imsitumeang

Dilema Neososialis Amerika Latin

In Uncategorized on f 19, 09 at 12:33 am

Kompas, Selasa, 17 Februari 2009

Kemenangan Presiden Venezuela Hugo Chavez dalam referendum pekan ini menimbulkan dilema besar bagi para penganut neososialisme di Amerika Latin.

Sebagai salah satu ikon utama gerakan neososialisme, Chavez diharapkan dapat bertahan di panggung kekuasaan untuk menuntaskan tugasnya memperkuat neososialisme. Namun, di sisi lain, upaya Chavez melanggengkan kekuasaan justru dinilai bisa membahayakan prinsip neososialisme sendiri.

Kemenangan Chavez sebagai salah satu ikon utama gerakan neososialisme di Amerika Latin disambut gembira oleh kalangan pendukungnya di Venezuela maupun di tingkat kawasan. Chavez diharapkan dapat menuntaskan upaya meletakkan dasar yang kukuh dan kuat pada gerakan neososialisme di kawasan, bahkan diharapkan dapat memberikan pengaruh kepada dunia.

Argumentasi itu juga digunakan Chavez sebagai dasar menyelenggarakan referendum untuk membuka peluang melanggengkan kekuasaannya. Peluangnya memperpanjang kekuasaan semakin terbuka setelah memenangi referendum dengan perolehan suara dukungan 54 persen bagi amandemen konstitusi.

Dengan dukungan terhadap perubahan konstitusi itu, batas jabatan presiden sampai dua periode saja terpaksa dihapus. Chavez yang masa jabatan kedua berakhir tahun 2013 dapat melanggengkan ambisi kekuasaannya dengan bertarung lagi dalam pemilihan presiden tahun 2012 dan seterusnya.

Sudah pasti upaya Chavez melanggengkan kekuasaan itu menimbulkan beragam reaksi, termasuk dari kalangan kaum neososialis sendiri. Gugatan dari kalangan neososialis, apa bedanya praksis neososialisme jika kembali menabrak pembatasan waktu kekuasaan seperti dalam sistem sosialisme-komunisme?

Telah muncul kekhawatiran, godaan kekuasaan akan membuat Chavez menjadi totaliter dan otoriter dengan terus mengonsentrasikan kekuasaan. Komplikasinya pasti sangat berat bagi gerakan neososialisme di Amerika Latin maupun tingkat global.

Neososialisme yang menekankan kesejahteraan rakyat dan mengutamakan peran masyarakat warga, civil society, dikhawatirkan akan terjebak dalam totalisasi sistem sosialisme-komunisme, yang mengutamakan kekuasaan, cenderung menjauhi kepentingan masyarakat, dan memasung kebebasan sipil.

Tidak sedikit pula yang mewacanakan kemungkinan kekuasaan Chavez tersandung krisis ekonomi oleh anjloknya harga minyak di pasar dunia dan keganasan kriminalitas. Pendapatan dari sektor migas sebagai andalan utama ekonomi Venezuela turun drastis, sementara tidak ada hari berlalu tanpa jatuh korban jiwa akibat kriminalitas yang merebak luas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: