imsitumeang

Jakarta Diramalkan Tenggelam pada 2012

In Uncategorized on f 2, 09 at 2:07 am

Peneliti teknik lingkungan Universitas Indonesia, Firdaus Ali, memperkirakan Jakarta akan tenggelam sebelum tahun 2012. Lantaran penyedotan air tanah yang berlebihan, sehingga menurunkan permukaan tanah ibukota. “Tidak hanya tenggelam, kita juga akan kehausan,” kata doktor lulusan University of Wisconsin yang dihubungi Koran Tempo, Minggu (1/3).

Perhitungannya, penurunan permukaan tanah di Jakarta rata-rata 10 sentimeter setiap tahun. Di Jakarta Barat selama 11 tahun terakhir, permukaan tanah menurun 1,2 meter. Di wilayah Kemayoran dan Thamrin, Jakarta Pusat, dalam 8 tahun terakhir menurun 80 sentimeter. “Jika kondisi ini terus berlanjut, permukaan tanah Jakarta akan berada di bawah permukaan air laut,” ujar Firdaus.

Segendang sepenarian, Ketua Harian Komite Evaluasi Lingkungan Kota Darrundono mengungkapkan, eksploitasi air tanah yang berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah. Suplai air tanah tak bertambah, sedangkan penggunaan semakin membesar. “Krisis air tanah di Jakarta sudah memasuki tahap berbahaya,” ujarnya.

Pemerintah DKI Jakarta berencana menaikkan tarif air tanah untuk rumah tangga mewah hingga industri 6-16 kali lipat dari sebelumnya. Kenaikan tersebut mengurangi konsumsi masyarakat terhadap air tanah yang semakin eksploitatif (Koran Tempo, 28 Februari 2009).

Menaikkan tarif air tanah, menurut Firdaus, merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi penggunaan air tanah. Para pengguna air tanah akan dialihkan menjadi pengguna layanan Perusahaan Air Minum (PAM). “Makanya tarif air tanah harus lebih mahal dari tarif PAM,” ujarnya.

Setiap tahun, Firdaus melanjutkan, sebanyak 320 juta meter kubik air disedot dari dalam tanah. Padahal, angka aman hanya 38 juta meter kubik. Sementara itu, data resmi hanya 21 juta meter kubik. “Sisanya itu mencuri,” katanya.

Menurut Firdaus, pengambilan air tanah yang gila-gilaan mengosongkan perut bumi sehingga menurunkan permukaan tanah yang diakibatkan tekanan. Kini saja semakin banyak wilayah yang cekung. “Hujan lokal saja bisa membuat banyak daerah tergenang,” katanya.

Penurunan permukaan tanah, kata Darrundono, menyebabkan Jakarta perlahan-lahan akan berada di bawah permukaan air laut. Intrusi air laut saat ini sudah mencapai 11-12 kilometer dari garis pantai. “Intrusi air laut sudah memasuki wilayah Setia Budi, Jakarta Selatan. Banjir akan semakin dahsyat,” ujarnya. Intrusi air laut dan penurunan permukaan tanah juga bisa membuat bangunan ambles.

Darrundono juga mengkritik pembangunan superblok dan gedung tinggi yang bertebaran di Jakarta. Pembangunan ini turut menggerus persediaan air tanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: