imsitumeang

Selamat Memilih!

In Uncategorized on f 18, 17 at 8:30 am

Pascadebat antarkandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, kita berharap undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan untuk mencoblos pasangan Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi), bukan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat (Badja). Mereka tergolong pemilih kritis atau rasional.

Debat merupakan bentuk kampanye untuk meyakinkan pemilih melalui tawaran visi, misi, dan program. Bagi calon pemilih (masyarakat), debat bermanfaat, terutama memperkaya wawasan mereka terhadap calon-calon. Pemahaman ihwal latar, komitmen, dan rencana calon adalah penting, agar calon pemilih menentukan kandidat yang tepat.

Fenomena memilih “kucing dalam karung” tidak terjadi jika pemilih memahami figur calon. Debat meningkatkan kematangan berdemokrasi warga. Antara masyarakat dan kandidat akan terikat kuat dan erat oleh pernyataan calon dalam debat. Pernyataan kandidat menjadi “kontrak” calon dengan masyarakat. Jadi, calon terpilih tidak menerima “cek kosong”. Di negara maju, sekelas Amerika Serikat, debat antarkandidat presiden mampu memengaruhi persepsi pemilih.

Kita berharap, debat bisa mematangkan pilihan undecided voters kepada Anies-Sandi. Masyarakat menganggap Anies-Sandi memunyai competence (pendidikan dan pengetahuan serta pengetahuan keterampilan dan pengalaman) dan acceptability (integritas, kepemimpinan) setelah memaparkan visi dan misinya disusul tanya jawab. Warga DKI Jakarta menganggap Anies-Sandi memahami masalah metropolitan sekaligus memberikan solusinya. Anies-Sandi sukses menjelaskan kebijakan alternatif.

Masa tenang setelah kampanye justru menjadi masa rawan. Semua pihak bisa saja melakukan kampanye terselubung, seperti membagi-bagi paket sempako. Lini massa jejaring media sosial heboh karena unggahan foto-foto penumpukan sembako yang dibagi-bagikan kepada warga. Sembako didistribusikan masif pasangan calon nomor dua di hampir seluruh wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sebagai basis suara pemilih Anies-Sandi.

Tim Anies-Sandi menyerahkan dugaan pelanggaran kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)/Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu). Kita mendesak Bawaslu/Panwaslu untuk mengusutnya hingga tuntas. Cara-cara yang merendahkan warga. Kita berharap Bawaslu/Panwaslu menjunjung profesionalisme dalam melaksanakan tugasnya. Juga profesionalisme Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berwenang dalam pidana pemilu. Masyarakat begitu proaktif memantau dan melaporkan pelanggaran ke Bawaslu/Panwaslu.

Di jejaring media sosial seperti Facebook dan Twitter, pasukan buzzer masih sibuk sahut-menyahut, baik membela maupun mengejek kandidat. Hoax mengalir deras di jejaring dunia maya. Kita berharap, Bawaslu/Panwaslu, juga Polri melalui unit cyber crime mereka, bisa mengantisipasi ujaran kebencian yang terjadi selama masa tenang.

Kita menginginkan tim sukses menyetop kampanye terselubung, apalagi melakukan kecurangan. Aparat harus ekstra waspada untuk memastikan celah sekecil apa pun tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Penggunaan fasilitas publik seperti gereja untuk mengampanyekan Ahok sebagai utusan Tuhan ke bumi untuk membereskan masalah ibukota negara ini harus dituntaskan. Jika fenomena semacam ini tidak mendapat perhatian, masa tenang justru menjadi masa gaduh.

Kalangan umat Islam memang mengalami polarisasi atau perubahan sikap dan laku pro-kontra merespon perkembangan sosial politik, tidak sekadar sikap dan laku keagamaaan, sebagai dampak aksi-aksi atas nama bela Islam 212, 411, dan seterusnya yang menuntut hukum buat Ahok. Sikap dan laku beragama umat bukan kecenderungan ‘mengeras’ yang reaktif terhadap perbedaan, sehingga mudah melabeli pihak yang berbeda sebagai kafir dan munafik. Pekik takbir jamaah, misalnya, adalah ghirah, bukan fenomena yang aneh.

Umat Islam bersyukur, keadaan tidak semakin panas. Setelah sempat menjadi viral media sosial, peresmian Masjid Raya KH Hasyim Asy’ári tanggal 15 April 2017 batal menghadirkan Ahok. Meskipun pertanggal itu statusnya gubernur aktif. Sulit dipungkiri, pembangunannya sarat muatan politik. Untuk waktu peresmiannya saja, banyak pihak meminta seusai hari pencoblosan. Presiden Joko Widodo tidak menggubrisnya. Dia meresmikan masjid raya “kontroversi” itu. Seakan keharusan bahwa masjid raya diresmikan sebelum tanggal 19 April 2017. Maksudnya untuk memengaruhi pemilih Muslim sekaligus mendongkrak suara Ahok yang kalah dalam survei banyak lembaga.

Kita setuju ungkapan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Din Syamsuddin yang menyebut masjid raya itu: dhirar! Merujuk sejarah era Rasulullah, sekelompok orang munafik membangun masjid di Madinah yang dimaksudkan untuk mewujudkan keinginan keji mereka dalam melawan Islam dan memecah belah kaum Muslimin. Kita hanya dianjurkan shalat di masjid yang didirikan atas dasar takwa, yaitu kepada Allah dan rasul-Nya, sekaligus untuk mempersatukan ukhuwah.

Kita sungguh mengkhawatirkan, eskalasi politik di DKI Jakarta semakin mengancam kerukunan hidup. Belakangan ini, keturunan Cina semakin di-bully dalam dunia politik praktis sebagai dampak kelakuan buruk Ahok. Keturunan Cina menjadi susah sebagai calon kepala daerah karena stereotip yang dicitrakan Ahok. Dalam ajaran confusiasisme, kelakuan Ahok sungguh kelewatan. Tidak hanya mengabaikan kemanusiaan, Ahok juga melewati batas-batas keyakinan agama lain, tidak sekadar melanggar peraturan perundang-undangan.

Keturunan Cina akan kembali mengalami gangguan kenyamanan bahkan kehilangan ketenangan dan ketenteraman hidup karena sikap antipati, bahkan kebencian kaum pribumi kepada etnis Cina. Suasana yang kurang kondusif bagi keturunan Cina untuk melanjutkan aktivitasnya bekerja dan berusaha. Cepat atau lambat akan berefek domino ke aspek lain.

Semuanya bermula setelah Basuki menjadi terdakwa karena tindak pidana penodaan agama tanggal 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, saat acara program budi daya ikan kerapu. Persidangannya tinggal membaca tuntutan jaksa seusai pemeriksaan saksi dan ahli pihak terdakwa dan pendakwa. Tetapi, acaranya tertunda karena jaksa belum siap.

Hukum memang tidak boleh dipolitisir. Tetapi menunda pembacaan tuntutan jaksa hingga sehari setelah pencoblosan membuktikan bahwa terjadi intervensi. Tentu saja proses persidangannya bernuasa politis karena perkara Basuki menyangkut pernyataannya mengenai hak pilih umat Islam. Bukan kriminalisasi terhadap Ahok, apalagi politisasi. Kita pun menyayangkan langkah lembaga bantuan hukum yang bersedia sebagai amicus curiae (sahabat peradilan) untuk Ahok.

Besok, 7,2 juta pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bakal berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS). Putaran pamungkas pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta ini memberikan kesempatan kedua bagi pemilik suara untuk memilih Anies-Sandi atau Badja. Di hari H, semua pihak harus memegang teguh aturan untuk mempersempit kecurangan. Petugas pemungutan suara jangan terlibat aksi jual beli suara. Jangan memancing kericuhan.

Tidak kurang 1,6 juta atau 22,9% pemilih tidak mencoblos di putaran kesatu tanggal 15 Februari 2017. Setelah proses rekapitulasi dari level kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) ke rapat pleno KPU DKI Jakarta, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni memperoleh 937.950 suara atau 17,02%, pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat memperoleh 2.364577 suara (42,99%), sedangkan pasangan Anies Rasyid Baswedan -Sandiaga Salahudin Uno memperoleh 2.197.33 suara atau 39,95%. Tak satu pun calon meraih suara 50% plus 1%.

Dalam putaran kedua, kita mendukung ikrar kedua pasangan calon: menjaga stabilitas politik dan sosial, serta keamanan dan ketertiban masyarakat, bekerjasama dengan lembaga penyelenggara pilkada demi suksesnya pilkada DKI Jakarta, mematuhi peraturan perundang-undangan, mewujudkan kemajuan daerah dan menjaga keutuhan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta menghormati hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Dengan dua pasangan calon yang berbobot, tidak saatnya bersikap apatis. Setiap suara menentukan. Dalam momen ini, segenap pemegang hak pilih mementukan masa depan DKI Jakarta hingga lima tahun ke depan. Kita menggarisbawahi, terutama penyelenggara pilkada, bahwa satu orang pun pemilik suara terhalang menunaikan haknya, merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang konstitusional.

Pesawat R80 Dirakit di Kertajati

In Uncategorized on f 30, 17 at 11:24 am

Pesawat R80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) akan diselesaikan perakitannya di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Lokasinya di kawasan industri Aerocity Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat. Bandara Kertajati semacam industrial park.

Kabar gembira disampaikan Komisaris RAI Ilham Akbar Habibie di Perpustakaan Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (30/3/2017). “Semuanya akan dirakit menjadi utuh di Kertajati,” tuturnya. Perakitan di Kertajati dilakukan untuk mempermudah pesawat saat uji terbang. Beberapa komponennya dipasok PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Sayangnya, pembuatan pesawat R80 masih belum memiliki payung hukum Peraturan Presiden (Perpres). Dikeluarkannya Perpres bisa memberikan kepastian kepada investor untuk mendanai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

Pesawat R80 bersama pesawat N245 dan lima kawasan industri (Serang, Dumai, Tanjung Kuning, Gresik) termasuk daftar PSN sebagai proyek usulan Kementerian Perindustrian (Kemperin). Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Telekomunikasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, menjelaskannya di kantor Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (10/2/2017). Pemerintah menetapkan pesawat R80 dan pesawat N245 ke daftar PSN setelah rapat koordinasi.

Proyek pesawat N245 berkapasitas 50 penumpang digarap PTDI dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Sedangkan, proyek pesawat R80 berkapasitas 80 penumpang rancangan Bacharuddin Jusuf Habibie digarap PT RAI, perusahaan yang didirikan Habibie bersama putranya, Ilham. Mereka membuat prototype-nya. Pengembangan kedua pesawat diperkirakan menelan dana US$ 180 juta – 200 juta per unit.

Biaya pengembangannya tidak semahal jika memulainnya dari nol. Dengan memasukkan pengembangan pesawat N245 dan R80 ke dalam PSN, akan banyak pihak bisa terlibat tidak hanya dalam pembuatan pesawat R80, juga industri lainnya. Sehingga, bisa meminimalisir risiko pengembangannya.

Kendati begitu, PT RAI tetap menggarap proyek pesawat R80. Tahun ini PT RAI akan merampungkan pembuatan prototype-nya. Setelah prototype dirampungkan, pesawat R80 akan melakukan penerbangan perdana tahun 2021. Setelah uji terbang, berikutnya hanya mengurus sertifikasi. Lalu, diproduksi massal tahun 2022.

Pesawat N245 adalah pengembangan CN235 yang diproduksi PT DI. Jadi, N245 yang memiliki ramp door barang diubah untuk penumpang. Untuk barang di bagasi.

Apa respon Habibie? Dia merasa wajar jika pemerintah memasukkan pesawat R80 ke dalam PSN. Habibie tidak bisa membayangkan upaya menghubungkan antarwilayah di Indonesia tanpa pesawat. “Kita telah membuktikan,” ujarnya seusai menghadiri Presidential Lecture di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Habibie menambahkan, proyek pesawat R80 adalah ide yang dicetuskan Presiden Soekarno. Sehingga, pengembangannya sebagai PSN adalah wajar. “Bukan idenya Pak Habibie, idenya Bung Karno.” Pesawat menjadi produk sepanjang masa yang dibutuhkan Indonesia.

Lantas, berapa biaya proyek pesawat R80? Totalnya sekitar US$ 1 miliar atau kurang lebih Rp 13,3 triliun (US$ 1 = Rp 13.300). Sumber dananya dari kas perusahaan, investor, dan pemerintah.

Sejumlah maskapai, baik dari dalam maupun luar negeri, tertarik memesan 155 unit pesawat R80 melalui letter of intent (LOI). Maskapai yang tertarik antara lain, PT National Aviation Management (NAM) Air sebagai anak perusahaan Sriwijaya Air, PT Trigana Air, PT Kalstars Aviation, dan PT Aviastars. 100 unit dipesan NAM Air, 20 unit PT Trigana Air, 25 unit PT Kalstars Aviation, dan 10 unit PT Aviastars.

Pesawat R80 menjadi ‘bayi bungsu’ Habibie. Dia juga mendesain pesawat N250. Pesawat berbaling-baling tersebut dinamai Regio Prop 80 atau cukup disebut R80.

Sebagai pengembangan pesawat N250 buatan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang kelak bernama PT DI, pesawat R80 mirip pesawat N250. Tentunya engine lebih modern. Seperti pendahulunya, pesawat R80 mengusung mesin turbo berbaling-baling (turbo propeller) yang lebih efisien, karena operating cost 50 persen lebih murah tapi kecepatannya 20 persen lebih lamban ketimbang mesin jet (turbo jet). Kalau pesawat R80 selesai, Habibie akan membuat pesawat yang kapasitasnya 100 atau 160 seater.

Jika disimulasikan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, pesawat bermesin jet menempuh waktu 1,5 jam, sedangkan pesawat bermesin turbo berbaling-baling membutuhkan waktu dua jam. Tapi harganya setengah. Jadi, makin tinggi harga avtur, pesawat R80 makin unggul. Saat ini semua maskapai sangat terbebani harga avtur. Mereka pusing tujuh keliling. Kenapa? Karena konsumsi avtur mencapai lebih 50% ongkos operasi. Pesawat R80 bisa memenangi persaingan dengan pesawat sejenis seperti buatan ATR (Aerei da Trasporto Regionale) Perancis dan ‎buatan MA (Modern Ark) Cina.

Pesawat R80 tepat sebagai pesawat di rute-rute perintis. Indonesia yang terdiri atas banyak pulau dan jarak antara satu kota ke kota lainnya cukup dekat. Pesawat R80 didesain untuk jarak tempuh yang kurang 600 km atau jarak pendek. Sehingga, pesawat R80 sangat irit bahan bakar. Maskapai seperti Citilink dan Wings Air yang memilih rute-rute pendek menggunakan pesawat bermesin baling-baling seperti ATR. Produk ini dijamin bisa merajut negara kepulauan sebagai wilayah kesatuan yang utuh.

Kita optimistis industri penerbangan bakal terus bertumbuh karena Indonesia belum mencapai potensi puncaknya. Biasanya, jumlah pengguna pesawat di suatu negara adalah tiga kali lipat jumlah populasinya. Dengan populasi Indonesia yang sekitar 250 juta jiwa, potensi industri penerbangan bisa mencapai 750 juta penumpang per tahun. Tapi Indonesia masih 71 juta. Kita memiliki market.

Jokowi ke Barus

In Uncategorized on f 24, 17 at 10:37 am

Senang bercampur bangga, Presiden Joko Widodo kembali menjejakkan kakinya di Sibolga dan Tapanuli Tengah, sejak Kamis (23/3/2017) malam. Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus.

Jokowi, panggilan populer Joko Widodo, bertolak menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kepulauan Riau.

Presiden ketujuh dan istrinya, Iriana, ke Barus dari Batam, Kamis, menggunakan pesawat kepresidenan RJ-85 milik Sekretariat Negara. Setiba di Tapanuli Tengah, Jokowi dan rombongan bermalam.

Keesokan, Jumat (24/3), Jokowi kunjungan kerja di Kecamata Barus. Di sana, pria kelahiran Surakarta (Jawa Tengah), 21Juni 1961, ini meresmikan tugu nol kilometer masuknya Islam ke Nusantara.

Peresmiam dilakukan di tengah acara Silaturahmi Nasional Jami’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). Silatnas JBMI terselenggara tanggal 24-25 Maret 2017.

Sebelumnya, perwakilan JBMI menemui Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (15/3/2017). Ketua Umum JBMI Albiner Sitompul menyebut tema silatnas di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, tahun ini “Indonesia Martangiang” atau Indonesia Berdoa. Tema Indonesia Martangiang sebagai harapan agar terhadap perbedaan kita tetap memelihara kebersamaan menuju Indonesia Gemilang.

Ditemani Akbar Tandjung, Jokowi sempat mengunjungi SMA Negeri 1 (Plus) Matauli, Jumat (24/3/2017). Tiba di SMA Negeri 1 (Plus) Matauli, Presiden disambut Akbar dan istrinya, Krisnina Maharani alias Nina Akbar Tandjung. Presiden dan istri sempat berkeliling melihat sekolah dan berfoto bersama siswa berprestasi serta guru-guru.

Akbar termasuk pendiri, pembina, dan pelindung SMA Negeri 1 (Plus) Matauli. Dia mendirikannya bersama Jenderal Purnawirawan Feisal Tanjung, Masdulhak Simatupang, Rinto Harahap, Zarlons Zaghlul Pasaribu, Mesri Pasaribu, dan Chuzairin Pasaribu.

SMA Negeri 1 (Plus) Matauli Pandan adalah sekolah negeri yang pengelolaannya bekerjasama dengan Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli), berdasarkan perjanjian kerjasama antara Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara dan Yayasan Maju Tapian Nauli tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Sekolah Menengah Umum Nomor 835/I05/A/94.1/03/PKS/III/1994.

Turut mendampingi Presiden berkunjung ke sekolah adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Setelah meninjau SMA Negeri 1 Matauli, Pandan, Jokowi bertolak ke Kawasan Objek Wisata Religi Pemakaman Mahligai, Barus. Jokowi menuju lokasi menggunakan helikopter VVIP Super Puma miliki TNI AU.

Setelah melihat kawasan objek wisata religi, Jokowi ke Lapangan Merdeka, Barus. Di lokasi itu, Jokowi menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sebelum menunaikan shalat Jumat di Kecamatan Barus, Presiden meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis, Kecamatan Barus.

Barus atau juga dikenal dengan nama Fansur, abad ke-1-17 M adalah kota emporium yang menjadi pusat peradaban. Sejarah tersebut menjadikan Barus sebagai kota tertua di Indonesia. Pelayar-pelayar seperti Marcopollo pernah menjejakkan kakinya di Barus. Pedagang-pedagang Persia dan bahkan seluruh penjuru dunia juga ke kota ini di masa kejayaannya.

Di masa itu, kegiatan di kota kebanyakan berdagang. Komoditi paling dominan adalah rempah-rempah, komoditi paling dicari di zaman itu. Sedangkan barang dagangan dibawa penduduk lokal turun dari gunung untuk dijual ke pedagang luar negeri.

Komuditi kota ini yang paling terkenal hingga kini adalah kapur barus. Disebut-sebut, mayat Raja Fir’aun diawetkan menggunakan bahan rempah-rempah bernama kapur barus.

Kedatangan pedagang-pedagang Persia sekaligus membawa pengaruh agama Islam ke Nusantara untuk pertama kalinya. Berikutnya, kedatangan pedagang-pedagang Eropa juga sekaligus membawa pengaruh agama Kristen ke Nusantara. Tetapi, agama Islam yang mendominasi.

Peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti kuburan berukuran raksasa, batu nisan bertuliskan tulisan Persia kuno, dan artefak-artefak lainnya masih banyak ditemui di kota ini.

Barus masa kini tidak semasyur masa dulu. Sekarang, pemandangan di kota ini tak lebih seperti kota yang terlupakan, sebuah kota kuno, bahkan kota mati, yang jauh tertinggal dari daerah-daerah di sekitarnya seperti Kota Sibolga dan Kota Padangsidempuan.

Lautnya tidak sedalam dulu. Sangkin dangkalnya, kapal berukuran besar tak bisa bersandar di pelabuhan kota ini. Jangankan itu, bekas-bekas pelabuhannya pun tidak terlihat. Demikian pula, rempah-rempah yang dulu sangat diunggulkan sudah tak ada. Kegiatan perdagangan di kota ini mati suri.

Keunggulan kota ini yang bisa dioptimalkan adalah wisata sejarah, wisata bahari, dan wisata alam. Selain itu, perikanan, pertanian, dan perkebunan juga bisa dikembangkan.

Indonesia, sepertinya, baru menyadari keistimewaan kota ini. Di masa Jokowi, dia merespon cepat harapan perwakilan JBMI.

Dua kali tercatat Jokowi ke Sibolga dan Tapanuli Tengah. Tanggal 20 Agustus 2016, Jokowi meresmikan dimulainya perluasan Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga. Jokowi menyatakan, perluasan Pelabuhan Sambas diperkirakan rampung akhir 2017. Dia memerintahkan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan agar mengembangkannya tiga kali lipat. Dia juga menyingung pengembangan Bandara Dr Ferdinan Lumbantobing, Pinangsori. Ke depan, dia berharap Kota Sibolga menjadi lokasi pengembangan industri perikanan seperti cold storage dan pengalengan ikan.

Diharapkan, kedatangan Jokowi dan peresmian tugu titik nol masuknya Islam di Nusantara ini bisa berdampak positif yang signifikan bagi perkembangan sektor wisata di Barus, khususnya, serta Sibolga dan Tapanuli Tengah. Jadi, membangun kota Barus yang tertidur lama.

Barus sebagai titik nol masuknya Islam di Nusantara memiliki nilai jual, mengingat jumlah umat Islam yang sangat besar di Republik ini Wisata sejarah berikut pengembangan ilmu penelitian di Barus sangat dibutuhkan sekarang ini, mengingat lemahnya pengenalan dan literasi kita tentang sejarah dan peradaban bangsa Indonesia, terkhusus sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara. Banyak orang meyakini kota Barus menyimpan banyak misteri, rahasia, dan fakta sejarah.

Selamat datang! Kami mengucapkan “selamat datang” kepada Jokowi di Kota Bertuah Kota Barus Tercinta, kota yang dipenuhi timbunan sejarah peradaban Islam di Nusantara.