imsitumeang

Tantangan Perubahan Iklim

In Uncategorized on f 20, 09 at 1:25 am

Kompas, Jumat, 20 Februari 2009

Gerak perubahan iklim semakin dinamis. Dampak negatifnya juga terus dirasakan oleh masyarakat, seketika maupun tidak langsung.

Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, misalnya, angin kencang di darat, badai di laut, musim hujan, dan musim kering semakin ekstrem. Intensitasnya semakin tinggi dan durasinya tak menentu.

Kerugian materi dan jiwa pun terus bertambah. Sementara sikap dan tanggapan kita sepertinya masih biasa-biasa saja, tak banyak berubah. Ketika gelombang laut semakin tinggi disertai badai yang kian ganas, kita pada umumnya menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja, sudah menjadi keseharian masyarakat sejak dahulu kala.

Padahal, faktanya, nelayan bisa berhari-hari tak melaut, lebih lama dari biasanya. Di darat, petani di sejumlah daerah kebingungan menyikapi cuaca ekstrem. Gagal panen dan puso, serta kehilangan kesempatan melaut, seolah menjadi keseharian petani dan nelayan.

Karena menganggap hal semacam itu biasa, kita lantas sering menyepelekan masalah. Kita kurang risau melihat tantangan dan masa depan petani dan nelayan. Padahal, bagaimanapun, jelas ada sebagian warga masyarakat yang berjuang keras menanam, melaut, tetapi tanpa hasil akibat iklim yang kian ekstrem tersebut.

Melalui forum ini, kita ingin menggugat pola dan cara pandang kita dalam mempersiapkan diri, antisipasi menghadapi perubahan iklim tersebut. Hal itu, mau tidak mau, harus dilakukan karena kita bangsa agraris, memiliki lahan dan lautan yang luas.

Menyadari hal itu dan dihadapkan pada fakta jumlah penduduk yang sangat besar, kita mestinya sadar sejak dini memilih teknologi yang tepat dan murah untuk menghadapi perubahan iklim dan mengembangkan ketahanan pangan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.

Mengapa pilihannya teknologi? Pertama, lahan pertanian terus menyusut. Kualitasnya pun kian terdegradasi akibat akuisisi untuk keperluan manusia, ya untuk permukiman, industri, dan perumahan. Kedua, jumlah penduduk terus bertambah. Pengembangan pertanian secara alamiah pasti akan terseok mengejar kebutuhan pangan.

Teknologilah yang harus menjadi pilihan dan jawabannya. Tentu sangat luas cakupannya. Mulai dari teknologi penyiapan dan pengolahan lahan yang efisien, pembenihan untuk menghasilkan bibit unggul, teknologi produksi dengan produktivitas tinggi, serta teknologi pascapanen yang meningkatkan efisiensi dan meredusir potensi kehilangan. Tak kalah pentingnya teknologi industri pengolahannya.

Sejauh ini belum terdengar pencapaian lompatan teknologi pertanian yang signifikan sebagai jawaban atau antisipasi ketahanan pangan kita di masa depan. Padahal, pilihan teknologi yang harus dikembangkan ke depan tersebut sudah harus diputuskan sekarang sebelum semuanya terlambat. Pilihan itu pun harus didukung penuh dengan kebijakan yang kuat dari pemerintah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: