imsitumeang

Masa Depan SBY-JK

In Uncategorized on f 20, 09 at 2:59 am

Tajuk Republika
Kamis, 12 Februari 2009

Hasil survei adalah salah satu yang menjadi pemicunya. Perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu legislatif diperkirakan akan melejit. Partai ini pun menaikkan targetnya dari 15 persen manjadi 20 persen. Jika terwujud, itu akan menjadi modal dalam kalkulasi membangun pasangan capres-cawapres pada pemilihan presiden nanti. Sudah ada kader yang menyuarakan agar duet nanti tak perlu dengan parpol, tapi dengan teknokrat.

Tentu saja hal itu memunculkan spekulasi tentang tak berlanjutnya masa depan pasangan SBY-JK. Walaupun dalam berbagai kesempatan, SBY maupun JK selalu menyiratkan bahwa duet mereka akan berlanjut. Hanya saja, pada Rakernas Demokrat sama sekali tak menyinggung soal JK. Isu cawapres bahkan ditutup sama sekali, menunggu hasil pemilu legislatif. Di tengah tekanan politik yang makin tinggi, tiba-tiba muncul berita bahwa SBY bisa saja tak berpasangan dengan JK. Semua tergantung dari hasil perolehan suara Golkar. Bahkan, nama JK tentu akan hilang jika perolehan Golkar cuma 2,5 persen. Pernyataan itu keluar dari seorang Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok.

Itulah yang kemudian menimbulkan gegeran. Golkar merasa dilecehkan dan direndahkan. Perumpamaan angka 2,5 persen tentu sangat tak realistis. Sejumlah kader Golkar, bahkan JK sendiri, bereaksi keras. SBY pun segera mengadakan jumpa pers. Ia mengklarifikasi. Ia mengaku sudah menegur Mubarok. Namun, SBY juga ‘membela’ kadernya. Ia menyebut itu sebagai keseleo lidah (slip of tongue) belaka. Bahkan, ia memerinci karakter Mubarok yang polos dan apa adanya. Jadi, tak ada niat melecehkan Golkar maupun merupakan bagian dari strategi Demokrat dalam perang urat syaraf.

Maklum, selama ini hubungan mereka naik-turun. JK bukan wapres pada umumnya. Ia penuh prakarsa dan punya sikap. Sempat muncul istilah dia sebagai the real president, namun JK menjawabnya bahwa dia the real vice president. Pada sisi lain, jumlah kursi Demokrat di parlemen masih lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kursi Golkar. Jadi, untuk di parlemen, SBY sangat membutuhkan sokongan Golkar untuk mengamankan pemerintahan. Karena itu, JK mendapat tekanan dari kader-kadernya agar Golkar layak mendapat konsesi yang lebih besar. Hanya harus diakui, ketika JK maju sebagai cawapres, ia bukan menggunakan tiket Golkar.

Walau sejumlah survei menunjukkan kecenderungan perolehan suara Golkar akan turun pada pemilu nanti, Golkar tetap optimis bahwa suaranya akan tetap tinggi. Bahkan, JK optimis bisa meraih 25 persen kursi. Justru karena itu, sudah semestinya Golkar mengajukan capres sendiri. Bukan menjadi cawapres. Tekanan itu begitu kuat. Namun, sejumlah survei menunjukkan bahwa elektabilitas JK sebagai capres tidaklah tinggi. Tentu sebagai politikus ia harus realistis. Di sinilah dilemanya. Karena itu, pada Rakernas Golkar, dilakukan sebelum Demokrat, mereka tak membahas isu capres maupun cawapres. Lebih baik isu ini ditutup agar energi mereka bersatu menuju pemilu legislatif.

Sekarang pun, dengan menutup isu ini, sejumlah kader Golkar sudah menyatakan diri untuk maju menjadi capres. Ada Yuddy Chrisnandi, Fadel Muhammad, Marwah Daud Ibrahim, dan yang paling nyata adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X. Bahkan, di saat JK sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri saat ini, Wakil Ketua Umum Golkar, Agung Laksono, diberitakan akan mengedarkan formulir capres-cawapres ke pengurus Golkar di daerah.

Tampaknya, hingga pemilu legislatif nanti, kita masih belum bisa mengetahui pasangan capres-cawapres. Selama masa depan SBY-JK belum terputuskan, Megawati Soekarnoputri pun masih menyimpan rapat siapa calon pendampingnya. Siapa menjadi pasangan siapa akan menjadi kalkulasi dalam membangun format pasangan lawannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: