imsitumeang

Pemilu Bukan Beban

In Uncategorized on f 20, 09 at 3:07 am

Tajuk Republika
Jumat, 30 Januari 2009

Pemilihan umum (pemilu) adalah sebuah keniscayaan untuk melakukan perubahan kepemimpinan nasional. Ia menjadi bagian dari kegiatan rutin lima tahunan dan menjadi sebuah regulasi demokrasi yang kita hormati bersama.

Terkait dengan hal itu, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan peserta rapat pimpinan TNI dan rapat koordinasi Polri di Istana Negara, Jakarta, mengatakan bahwa pemilu tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan pusat ataupun daerah.

Pemilu, kata Presiden, semestinya tidak menyeramkan, tidak menakutkan, dan tidak membebani masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau agar jangan ada pejabat pemerintahan yang meninggalkan tugas-tugas pokoknya demi menjalankan agenda politik, yang akan merugikan masyarakat.

Ya, Pemilu 2009 sudah berada di depan mata. Hanya tiga bulan lagi, perhelatan akbar demokrasi di negeri ini segera dilaksanakan. Apa pun yang terjadi, pemilu harus tetap dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme demokrasi untuk memilih pemimpin nasional.

Pemilu juga menjadi proses penyegaran bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya atau wakilnya yang kelak duduk di tingkat kota/kabupaten, provinsi, maupun nasional. Penyegaran bukan hanya bagi rakyat, melainkan juga bagi calon pemimpin.

Para calon pemimpin itu harus bisa menjaga performanya di mata rakyat yang akan memilihnya. Para calon pemimpin itu tidak boleh menjadi beban bagi masyarakat pemilih. Ia justru harus mampu mengendalikan konstituennya agar tetap bisa mengikuti perhelatan siklus lima tahunan.

Kita memang baru pertama kali memiliki pengalaman memilih presiden dan wakil presiden secara langsung pada Pemilu 2004 lalu. Karena itu, Pemilu 2009 mendatang, mestinya tidak lagi menjadi beban bagi rakyat. Rakyat justru harus terbiasa memilih pemimpinnya secara langsung.

Dan, kita juga tidak boleh lagi terbebani dengan ancaman terjadinya golongan putih (golput) dalam pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang. Kita pun tidak boleh terlalu takut dengan adanya ancaman gangguan pelaksanaan pemilu. Bukankah kita telah memiliki Polri dan TNI yang siap mengawal perhelatan demokrasi tersebut.

Pemilu memang hak, bukan kewajiban. Oleh sebab itu, hak setiap warga negara untuk ikut dan untuk tidak ikut pemilu. Namun, siapa pun tidak boleh menghasut apalagi menghalang-halangi warga negara agar tidak mengikuti pemilu.

Apa pun hak dari setiap warga negara, namun eksistensi pemilu harus didukung setiap warga negara. Pemilu menjadi salah satu cermin tinggi maupun rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin nasional.

Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin baik pula kualitas kehidupan demokrasi. Maka itu, kita berharap kesadaran untuk mengikuti pemilu jangan dijadikan beban bagi masyarakat.

Kita ingin pemilu berlangsung dalam suasana tenteram dan damai sesuai dengan alam demokrasi yang memberikan kebebasan terhadap warga negara untuk memilih. Pemilu yang jujur dan adil tentulah menjadi dambaan setiap masyarakat. Kita pun tidak ingin harapan itu hanyalah harapan semu.

Iklan
  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/17/demokrasi-bukan-jalan-perubahan-hakiki/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: