imsitumeang

‘You are the Crisis’

In Uncategorized on f 20, 09 at 3:09 am

Tajuk Republika
Selasa, 03 Februari 2009

Forum Ekonomi Dunia yang digelar di resor pegunungan indah dan menawan di Davos, Swiss, telah berakhir, Ahad (1/2). Seperti yang sudah diduga, tidak ada solusi atas krisis global yang muncul dari perhelatan akbar kaum kapitalis global yang dihadiri lebih dari 2.500 pebisnis top dunia, puluhan pemimpin dunia, aktivis LSM internasional, artis tenar, hingga pemuka agama itu.

Mereka hanya mengungkapkan pedihnya krisis dan dampaknya terhadap peta politik global. Para pemimpin dunia, seperti PM Inggris Gordon Brown dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, hanya berbicara tentang kekhawatiran mereka terhadap munculnya proteksionisme global dan kerusuhan sosial sebagai dampak krisis.

Pada akhirnya, seperti even-even multilateral sebelumnya, pertemuan yang digelayuti kemuraman itu berakhir dengan harapan-harapan yang termaktub dalam satu kalimat: membangun kembali sistem ekonomi dunia. Intinya, mereka mendesak komunitas internasional untuk terus melakukan reformasi perbankan, perbaikan regulasi, dan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pertemuan juga merekomendasikan agar <I>summit<I> negara-negara G-20 di London pada awal April mendatang mampu memberikan solusi atas krisis global ini. Padahal, pada pertemuan G-20 tahun lalu, tidak ada upaya konkret yang bisa dicapai dan diwujudkan dalam mengatasi krisis keuangan yang terus menelan korban ini.

Ini sangat menarik. Bagaimana mungkin orang-orang yang telah membuat kekacauan global diharapkan bisa membuka jalan keluar untuk atasi masalah tersebut? Tak heran jika ratusan demonstran dari seluruh dunia yang menentang Forum Ekonomi Dunia itu mendatangi Davos dan meminta para pemimpin serta pebisnis dunia itu ‘berkaca’.

Kata mereka sambil melempari resor pertemuan itu dengan bola-bola salju, ”You are the crisis!” ”Kalian adalah penyebab krisis dan tidak layak membicarakan solusi kerusakan yang telah kalian perbuat,” begitu pesan yang disampaikan para demonstran itu.

Para pendukung kapitalis itu sibuk berdiskusi tentang perang, ekonomi, kemiskinan, krisis energi, persoalan lingkungan, hingga pemecatan massal. Padahal, semua itu disebabkan oleh kerakusan kelompok ini yang bekerja sekeras-kerasnya memburu keuntungan besar tanpa peduli dengan dampak negatif yang muncul.

Uskup Afrika Selatan, Desmond Tutu, menggambarkan kondisi ini dengan istilah the cutthroat competition (persaingan tajam nan kejam). Mengutip ucapan Winston Churchill, Tutu menegaskan bahwa kapitalisme sebagai sistem (ekonomi) terburuk yang pernah ada dan sekarang benar-benar terbukti telah terjadi (lagi).

Istilah “You are the crisis” yang dibawa para demonstran itu bisa kita pahami pula bahwa krisis kapitalisme benar-benar tidak bisa dihindarkan lagi. Bagi para penentang kelompok kapitalis, jalan menuju kehancuran kapitalisme semakin terbuka lebar dan sistem baru akan datang.

Semua berharap, dunia kembali ke ‘jalan yang benar’ di mana krisis ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan bisa teratasi. Tentu, kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya semua harapan itu kepada kelompok-kelompok yang telah membuat kerusakan ini. Yang ada, siklus krisis seperti saat ini malah bisa terulang lagi setahun, dua tahun, atau bahkan tiga bulan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: