imsitumeang

Perjuangan PDRI Hendaknya Jadi Motivasi dan Inspirasi

In Uncategorized on f 17, 09 at 11:49 pm

PADANG ARO—Sejarah mencatat Nagari Bidar Alam di Kabupaten Solok Selatan sebagai pusat perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia ( PDRI ) dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) saat Jogja dikuasai Belanda. Sebuah kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, khususnya Solok Selatan.

“Suatu daerah kecil dan terpencil akan menjadi besar dan ternama karena prestasi dan karya besar yang diukir masyarakatnya. Oleh karena itu, kebanggaan kita terhadap sejarah perjuangan PDRI di daerah ini hendaknya mampu menjadi motivasi dan inspirasi kita untuk bangkit dan berbuat lebih baik lagi,” ungkap Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi saat membuka Seminar Nasional PDRI bertema “Pemerintah Darurat Republik Indonesia dan Posisi Solok Selatan dalam Pentas Sejarah Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia” di aula Kantor Bupati Solok Selatan, Timbulun—Padang Aro, Selasa, (10/2).

Bagi Gamawan yang bergelar Dato Rajo Nan Sati ini, sepantasnya masyarakat Solok Selatan kembali membuat sejarah baru yang lebih hebat dalam mengejar kemajuan. Tidak menjadikan perjuangan PDRI dan kepahlawanan masyarakat Sumatera Barat lainnya di masa lalu sekadar kebanggaan.

Kembali menyinggung PDRI, ia mengatakan, Pemerintah mengakui perjuangan PDRI dengan menetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara. Satu-satunya hari bersejarah nasional yang lokasi kejadiannya di luar Jawa.

Ia mengakui, perjuangan PDRI memang tidak dijelaskan sebagai bagian perjuangan “Monumen Jogja Kembali” yang berdiri di Kota Yogyakarta. Yang seharusnya ditegaskan adalah Jogja kembali dari perjuangan PDRI di Sumatera Barat. “Tidak disebutkan dengan jelas dari mana kembalinya. Di sini terlihat seolah ada yang terputus. Seharusnya ditegaskan bahwa Jogja kembali dari perjuangan PDRI di Sumatera Barat,” ujarnya.

Patut disyukuri, walaupun panjang dan melelah, Pemerintah akhirnya tanggal 18 Desember 2006 saat memperingati Hari Nusantara Nasional yang dipusatkan di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Teluk Bungus, Padang, menetapkan Hari Bela Negara tanggal 19 Desember melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tertanggal 18 Desember 2006 sebagai pengakuan sejarah perjuangan PDRI di Sumatera Barat.

Bupati Solok Selakatan Syafrizal J dalam sambutannya mengatakan, semangat perjuangan PDRI mencerminkan kegigihan masyarakat Solok Selatan dalam melanjutkan pembangunan di daerah ini.

Gamawan juga menyampaikan, pemekaran Kabupaten Solok menjadi Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan adalah sebuah pilihan yang tepat dan baik, karena setelah dievaluasi ternyata berprestasi. Tentunya, ini keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati bersama masyarakatnya.

Pembukaan Seminar Nasional PDRI diresmikan dengan pemukulan gong dan diakhir dengan peninjauan pembangunan Kantor Bupati Solok Selatan yang diperkirakan selesai bulan Maret 2009.

Acara tersebut dihadiri Bupati Solok Selatan Syafrizal J, Wakil Bupati Solok Selatan Nurfirmanwansyah, Sekretaris Daerah Solok Selatan selaku Ketua Panitia Pelaksana Adril dan sekretarisnya, Yul Amri; serta narasumber seminar nasional seperti sesepuh Minangkabau Ismael Hasan, sejarawan Azhar Gonggong, Mestika Zed, Saafroedin Bahar; Keluarga Sjafruddin Prawiranegara, dan Nursyirwan Effendi.

Kemudian, pelaku sejarah perjuangan PDRI, veteran Angkatan 1945, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan serta peserta seminar nasional lainnya seperti dosen, mahasiswa, guru, dan siswa yang berjumlah lebih kurang 500 orang.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menjadi keynote speaker berjudul Nilai Perjuangan PDRI dalam Menyemangati Pembangunan Daerah Sumatera Barat.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyelenggarakan acara ini untuk memperingati Hari Bela Negara tanggal 19 Desember sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Solok Selatan yang kelima tanggal 7 Januari 2009. Tujuannya, mengungkapkan posisi Solok Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan RI, mencari pemikiran yang dituangkan sebagai indikator pembangunan di Solok Selatan, menambah dukungan ke arah pendirian museum yang bermanfaat untuk mewarisi nilai-nilai sejarah perjuangan PDRI.

 

Sejarang ringkas

Awal kemerdekaan RI setelah diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 tidak bebas dari tekanan dan teror penjajah, Belanda. Hampir saja RI di ambang vacum of power ketika Jogjakarta dikuasai Belanda dan menawan Presiden dan Wakil Presiden Soekarno–Hatta. Demikian pula, nyaris perjuangan bersenjata dan berdiplomasi terhenti.

Belanda merasa di atas angin. Mereka berharap RI segera kembali di bawah kekuasaan Belanda, andaikan tanpa pemerintahan sehingga tidak terpenuhi salah satu syarat sebuah negara.

Di luar dugaan Belanda, di Halaban, Sumatera Barat, terbentuk PDRI tanggal 19 Desember 1948 yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara selaku Ketua (Perdana Menteri) merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri (ad interim) Kabinet Darurat DPRI per tanggal 22 Desember 1948 bersama Tengku Mohammad Hasan selaku Wakil Ketua merangkap Menteri Dalam Negeri, Pendidikan, Kebudayaan, dan Agama.

Mereka melanjutkan kepemimpinan nasional menggerakkan perjuangan bersenjata dan berdiplomasi. PDRI berbentuk pemerintahan darurat yang mobile sejak bulan Desember 1948 hingga bulan Juli 1949 dan berkantor di rumah rakyat atau kadang di hutan, mulai dari Bukittingi, Halaban, Suliki, Supur Kudus, hingga Bidar Alam.

PDRI “menyambung nyawa” RI bersama-sama rakyat. Karena kegigihannya sebagai pilar utama perjuangan bersenjata dan berdiplomasi mempertahankan eksistensi RI maka Belanda terpaksa mengakui kedaulatan NKRI dalam Ronde Tafel Conference (Konferensi Meja Bundar-KMB) di Den Haag tanggal 23 Agustus-2 November 1949.

Begitu penting peranan PDRI dalam memelihara identitas, integritas, dan keberlanjutan (survive) RI, maka Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari lahirnya sebagai Hari Bela.

  1. 09 perjuangan dan motivasi merupakan hal yang tidak bisa di pisahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: