imsitumeang

Wilders dan Suara Yahudi

In Uncategorized on f 20, 09 at 3:03 am

Tajuk Republika
Jumat, 23 Januari 2009

Politikus Belanda yang membuat film pendek Fitna, Geert Wilders (45 tahun), akhirnya tak bisa mengelak dari jerat hukum. Ia diputuskan harus menghadapi pengadilan dengan dakwaan menghasut kebencian terhadap warga Muslim.

Keputusan yang ditunggu umat Islam sedunia itu dikeluarkan hakim Pengadilan Tinggi Amsterdam, Belanda, Rabu (21/1) malam. Dalam putusannya, hakim berpendapat, pidato kebencian (terhadap Islam) tidak ada sangkut pautnya dengan sistem demokrasi. Karena itu, demi kepentingan umum, harus ada tindakan tegas terhadap tindakan kebencian.

Keputusan pengadilan tinggi itu sekaligus menggugurkan putusan Kejaksaan Belanda pada 2008 lalu yang tidak meneruskan perkara Wilders dengan alasan bukan tindak kejahatan pidana.Seperti diketahui, Wilders adalah pimpinan Partai Kebebasan Belanda, PVV, yang menguasai sembilan kursi di parlemen. Film pendek  Fitna yang menyandingkan petikan ayat-ayat Alquran dengan klip video dan suara beberapa tokoh Muslim garis keras, mengundang protes dan kemarahan di seluruh dunia.

Kasus Wilders bukan hanya membuat geram umat Muslim sedunia, kecaman juga datang dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, dengan tegas menyatakan tidak ada hubungan sama sekali antara tindakan Wilders dan kebebasan pers.Setelah muncul kecaman dan ancaman dari sejumlah negara yang akan memboikot produk-produk asal Negeri Kincir Angin, Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende, buru-buru tampil di layar televisi. Ia menjelaskan sikap Pemerintah Belanda yang menyesalkan film itu dan tidak mendukung tindakan Wilders.

Siapa sesungguhnya Wilders yang melukiskan kitab suci umat Islam sebagai buku ‘fasis’ yang menghasut orang untuk melakukan kekerasan? Bagi Wilders, Islam dianggapnya telah mengurangi kebebasan di Belanda. Apalagi, di negeri itu, umat Islam termasuk yang terbanyak populasinya dibandingkan negara Eropa lainnya. Tapi, yang pasti selama berkampanye untuk pemilihan anggota parlemen, Wilders terang-terangan mengaku sebagai pendukung utama kaum Yahudi. Ia berupaya menarik simpati kalangan Yahudi yang menguasai ekonomi dan politik di negerinya.

Hasilnya, Wilders memang mendapatkan bantuan donasi dan dukungan suara dari kaum Yahudi Belanda. Seperti diketahui, salah satu populasi Yahudi terbesar di Eropa berada di Belanda. Kita tentu tidak bisa memengaruhi keputusan pengadilan terhadap Wilders dan berharap umat Islam bisa menahan diri dari tindakan anarkis yang dituduhkan Wilders. Kekhawatiran bahwa Wilders akan menggunakan lobi Yahudi untuk memengaruhi hasil pengadilan tentu saja masih berupa rumor.

Sebagai negara yang dikenal sebagai lokomotif hukum, kita berharap Pengadilan Belanda bisa berlaku adil terhadap tindakan Wilders yang terang-terangan melakukan penghasutan kebencian terhadap umat Islam. Kita tidak peduli, apakah suara Wilders merupakan suara Yahudi atau suara dirinya sendiri. Yang jelas, keputusan sang hakim dalam sistem hukum di Belanda dianggap sebagai suara tertinggi mewakili kepentingan umum. Kita tunggu saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: