imsitumeang

Krisis Ekonomi di Eropa

In Uncategorized on f 16, 11 at 3:31 am

Eropa, benua yang beberapa dekade sukses mengawinkan kapitalisme dan sosialisme, terjalar krisis ekonomi. Setelah penyatuan ekonomi negara-negara Eropa yang disebut zona euro, krisis ekonomi tersebut memaksa pemerintah kapitalis-sosialis Eropa, dari Inggris ke Yunani, menerapkan kebijakan penghematan.

Dampaknya, mereka memotong anggaran jaminan sosial, pengangguran bertambah, biaya pendidikan menaik, dan daya beli masyarakat melemah. Perbankan pun kesulitan likuiditas. Demo-demo berakhir rusuh, kekerasan pun menjadi biasa di negara-negara Eropa.

Jika krisis di Eropa tahun 2008 akibat cashflow perusahaan, maka krisis tahun 2011 karena utang pemerintah dalam neraca keuangannya. Yunani pemicu krisis ketika sebagian besar negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis menahan gelombang krisis tahun 2008. Yunani memiliki utang 120 persen produk domestik bruto (GDP). Italia mencatat utang 120 persen GDP dan Spanyol 60 persen GDP. Zona euro hanya menoleransi utang maksimal 60 persen GDP negara-negara anggota Uni Eropa.

Di benua lain, Amerika (utara, tengah, selatan), Barack Obama masih sibuk menyelenggarakan program-program pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang ternyata tidak semulus perkiraannya. Defisit anggaran yang gila-gilaan karena AS memiliki utang terbesar dalam sejarahnya, sementara pengangguran terus bertambah dan daya beli masyarakat yang drastis melemah.

Jadi, dua benua sibuk mengatasi krisis. Malah, krisis di Eropa memaksa Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi dan Perdana Menteri Yunani George Papandreou untuk melepas jabatannya. Nasib dua PM menambah panjang daftar pemimpin pemerintahan di Eropa yang bertumbangan sejak tahun 2008. Sebelumnya, PM Irlandia Brian Cowen, PM Portugal Jose Socrates, dan PM Slowakia Iveta Radicova berguguran.

Krisis di Eropa diperkirakan berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Seberapa besar dampaknya, susah dijawab karena neraca perdagangan yang tidak meyakinkan antara Indonesia dan Uni Eropa. Total ekspor dari Indonesia ke Uni Eropa di bawah 10 persen, sementara kerjasama tidak intens terjadi antara bank-bank di Indonesia dan bank-bank Uni Eropa. Obligasi Indonesia yang dimiliki Uni Eropa juga sedikit atau kecil persentasenya.

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kinerja sektor perbankan masih on the track dan rupiah yang stabil. BI mencermati hot money di tengah arus deras uang yang mengalir dari Uni Eropa ke Indonesia. Jika tidak dikelola, aliran uang tersebut menjadi bumerang yang mengganggu likuiditas di dalam negeri. Stabilitas rupiah menjadi terancam.

Kita menyambut positif kebijakan Pemerintah dan BI mengenai pembelian surat utang negara, baik BI maupun negara, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna menyiasati ancaman krisis di Eropa. Tetapi kita jangan lalai mengamati hot money, stabilitas rupiah, ancaman perdagangan AS dan Uni Eropa, serta kerjasama industri. Berbekal cadangan devisa 120 miliar dolar AS, kita mestinya bisa menahan manuver-manuver yang mengganggu perekonomian Indonesia.

Kehadiran dan keberanian pemimpin dibutuhkan rakyat di tengah krisis yang terjadi. Krisis, apa pun bentuk dan penyebabnya, harus dihadapi pemimpin. Kehadiran dan keberanian menjadi kunci menghadapi setiap krisis. Pemimpin jangan takut, apalagi melempar tanggung jawab. Keputusan PM Thailand Yingluck Shinawatra yang urung menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Honolulu, Hawaii, agar ia di tengah-tengah negerinya yang kebanjiran, merupakan contoh teladan pemimpin.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: