imsitumeang

Hentikan Pembangunan Berbasis Konversi Lahan

In Uncategorized on f 18, 09 at 2:51 am
Jumat, 13 Februari 2009

JAKARTA, JUMAT – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai bencana banjir yang melanda di berbagai daerah setiap kali musim hujan akibat orientasi pembangunan yang salah. Sebagai upaya mengurangi dampak bencana, Walhi mendesak pemerintah untuk melakukan reorientasi paradigma pembangunan Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi berbasis konversi lahan segera harus diubah menjadi pertumbuhan ekonomi berkualitas dengan mainstream nilai ekologis,” ujar Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif Nasional Walhi dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com.

Berry mengungkapkan, banjir yang terjadi di awal tahun 2009 mislanya tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa. Banjir telah melumpuhkan aktivitas ekonomi, sosial, dan politik di wilayah terkena banjir.

Bencana banjir menurut Berry, menimbulkan multiplayer effect pada wilayah sekitarnya. Ia mencontohkan Banjir di Semarang telah melumpuhkan jalur pantura, jalur kereta api, bandar udara Ahmad Yani, serta jalan-jalan protokol dari dan menuju Semarang.

Secara detail Berry memaparkan, banjir melanda sebagian besar wilayah ibu kota Jawa Tengah di delapan Kecamatan. Masing-masing Kecamatan Tugu, Gajah Mungkur, Gayamsari, Genuk, Semarang Utara, Semarang Selatan, Semarang Barat dan Semarang Timur.

“Bencana ini setidaknya telah menelan korban 5 tewas dan 2 korban luka-luka. Ini memperlihatkan belum adanya respon dan antisipasi terhadap penaggulangan banjir,” terangnya. C2-09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: