imsitumeang

Saling Sindir Iklan Partai

In Uncategorized on f 18, 09 at 1:46 am

TEMPO Interaktif, Selasa, 17 Februari 2009

Partai lain tak perlu kebakaran jenggot melihat iklan terbaru Partai Keadilan Sejahtera di televisi. Tayangan yang menyindir perilaku tokoh Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Golkar ini masih wajar. Sesama partai justru diharapkan saling serang, terutama soal program, agar khalayak semakin paham kelemahan dan kelebihan tiap partai.

Iklan itu menampilkan cuplikan berita-berita media mengenai perang kata antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ada juga berita perseteruan internal Partai Golkar. Lalu muncullah anjuran dari tokoh PKS agar menjaga etika dalam politik. Partai ini seolah ingin mencitrakan dirinya sebagai partai sejuk, damai, bebas konflik.

Saling sindir dan saling kritik lewat iklan bukanlah persoalan, sepanjang tak melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Kampanye toh merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat. Iklan peserta pemilu baru bisa disebut melanggar apabila menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, partai lain, atau menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat.

Belum tentu pula kritik PKS tepat, karena perang kata antara Presiden Yudhoyono dan Megawati merupakan hal wajar dalam demokrasi. Polemik di antara tokoh politik justru dianjurkan agar khalayak lebih mengetahui sikap dan pendirian mereka mengenai banyak persoalan bangsa dan negara. Keinginan PKS mencitrakan diri sebagai partai yang damai pun harus diuji dalam sikap politik sehari-hari. Misalnya, apakah partai ini benar-benar menghormati perbedaan dan keberagaman masyarakat.

Itulah yang seharusnya dipersoalkan partai-partai lain, dan bukannya buru-buru menganggap iklan PKS itu melanggar etika. Sindiran PKS seharusnya justru memancing partai lain membuat slogan kampanye yang lebih kreatif dan mudah dipahami publik.

Khalayak malah akan semakin bertambah pengetahuannya bila partai-partai saling membuka kelemahan pesaing. Tak ada masalah juga bila mereka cenderung menonjolkan kelebihan sendiri. Orang malah menunggu, misalnya, ada partai yang menyatakan diri bebas dari korupsi atau menjamin calon legislator yang dipasang bukan koruptor.

Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu memang tetap harus menerima semua pengaduan mengenai dugaan pelanggaran kampanye yang masuk. Tapi banyak hal seputar kampanye yang perlu diurus di luar soal sindir-menyindir sesama partai. Jangan lupa, mereka harus mencermati pelanggaran kampanye oleh pejabat negara dan pejabat daerah. Ada kecenderungan mereka menabrak aturan kampanye karena memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk mempopulerkan dirinya atau partainya.

Penyalahgunaan fasilitas negara seperti itu lebih penting diusut ketimbang soal iklan kampanye yang saling kritik. Bahkan mereka perlu didorong melaporkan pelanggaran kampanye yang dilakukan partai lain demi terselenggaranya pemilu yang bersih dan adil.

  1. wah apa isa damai ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: