasyarakatan itu juga agar kita perkuat pada dasar serta praksis pendidikan.

Perlu kesadaran, pengetahuan, dan kebisaan akan budaya pengawasan dan pemeliharaan itu kita sosialisasikan terus-menerus. Selain publik dan berbagai lembaga seperti DPR dan DPRD, media massa juga mempunyai peran penting dan efektif.

Sekali lagi, kita saksikan dan kita rasakan betapa laporan langsung dan intensif tentang jebolnya tanggul Situ Gintung menarik perhatian publik akan bencana itu. Perhatian diperluas keingintahuan tentang jumlah dan kondisi tanggul dan bendungan lainnya.

Jebolnya situ Gintung mengingatkan akan aktual dan relevansinya perubahan iklim. Jebolnya tanggul karena hujan sangat deras disertai es. Perubahan iklim benar-benar menjadi kenyataan.

Sadar dan siapkah kita akan kenyataan baru itu, yakni berlakunya pemanasan global. Kita harus sadar akan kenyataan baru itu. Kita agar pula membangun sikap tanggap yang proaktif terhadap perubahan iklim tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: